Performa SteamOS Masih Berantakan?

Reading time:
November 16, 2015
steam os1

Seperti sebuah judi besar yang belum jelas apakah akan terbayar manis atau tidak, kalimat yang satu ini tampaknya tepat menggambarkan posisi Valve saat ini di pasar hardware. Setelah menguasai distribusi game digital via portal raksasa mereka – Steam, Valve kini berusaha mendefinisikan ulang pasar PC gaming dengan produk bernama Steam Machines. Bekerjasama dengan pabrikan pihak ketiga, Steam Machine menjual performa lebih kuat dari konsol dengan harga serupa, sekaligus hadir dengan desain yang lebih ringkas. Namun bagian yang paling menarik mungkin akan pada pondasi perangkat lunaknya – SteamOS. Benar sekali, sistem operasi berbasis Linux ini diklaim Valve sebagai senjata utama untuk pengalaman gaming PC yang lebih optimal.

Namun sayangnya, ambisi Valve tersebut tampaknya belum terlihat. Alih-alih mengungguli Windows yang masih jadi OS andalan para gamer, SteamOS justru menunjukkan performa gaming yang lebih buruk dengan hasil yang cukup signifikan. Hal inilah yang ditunjukkan oleh hasil benchmark yang dilakukan oleh situs teknologi – Ars Technica.

Menguji game-game yang sudah di-port ke SteamOS, seperti Shadow of Mordor dan Metro: Last Redux, Ars menemukan bahwa game sama di versi Windows ternyata berjalan jauh lebih baik. Dengan menggunakan setting visual yang sama, game versi SteamOS ini memperlihatkan performa framerate 21-58% lebih rendah dibandingkan dengan versi Windows. OS racikan Microsoft tersebut memungkinkan mereka untuk memainkan Shadow of Mordor di setting Ultra 1080p dengan sekitar 34fps. Namun begitu menjajal konfigurasi sama di SteamOS? Game ini jatuh ke 14.6fps yang tentu saja, berantakan.

Pengujian yang dilakukan Ars Technica memperlihatkan bahwa SteamOS masih belum bisa diandalkan untuk gaming, terlepas dari klaim yang sempat dilemparkan Valve.
Pengujian yang dilakukan Ars Technica memperlihatkan bahwa SteamOS masih belum bisa diandalkan untuk gaming, terlepas dari klaim yang sempat dilemparkan Valve.

Berita buruknya lagi? Hal ini ternyata tak hanya terjadi di game-game AAA third party. Ars juga melemparkan skenario pengujian yang sama untuk game-game yang dikembangkan oleh Valve sendiri, seperti Portal, Team Fortress, dan tentu saja – DOTA 2. Hasilnya? Sama seperti Shadow of Mordor, framerate di SteamOS juga berantakan.

Valve sendiri belum memberikan komentar apapun terkait pengujian ini. Namun jika memang hasil serupa juga ditemukan di pengujian yang lain, maka Valve akan punya pekerjaan rumah yang “berat” untuk menjual Steam Machines mereka. Bagaimana dengan Anda sendiri? Sempat tertarik membeli Steam Machines?

Source: Ars Technica via Gamespot

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…