Preview Just Cause 3: Tinggalkan Logika Sementara!

Reading time:
December 29, 2015
Just Cause 3 jagatplay PART 1 (1)

Bukan perkara mudah tentu saja untuk terlibat dalam dua proyek game raksasa sekaligus, apalagi mengingat keduanya meluncur di tahun yang sama. Namun “prestasi” tersendiri inilah yang berhasil ditorehkan oleh Avalanche Studios yang berhasil meluncurkan dua buah game open world tahun ini – Mad Max dan tentu saja – Just Cause 3. Just Cause 3 memang bisa dibilang tampil sebagai fokus yang lebih menarik. Tak hanya janji untuk mengimplementasikan teknologi lebih baru dari sisi visual, mereka juga menjanjikan pengalaman bermain yang lebih gila dibandingkan seri-seri sebelumnya lewat implementasi beragam mekanik gameplay baru. Dan kini, kesempatan untuk menjajal game tersebut akhirnya tiba!

Kesan Pertama

Dari sisi visual, Just Cause 3 memang menawarkan peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan seri sebelumnya. Tak hanya soal detail yang lebih baik, tetapi seri ini menawarkan peta lebih luas serta atmosfer sebuah negara Mediterania yang lebih kentara. Taman bunga warna-warni memanjakan mata ditambah dengan presentasi laut terbaik yang pernah kami temukan di video game manapun, apalagi ketika cahaya matahari menembus permukaannya, tidak ada komplain yang berarti untuk urusan kosmetik Just Cause 3. Ia juga menyuntikkan efek ledakan yang juga pantas untuk diacungi jempol.

Sebelum kita membahas sisi gameplay-nya sedikit, ada beberapa hal yang pantas dicatat untuk Just Cause 3, sesuatu yang sudah membangun rasa kekecewaan sejak pertama kali kami mencicipi game ini. Pertama, tentu saja DRM. Benar sekali, ketika industri game berjuang mati-matian untuk menjauhi praktik yang dibenci oleh gamer ini, Just Cause 3 justru menawarkannya sebagai “fitur”. Game akan secara konsisten memeriksa ke jaringan internet dengan dalih untuk mengupdate chart beragam aktivitas “kompetitif” secara online berbasis score yang sama sekali tidak signifikan. Memang ada opsi untuk bermain secara offline, namun begitu Anda membuka peta, ia akan secara otomatis kembali memeriksa ke internet dan berusaha terhubung. Hasilnya? Proses loading memakan waktu lebih lama dari seharusnya. Ironisnya? Organisasi militer yang menjadi pihak musuh di Just Cause 3 ini disebut sebagai “DRM”.

Kedua, adalah game ini ternyata berujung tak terlalu optimal untuk konsol, setidaknya dari versi Playstation 4 yang kami cicipi. Walaupun secara visual ia tampak sangat menarik, apalagi mengingat implementasi sistem physics super keren yang memungkinkan Anda untuk menghancurkan nyaris objek apapun, lengkap dengan efek ledakan yang juga tak kalah keren, game ini benar-benar menderita di sisi framerate. Menaiki sebuah helikopter tempur dengan senjata rudal dan menghancurkan apapun yang Anda temukan di markas musuh mampu membuat framerate jatuh di bawah 20fps dengan sensasi melambat yang kentara. Sayangnya, kami sendiri tak punya data apakah hal yang sama terjadi di versi PC.

Bagaimana kesan pertama dari sisi gameplay? Kami sendiri berada di tengah-tengah saat ini. Ada momen keren yang membuat kami kagum, namun ada juga sensasi bahwa kemungkinan besar ia akan berakhir monoton. Pergerakan yang mengalir ketika Anda menggunakan Grappler, Parachute, dan Wingsuit untuk menuju kemanapun Anda butuhkan memang butuh sedikit latihan dan pembiasaan, namun terasa memuaskan ketika berhasil dieksekusi dengan baik. Sayangnya, sebagai sebuah game third person shooter, ia bahkan terasa lebih arcade lagi dibandingkan game kompetitor yang lain. Rico terasa seperti sebuah sponge peluru yang bisa menerima puluhan peluru tanpa merasa terancam, melawan AI bodoh yang berdiri begitu saja dan tak mampu berlindung untuk Anda bunuh secara instan, dengan sensasi animasi yang juga terasa kaku. Untuk urusan terakhir ini, kami tak terlalu menikmatinya, apalagi mengingat bahwa ada besar kemungkinan misi Anda akan berakhir dengan aktivitas serupa yang diulang-ulang. Satu yang pasti, Anda harus mengabaikan segala jenis logika, baik dari dunia nyata ataupun yang biasa Anda temukan dari game third person shooter lain untuk menikmatinya.

Namun untuk sebuah game dengan skala dunia sebesar ini, kami sendiri masih memainkan game ini cukup lama untuk menentukan sikap akhir terhadapnya. Jadi sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran apa yang ia tawarkan.

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

Just Cause 3 jagatplay PART 1 (5) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (6) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (15) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (19) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (28) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (35) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (62) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (71) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (73) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (77) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (94) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (128) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (135) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (139) Just Cause 3 jagatplay PART 1 (47)
Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…