Review Razer Mamba: Mouse Gaming Nirkabel Kelas Atas!

Author
David Novan
Reading time:
January 13, 2016
Razer Mamba jagatplay (1)
Razer Mamba, mouse gaming nirkabel kelas atas dengan bentuk seksi

 

Apa yang Anda harapkan ketika memilih mouse gaming untuk menemani sesi bermain game? Apakah ia harus mampu mengikuti semua gerakan kecil dari pergelangan tangan Anda ketika sedang membidik musuh ketika bermain shooter? Atau Anda termasuk gamer yang lebih mengutamakan kenyamanan di atas segalanya, karena Anda ingin menghindari rasa sakit di pergelangan tangan akibat desain mouse yang buruk setelah bermain delapan jam nonstop? Apapun preferensi Anda, semua kembali ke satu topik; mouse gaming harus mampu membantu Anda bermain game dengan lebih baik dan nyaman dibandingkan mouse biasa.

Bentuknya klop untuk gamer dengan telapak tangan besar sekalipun
Bentuknya klop untuk gamer dengan telapak tangan besar sekalipun

 

Melihat segelintir harapan gamer seperti di atas, Razer Mamba tampaknya menjadi pilihan yang tepat untuk menemani Anda ketika bermain game. Bukan hanya ia mampu menghasilkan tingkat akurasi yang tinggi, terutama ketika bermain game shooter, mouse gaming dari brand kenamaan ini juga mampu menjamin kenyamanan tinggi ketika bermain dalam durasi lama. Hebatnya lagi, ia bisa digunakan nirkabel atau dengan menggunakan kabel!

Sedangkan dari sisi tampilannya, Razer Mamba jelas tidak kekurangan. Berkat budaya Razer dalam membangun perangkat gaming yang penuh gaya, Razer Mamba berhasil tampil dengan lengkungan yang seksi. Pemilihan warnanya juga sesuai dengan sifat mayoritas gamer yang menyukai semua benda bernuansa gelap. Belum lagi bila menghitung penempatan sumber cahaya yang begitu keren di badan mouse dan mereka ternyata punya fungsi tersendiri yang berhubungan dengan kinerja mouse.

Tingginya pas untuk menjamin pengendalian penuh ketika bermain
Tingginya pas untuk menjamin pengendalian penuh ketika bermain

Harga yang diminta untuk dapat memiliki mouse gaming ini sendiri bisa dikatakan relatif mahal. Semua performa yang mantap tersebut akan memaksa Anda untuk merogoh kantong sampai sekitar 2,1 jutaan. Hal ini sebenarnya cukup wajar, mengingat Razer Mamba adalah mouse gaming kelas premium dengan banyak fungsi dan mampu membawakan kinerja kelas atas.

Bentuknya Seksi

Mouse gaming berbentuk garang biasanya disukai oleh gamer. Bukan hanya bertema futuristik, mouse gaming juga perlu memiliki banyak sudut tajam yang memperlihatkan kejantanan dan ketangguhan. Namun, konsep tersebut tampaknya tidak begitu mendapat perhatian pada Razer Mamba. Bahkan, bisa dikatakan bentuk mouse gaming ini begitu seksi dan memiliki garis tubuh semampai.

Sayangnya, logo Razer di punggungnya tidak menyala
Sayangnya, logo Razer di punggungnya tidak menyala

Bentuk dasar dari mouse ini hampir sama dengan mouse kebanyakan. Bedanya, ketinggian punggung mouse dari permukaan tampaknya dirancang untuk mengutamakan kenyamanan penggunanya. Ketika Anda meletakkan telapak tangan di atasnya, lengkungan punggungnya terasa klop. Selain itu, bagian telapak tangan Anda juga tidak bersentuhan dengan permukaan meja atau mousepad. Hal ini tentunya menambahkan kendali ketika Anda bermain game.

Meskipun punggungnya seksi, bagian depannya tetap mempertahankan kegarangan Razer
Meskipun punggungnya seksi, bagian depannya tetap mempertahankan kegarangan Razer

Lekukan di kedua sisinya juga disesuaikan dengan posisi ibu jari dan kelingking. Kemudian, untuk lebih mendukung kendali, pada dua sisi mouse tersebut dilapisi oleh karet supaya Anda dapat mudah menggerakkan mouse. Penggunaan karet tersebut terbukti sangat memudahkan kami ketika mengangkat mouse di tengah permainan. Selain itu, keringat di ujung jari juga tidak dapat membuat permukaan karet itu menjadi licin.

Berbicara mengenai keringat, pada permukaan di punggung mouse juga diberikan penangkal yang tepat untuk itu. Permukaan mouse ini dilapisi oleh bahan yang mirip amplas super halus. Tujuan dari penggunaan permukaan tersebut ternyata untuk meningkatkan grip telapak tangan ketika ia dibasahi keringat. Hal ini sangat berguna ketika Anda bermain untuk waktu lama, kondisi di mana sangat sulit untuk menghindari terjadinya keringat.

Permukaan mouse dibuat supaya tetap memberikan grip maksimal walaupun terkena keringat
Permukaan mouse dibuat supaya tetap memberikan grip maksimal walaupun terkena keringat

Ukuran dari mouse ini sendiri cukup pas untuk tangan berukuran besar. Penempatan tombol di sisi ibu jari yang merupakan persyaratan utama untuk mouse gaming juga sangat tepat. Kami dapat dengan mudah menekan tombol tersebut di tengah baku tembak dan ia juga sangat responsif. Tombol ibu jari di bagian belakang ternyata dibuat agak melengkung supaya pangkal jempol Anda merasa nyaman ketika berada di atasnya.

Cahaya Menjadi Pemanis

Demi mendukung bentuk seksi dari mouse ini, Anda dapat menemukan garis cahaya di kedua sisi punggung mouse. Ketika Anda menghidupkan mouse ini atau menghubungkannya dengan kabel ke PC, Anda dapat melihat garis cahaya dengan warna yang vibrant. Cahaya tersebut juga dapat ditemukan pada lingkaran yang menghiasi mouse wheel. Sayangnya, ketika Anda menggenggam mouse ini garis cahaya tersebut tertutup oleh telapak tangan.

Mouse wheel dilengkapi dengan lampu indikator baterai dan karet untuk grip jari
Mouse wheel dilengkapi dengan lampu indikator baterai dan karet untuk grip jari

Garis cahaya itu sendiri terlihat dinamis ketika mouse digunakan. Melalui bantuan driver Razer Synapse, Anda dapat mengatur beragam sifat pencahayaan. Mulai dari cahaya seperti bernafas, bergelombang, sampai berubah warna untuk menunjukkan aktivitas gerakan tangan Anda dapat ditemui pada driver tersebut. Sedangkan cahaya di mouse wheel memiliki fungsi tersendiri. Selain untuk pemanis, ia juga menunjukkan kondisi baterai dari mouse ketika digunakan pada mode nirkabel.

Selain dilapisi karet untuk meningkatkan kendali, tombol sisi dibuat melengkung supaya tidak menyakiti tangan
Selain dilapisi karet untuk meningkatkan kendali, tombol sisi dibuat melengkung supaya tidak menyakiti tangan
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…