PlayTest: Gaming dengan Galax GeForce GTX 950 EXOC White!

Author
David Novan
Reading time:
October 30, 2015
PlayTest Galax GTX 950 (1)

Tidak diragukan lagi, bermain game dengan maksimal merupakan tantangan yang berat untuk dipenuhi. Bukan hanya dari sisi pemenuhan permintaan hardware saja, artinya berhubungan erat dengan seberapa tebal dompet, tetapi juga dari sisi hardware-nya sendiri. Ketika Anda menemukan hardware dengan harga relatif hemat, bukan berarti serta merta ia dapat menjalankan game terbaru dengan setting maksimalnya. Namun, lain lagi bila perangkat tersebut ternyata dengan sengaja meningkatkan kemampuannya dengan cara di-Overclock dari pabrikannya.

Tentu sudah bukan kabar baru lagi bahwa hardware komputer dapat ditingkatkan kemampuannya dengan cara Overclock. Akan tetapi, teknik serta pelaksanaannya masih berada di ranah kelompok eksklusif dengan kemampuan spesial. Itu sebabnya Galax mengedepankan graphics card dengan kemampuan yang telah ditingkatkan melalui Overclock tanpa perlu merepotkan penggunanya. Melalui Galax GTX 950 EXOC White (Extreme Overclocked), gamer dapat dengan mudah merasakan kemampuan yang ada di atas rata-rata dengan fitur GPU Boost.

Pertanyaannya adalah, seperti apakah rasanya memainkan game dengan menggunakan graphics card ini? Hanya dari penjelasan tadi saja langsung terbesit dalam benak bahwa perangkat ini memang dirancang khusus untuk gamer. Seperti yang Anda ketahui, gamer hanya peduli pada satu hal; pengalaman bermain seperti apa yang bisa dirasakan ketika menggunakan kartu grafis ini. Untuk menjawab hal tersebut, kami menggunakannya untuk bermain game dengan didukung oleh sistem gaming PC sebagai berikut:

  • Motherboard: Gigabyte X99 SOC Force
  • Prosesor: Intel Core i7 5960X @3.00 GHz
  • RAM: Kingston HyperX 16 GB DDR4
  • Graphics Card: Galax GeForce GTX 950 EXOC White GDDR5 2048 MB
  • SSD: Kingston HyperX Fury 240 GB
  • OS: Windows 8.1

Graphics card dengan harga di kisaran 3,3 jutaan ini ditantang untuk memainkan beberapa game yang telah kami pilih, yaitu Metal Gear Solid V: Phantom Pain, The Witcher 3, Grand Theft Auto V, Far Cry 4, dan Project Cars. Semuanya adalah game kaliber AAA dengan tampilan grafis yang luar biasa tinggi. Oleh karena itu, Anda dapat melihat sendiri nantinya sehebat apa graphics card ini dalam menampilkan game tersebut. Meskipun demikian, ada game yang memang lebih berat dibandingkan beberapa game lain. Artinya, kartu grafis ini mendapatkan kesempatan untuk memperlihatkan kemampuan terbaiknya di sana.

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain

Gameplay Stealth dan Open World biasanya tidak klop. Akan tetapi, game ini justru membuktikan kebalikannya. Bermodalkan arena permainan yang besar, tampilan grafis kelas atas, serta efek pencahayaan dan cuaca yang jempolan, game ini mampu memperlihatkan nilai tambahnya ketika dimainkan dalam setting tertinggi. Namun, tidak semua graphics card dapat dengan entengnya menjalankan game ini pada setting tersebut. Sebelum itu, gaming PC yang ingin memainkannya harus memenuhi spesifikasi minimum berikut ini:

  • Prosesor: Intel Core i5-4460 (3.40 GHz)
  • Memory: 4 GB RAM
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 650 (2GB), DirectX 11
  • Hard Drive: 28 GB

Untuk memainkan game ini, semenjak awal kami memberanikan diri untuk menggunakan setting maksimalnya, yaitu Extra High dengan resolusi 1920×1080. Seharusnya game ini masih dapat berjalan dengan baik pada setting tersebut, setidaknya untuk kelas GTX 950. Selain itu, kemampuan dari graphics card ini sendiri telah ditingkatkan dengan menggunakan GPU Boost. Berikut detail mengenai setting yang kami gunakan untuk memainkan game ini:

PlayTest Galax GTX 950 (2)

Ketika kami memainkan game ini, setting tersebut ternyata tidak memberatkan kinerja graphics card tersebut. Bukan hanya kami bisa menemukan permainan berjalan pada frame rate 60 fps di daerah luas, pemandangan yang sangat sering ditemui dalam game ini, tetapi game juga berjalan dengan sangat nyaman. Baik ketika sedang siang atau malam, besaran frame rate tersebut tidak banyak terpengaruh. Jadi, pengalaman bermain ketika dilakukan dalam sesi yang lama tidak akan membuat mata sakit.

 

PlayTest Galax GTX 950 (3) PlayTest Galax GTX 950 (4)

Permainan mengalami sedikit penurunan ketika memasuki daerah dengan banyak NPC, seperti pada pedesaan dan benteng. Frame rate di daerah ini menurun ke 50 fps, baik ketika sedang menghadapi banyak musuh maupun sedikit. Sedangkan ketika kami melakukan banyak serangan dengan ledakan, frame rate tersebut menurun ke 35 fps. Walaupun demikian, permainan masih dapat berjalan dengan baik karena penurunan tersebut hanya terjadi sekejap saja.

 

PlayTest Galax GTX 950 (5) PlayTest Galax GTX 950 (6)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…