Review King’s Quest  – A Knight to Remember: Game Legendaris Berwajah Muda!

Author
David Novan
Reading time:
August 19, 2015
Inilah yang dapat Anda nikmati bila game legendaris mendapatkan upgrade
Inilah yang dapat Anda nikmati bila game legendaris mendapatkan upgrade

Game adventure point-and-click mungkin tidak begitu mencuri perhatian gamer saat ini, tetapi lain adanya ketika video game masih baru memulai masa keemasannya. Bahkan, beberapa game legendaris yang terus diingat hingga saat ini oleh gamer veteran berasal dari masa tersebut. Salah satunya adalah King’s Quest, game yang memulai debutnya pada 1984, hampir bersamaan dengan dijualnya Super Famicom (atau di barat disebut Nintendo Entertainment System). Seakan menjawab keinginan gamer veteran untuk mengenang kembali keindahan game di awal revolusinya, King’s Quest kembali hadir dengan kemasan modern dan masih mempertahankan daya tarik utamanya.

Dari grafis 2D seperti ini di tahun 1983...
Dari grafis 2D seperti ini di tahun 1983…
...Menjadi seperti ini!
…Menjadi seperti ini!

Kehadiran kembali”Sang Raja” game adventure tersebut bukan hanya ditemani oleh tampilan grafis yang baru saja. Memang harus diakui, tampilan grafis 3D yang ditampilkan dalam game ini begitu menawan dan menarik untuk dilihat. Namun, kelebihan utama dari game ini justru berasal dari elemen lain, yaitu cerita dan gameplay-nya. Elemen tersebut merupakan nyawa dari game adventure di tahun 80’an dan membawanya kembali dalam versi modern seakan memberikan nilai plus yang besar untuk game ini.

Efek cahaya juga tidak luput dari perhatian tim developer
Efek cahaya juga tidak luput dari perhatian tim developer

Perbedaan terbesar antara game terbarunya dengan pendahulunya di tahun 1984 terletak pada metode permainannya. Kini, Anda tidak lagi menggunakan klik mouse untuk menggerakkan tokoh utama di dalam game, cara yang membuat game ini disebut game adventure point-and-click, tetapi dengan bantuan tombol WASD seperti pada game adventure modern. Sebagai catatan, penggunaan klik mouse baru terdapat pada King’s Quest V yang dirilis pada 1990. Sebelumnya, gamer harus mengetik perintah untuk menggerakkan karakter utama di layar monitor!

Quest Anda? Mengambil cermin ajaib yang dirangkul oleh naga di bawah!
Quest Anda? Mengambil cermin ajaib yang dirangkul oleh naga di bawah!

Kisah Tersembunyi Sir Graham

Meskipun game ini adalah “remake” dari game retronya, tetapi Anda akan menemukan nuansa baru di dalam game ini. Langkah pertama yang dirombak adalah ceritanya. Kali ini, Anda akan menjalankan cerita dari sisi kisah yang diceritakan oleh King Graham kepada cucunya, Gwendolyn. Melalui cara bercerita seperti ini, seakan Anda melihat sisi baru dari petualangan yang dijalankan Sir Graham dalam game tahun 1984, seandainya Anda pernah memainkannya.

Cerita kelas atas plus grafik dan pengisi suara jempolan
Cerita kelas atas plus grafik dan pengisi suara jempolan
Cerita kocak dan menghibur merupakan satu kelebihan dari game ini
Cerita kocak dan menghibur merupakan satu kelebihan dari game ini

Kisah dari Sir Graham dalam game ini adalah petualangan untuk mencari tiga benda sihir pusaka yang disimpan oleh raja di kerajaan Daventry. Raja Daventry berusaha untuk mencari ksatria yang mampu menemukan ketiga benda pusaka tersebut guna membebaskan kerajaannya dari malapetaka. Selain itu, ksatria yang berhasil menyelesaikan “Quest” tersebut akan dijadikan raja berikutnya, karena raja saat ini tidak memiliki keturunan untuk meneruskan kekuasaannya.

Pilihan dalam game dapat memengaruhi jalannya permainan
Pilihan dalam game dapat memengaruhi jalannya permainan

Cerita yang dinarasikan dengan baik ketika Anda bermain begitu menarik dan seringkali menyentuh perasaan, seringkali juga kocak dan menghibur. Aktor suara yang membawakan cerita tersebut juga harus diakui begitu bagus kualitasnya. Saking bagusnya sampai ia tidak kalah dengan aktor di dalam film layar lebar. Berkat bantuan aktor suara tersebut, Anda akan menikmati dimensi baru dari game legendaris ini dengan penuh kepuasan.

Lingkungan dalam permainan juga turut mendukung nuansa jenaka
Lingkungan dalam permainan juga turut mendukung nuansa jenaka

Sesuai dengan judulnya, cerita yang dibawakan oleh King’s Quest terbaru ini akan dibagi ke dalam beberapa chapter. Game ini tampaknya mengikuti pola bisnis Episodic Game seperti The Walking Dead dan Life is Strange. Jadi, Anda dapat mengikuti episode berikutnya dari game ini setelah Anda membeli chapter pertamanya dan kembali membeli chapter berikutnya untuk meneruskan cerita.

 

Cerita dalam King's Quest dibagi menjadi beberapa episode yang perlu Anda beli
Cerita dalam King’s Quest dibagi menjadi beberapa episode yang perlu Anda beli

 

Review ini didukung oleh Roccat

Dikerjakan Dengan Roccat Isku FX, Roccat Kone Pure, Roccat Hiro, dan Roccat Kave XTD Digital

 

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…