Gamer Ciptakan Video Game untuk Lamar Pacarnya

Reading time:
October 5, 2015

Cinta adalah lima huruf teraneh yang bisa Anda temukan di bumi ini. Di satu sisi, ia menjadi motor pendorong yang membantu banyak orang menjalani hidupnya, dari hari ke hari. Namun di sisi lain, ia bisa jadi “zat memabukkan” yang membuat seseorang bisa berujung bertindak bodoh dan bersikap layaknya orang lain. Namun harus diakui, selalu menarik untuk melihat apa yang bisa orang lain lakukan atas nama “cinta” ini, apalagi ketika keputusan untuk menjalani hidup bersama sudah ditetapkan. Hal ini jugalah yang diperlihatkan oleh salah seorang gamer di Amerika Serikat yang melamar pacarnya dengan cara yang tidak biasa.

Salah seorang user Youtube – LA Pike, yang diketahui bernama asli Austin siap untuk membawa hubungannya dengan Lauren – sang pacar ke level selanjutnya. Namun tidak dengan makan malam romantis dan sejenisnya, Austin memilih untuk menciptakan video gamenya sendiri untuk menghadirkan pengalaman yang lebih berkesan. Ia meracik sebuah game flash ringan dengan Lauren sebagai karakter utama. Tidak sembarangan, ia juga memastikan bahwa setiap level yang ia desain merepresentasikan beragam momen berharga yang sudah mereka lalui selama beberapa tahun terakhir ini. Berita bahagianya? Lauren menjawab “Iya!”.

Terlihat sederhana, Austin memastikan tiap level game yang ia ciptakan ini merepresentasikan ceritanya dengan Lauren.
Terlihat sederhana, Austin memastikan tiap level game yang ia ciptakan ini merepresentasikan ceritanya dengan Lauren.
Lauren menjawab,
Lauren menjawab, “Iya!”

Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah Anda sendiri pernah memikirkan skenario lamaran khas video game yang mungkin hendak Anda terapkan di masa depan? Austin tampaknya harus bersyukur bahwa Lauren tidak membalas lamaran dengan ini dengan jawaban, “Your Princess is in another castle..”

Tags:

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…