Menjajal BETA – Street Fighter V: Naik Kelas!

Reading time:
October 23, 2015

Mekanisme Baru

Dari mekanisme dasar, tak banyak berbeda.
Dari mekanisme dasar, tak banyak berbeda.

Game fighting memang tak pernah berubah, ia akan berkisar soal memukul dan menendang lawan Anda hingga bar HP tak lagi bersisa. Walaupun demikian, bukan berarti Anda tidak bisa mengantisipasi sebuah sensasi gameplay yang berbeda. Mengapa? Karena seperti game-game pada umumnya pula, sang developer akan berjuang untuk menyuntikkan sesuatu yang baru dari seri ke seri dan bukan sekedar tampilan kosmetik saja. Hal ini jugalah yang terjadi dengan Street Fighter V. Di permukaan, ia tetaplah Street Fighter yang selama ini kita kenal. Game fighting dengan serangan spesial yang tetap menuntut akurasi Anda menekan tombol arah untuk eksekusi yang tepat. Setengah lingkaran? Maju, mundur, bawah? Jari jempol kiri Anda tetap akan dipaksa menari untuk menikmatinya. Namun, ada yang berbeda kali ini.

Salah satunya adalah adaptasi serangan yang berbeda untuk karakter-karakter ikonik yang selama ini kita kenal. Ken, misalnya, tak hanya hadir dengan tampilan baru lebih garang, tetapi juga punya Tatsumaki Senpukakyu yang lebih diarahkan untuk musuh yang berada di posisi lebih tinggi. Vega kini juga punya dua stance yang berbeda. Alih-alih sekedar “kosmetik”, Vega kini bisa secara manual menganti stance serangannya kapanpun – dari menggunakan cakar atau tidak menggunakan cakar. Kedua stance ini akan menawarkan variasi serangan yang berbeda pula. Sementara Mika juga tak hanya kuat di jarak dekat, tetapi punya efektivitas kombo yang cukup mematikan untuk membuatnya bisa bergerak cepat. Necalli? Jujur, kami sendiri belum menguasai apa yang sebenarnya bisa dilakukan “monster” baru yang satu ini. Namun serangan jarak dekat tampaknya jadi kekuatan utama.

Masa beta yang masih bermasalah. Butuh waktu lama untuk bertarung melawan player lain secara online.
Masa beta yang masih bermasalah. Butuh waktu lama untuk bertarung melawan player lain secara online.

Infrastruktur yang tampaknya masih belum memadai. Untungnya, selalu ada opsi untuk bertarung melawan CPU yang tingkat kesulitan tertinggi, akan cukup untuk membuat Anda sibuk.
Infrastruktur yang tampaknya masih belum memadai. Untungnya, selalu ada opsi untuk bertarung melawan CPU yang tingkat kesulitan tertinggi, akan cukup untuk membuat Anda sibuk.

Sebelum kita bergerak dan membicarakan mekanisme baru yang ada, masa beta ini seharusnya memungkinkan kami untuk menjajal lebih banyak pertarungan dengan gamer lainnya di region yang sama. Namun sayangnya, infrastruktur Capcom sendiri tampaknya belum stabil. Waktu lebih banyak dihabiskan dengan bertarung melawan CPU, yang untungnya, cukup tangguh di level tingkat kesulitan maksimal. Butuh waktu yang sangat lama hanya untuk mendapatkan satu pertarungan online melawan player yang sejauh ini, tampaknya sebagian besar berasal dari Jepang. Cukup mengecewakan tentu saja, apalagi mengingat masa beta sebelumnya juga tak berakhir baik dengan masalah yang serupa.

Sebuah bar serangan baru bernama V-Trigger kini muncul di atas bar EX.
Sebuah bar serangan baru bernama V-Trigger kini muncul di atas bar EX.

Kembali ke sisi pertarungan, untuk mendukung namanya yang kini membawa “V” di dalamnya, Capcom memutuskan untuk menawarkan sensasi baru yang berputar pada alphabet yang satu ini. Ada dua jenis serangan baru bernama V-Skill dan V-Trigger, di luar atribut lain seperti bar untuk serangan EX yang tampaknya tak akan asing lagi bagi gamer Street Fighter. V-Skill adalah serangan “mudah” unik tiap karakter yang bisa dieksekusi dengan hanya menahan tombol Segitiga + Kotak secara bersamaan. Jika menekan tombol ini, Necalli akan menggunakan kedua tangannya untuk menghantam tanah dan memunculkan serangan range sementara Mika, misalnya, akan mulai menggenggam Mic dan mengeluarkan speech yang tak hanya membuatnya bisa menahan satu serangan lawan, tetapi juga menghimpun damage seiring waktu yang dihabiskan. V-Skill sama sekali tidak menggunakan bar apapun dan bisa diakses kapanpun dibutuhkan gamer.

V-Trigger di Ken, misalnya, membuat serangannya memiliki elemen api untuk waktu tertentu.
V-Trigger di Ken, misalnya, membuat serangannya memiliki elemen api untuk waktu tertentu.
Tatsumaki on faiyaaaahh...
Tatsumaki on faiyaaaahh...

