Menjajal BETA – Street Fighter V: Naik Kelas!

Reading time:
October 23, 2015
Street Fighter V beta jagatplay (25)

Gamer mana yang tidak pernah mendengar nama Street Fighter sebelumnya? Tak lagi dikenal sekedar sebagai sebuah game fighting racikan Capcom, nama yang satu ini sudah jadi legenda yang bahkan pantas untuk merepresentasikan genre fighting sendiri. Sudah eksis sejak generasi pertama platform gaming, Street Fighter sukses bertahan hidup dari satu generasi ke generasi lainnya, bahkan hingga saat ini. Konsistensi dan komitmen Capcom untuk tak hanya menawarkan perbaikan kualitas visual dan benar-benar menyuntikkan ragam konten baru, dari karakter, cerita, hingga sistem gameplay jadi daya tarik tersendiri. Setelah berkali-kali merilis sang seri keempat dalam beragam varian, Capcom akhirnya siap untuk beralih ke seri teranyar untuk platform generasi saat ini – Street Fighter V.

Untuk memberikan gambaran lebih jelas soal proses pengembangan yang tengah terjadi, Capcom bahkan tak ragu untuk terus berbagi detail ke media, dari pengenalan beragam karakter original hingga pengenalan sistem baru. Kini kesempatan untuk mencicipi Street Fighter V akhirnya tiba! Walaupun game fighting yang tengah dipersiapkan untuk tahun 2016 mendatang ini belum resmi dirilis, Capcom membuka kesempatan bagi gamer untuk menjajalnya lebih awal lewat program beta. Misi mereka sendiri adalah untuk menguji seberapa reliable jaringan yang dipersiapkan. Sesuatu yang memang harus mereka pastikan, mengingat fitur cross-platform yang memang akan jadi salah satu nilai jual utama. Bagi gamer yang mendapatkan undangan beta, ini jadi kesempatan terbaik untuk membangun ekspektasi yang lebih rasional terhadap game ini. Kami termasuk salah satu yang beruntung.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Street Fighter V di masa beta ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri yang “naik kelas”?

Kekuatan Unreal Engine 4!

Kembali dengan visualisasi 2.5D, ada kenaikan signifikan dari seri sebelumnya berkat implementasi Unreal Engine 4.
Kembali dengan visualisasi 2.5D, ada kenaikan signifikan dari seri sebelumnya berkat implementasi Unreal Engine 4.

Seperti Street Fighter IV, Capcom menawarkan pendekatan visual yang kurang lebih sama, sebuah dunia 2,5 dimensi. Model karakter terlihat tiga dimensi namun jalannya pertempuran bergerak layaknya sebuah game fighting dua dimensi, lengkap dengan ekstra sinematik ketika melakukan serangan spesial spesifik yang memanjakan mata. Bedanya? Mereka kini mengandalkan Unreal Engine 4 untuk memberikan kesan generasi terbaru yang lebih kentara. Pendekatan yang meninggalkan impresi pertama yang sangat positif. Terlepas dari betapa “kartunnya” ia terlihat, terutama dari trailer dan screenshot yang sempat dirilis Capcom beberapa bulan terakhir, Street Fighter V terlihat memesona ketika Anda mencicipinya secara langsung.

Salah satu yang pantas diacungi jempol tentu berangkat dari detail karakter dan kombinasi warna yang dihadirkan Capcom. Versi beta ini sendiri hanya memuat 4 karakter untuk digunakan – Mika, Vega, Necalli, dan Ken.

Dat muscle..
Dat muscle..
Kualitas rambut yang masih bertolak belakang. Ken seperti terlihat menggunakan wig murahan yang terbuat dari plastik kepingan.
Kualitas rambut yang masih bertolak belakang. Ken seperti terlihat menggunakan wig murahan yang terbuat dari plastik kepingan.

Detail karakter memang terlihat lebih jelas di beberapa karakter, seperti otot yang diperlihatkan Necalli, misalnya. Anda bisa melihat tekstur yang menyerupai kulit manusia sebenarnya walaupun dengan sedikit cita rasa kartun yang lebih kentara di wajah. Menariknya lagi? Unreal Engine 4  juga memungkinkan Street Fighter V hadir dengan rambut “gila” Necalli – salah satu hal terkeren yang pernah kami lihat di sepanjang sejarah franchise ini. Namun memang agak sedikit aneh bahwa detail rambut merah tersebut seolah bertolak belakang dengan apa yang dilakukan dengan Capcom dengan rambut Ken, misalnya, yang terlihat seperti sebuah benda padat tanpa helaian.

Kombinasi warna yang memanjakan mata.
Kombinasi warna yang memanjakan mata.

 

Beberapa objek latar belakang juga kini akan terpengaruh aksi Anda.
Beberapa objek latar belakang juga kini akan terpengaruh aksi Anda.

Dari sisi estetika, kombinasi warna yang Anda temukan jugalah yang membuat visual Street Fighter V begitu memanjakan mata. Serangan dengan ciri khas ala tinta dari Street Fighter IV dipertahankan, namun tak lagi sekedar hitam. Beberapa varian pukulan memunculkan ekstra efek visual ini dengan beragam warna, lengkap dengan animasi serangan karakter yang juga terasa lebih halus. Semuanya dikombinasikan dengan latar belakang pertarungan yang memang masih sama klise-nya, namun memuat lebih banyak warna dan detail. Menariknya lagi? Lingkungan pertarungan ini juga terasa sedikit lebih “interaktif”. Ada beberapa tempat yang bisa hancur jika Anda melakukan serangan di sana, terlepas apakah ia mengenai musuh atau tidak.

Menendang musuh Anda dengan serangan spesial di sudut area terkadang membuka area baru.
Menendang musuh Anda dengan serangan spesial di sudut area terkadang membuka area baru.

Untuk ekstra visual yang lain, Capcom juga membuat setiap medan pertarungan ini lebih dinamis. Bukan sekedar dari beberapa objek latar belakang yang bisa ikut hancur, tetapi dari desain yang juga lebih memanjang. Anda bisa berganti lokasi ke tempat yang baru di level yang sama jika Anda berhasil “menendang” keluar lawan Anda setidaknya dengan serangan spesial di sudut. Sayangnya, kami hanya menemukan satu level saja yang memungkinkan hal ini. Namun tetap saja, pendekatan baru yang pantas untuk diantisipasi.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…