Dari sisi serangan spesial, sebuah baru berwarna merah baru kini disematkan di atas bar EX bernama V-Trigger. Sama seperti V-Skill, V-Trigger untuk setiap karakter juga menghasilkan efek yang berbeda-beda. Bar ini akan terisi jika Anda menerima atau menghasilkan damage. Bisa diandalkan sebagai ujung tombak untuk memperbesar kesempatan mengubah jalannya pertandingan, V-Trigger akan punya peran besar yang harus Anda kuasai. Di Ken misalnya, V-Trigger akan membuatnya dipenuhi dengan api – membuat efek sebagian besar serangan biasa kini memuat elemen tersebut. Sementara di Necalli, ia mengubahnya layaknya sebuah Super Saiyan dengan rambut merah membara yang tak hanya membuatnya terlihat lebih keren, tapi juga mendukungnya dengan damage lebih kuat dan varian serangan Critical Arts yang lebih mematikan.Anda juga bisa menggunakan bar V untuk melakukan reversal serangan secara instan.

Stun Meter kini kembali diperlihatkan di bawah bar HP.
Stun Meter kini kembali diperlihatkan di bawah bar HP.

Satu hal yang cukup menarik adalah kembalinya Stun Meter di bawah bar HP tiap karakter. Anda kini bisa melihat lebih jelas berapa banyak lagi serangan yang harus masuk untuk membuat musuh Anda terdiam untuk waktu tertentu, lengkap dengan efek burung kecil di atas kepalanya. Tak lagi harus menerka, ia seolah mendorong Anda untuk bermain lebih agresif jika memang momen yang datang tepat dan mendukung hal tersebut.

Sementara dari mekanisme lain, tak banyak berbeda. Dua kali setengah lingkaran untuk serangan Critical Arts dengan animasi super keren juga kembali, lengkap dengan kombinasi serangan lampau yang tampaknya masih bisa dieksekusi di sini. Setidaknya bagi kami, gamer gaming amatir, perubahan mekanisme ini sudah lebih dari cukup untuk membuktikan komitmen Capcom untuk terus berinovasi.

Pantaskah Ditunggu?

Street Fighter V beta jagatplay (15)
Jika bercermin dari masa beta yang kami cicipi, tidak ada keraguan bahwa Street Fighter V adalah proyek game fighting yang pantas untuk dinantikan di tahun 2016 mendatang.

Jika bercermin dari masa beta yang kami cicipi, tidak ada keraguan bahwa Street Fighter V adalah proyek game fighting yang pantas untuk dinantikan di tahun 2016 mendatang. Menjadi sesuatu yang menarik untuk melihat seberapa signifikan perbedaan yang bisa muncul dari scene kompetitif dengan hadirnya V-Skill dan V-Trigger yang berbeda untuk masing-masing karakter. Dengan lebih banyak karakter yang diperkenalkan di masa depan, elemen strategi yang muncul akan jauh lebih bervariasi. Sementara dari sisi visual, Unreal Engine 4 melakukan tugasnya dengan sangat baik. Detail karakter yang lebih baik, permainan warna yang menarik, detail medan pertarungan yang kini juga punya sedikit elemen interaktif di dalamnya, walaupun timpangnya beberapa desain karakter dari satu ke lainnya cukup dipertanyakan, seperti detail rambut Necalli dan Ken, misalnya. Anda bisa menangkap beragam impresi positif tersebut via informasi yang kami ungkap di atas.

Walaupun demikian, dua catatan besar yang tampaknya pantas diambil dari masa beta singkat yang kami coba ini. Pertama, adalah kesiapan server. Dengan masa beta gelombang pertama beberapa waktu lalu yang berakhir bencana, Capcom memang berhasil membuat gelombang kedua ini terasa lebih baik. Namun sayangnya, belum cukup untuk memastikan Anda bisa mendapatkan matchmaking secara konsisten. Di terakhir kali kami bermain sebelum menulis impresi ini, butuh waktu 15-20 menit untuk setidaknya menemukan 1 pertandingan, dengan kualitas yang terkadang payah karena patah-patah.

Catatan kedua yang juga jadi perhatian kami adalah hadirnya mictotransactions di dalamnya. Ketika berusaha memilih salah satu level yang ditawarkan di masa beta ini, ia terlihat jelas terkunci di belakang dinding microtransactions yang mengharuskan Anda untuk menghabiskan sejumlah mata uang tertentu untuk mengaksesnya. Sejauh ini, setidaknya dari informasi yang tersedia, Anda memang bisa mengumpulkan mata uang tersebut dari pertandingan online dan membelinya secara permanen. Namun belum jelas seberapa sering dan intensif-nya Anda harus melakukan grinding untuk membuka beragam item yang menurut kami pribadi, akan jauh lebih menarik jika sudah tersedia sejak awal. Semoga saja “dinding” ini hanya ada di mode online saja dan bukan offline multiplayer ketika Anda ingin bertarung melawan teman Anda.

Street Fighter V sendiri rencananya akan dirilis untuk Playstation 4 dan PC pada musim semi tahun 2016 mendatang.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…