JagatPlay NgeRacau: Hal yang Dipelajari Gamer dari 2015!

Reading time:
January 15, 2016
evolve monsters

Tahun 2015 finally selesai dan kita finally udah masuk ke dua minggu awal di tahun 2016. So far? Beberapa minggu ini kayaknya enggak fun-fun amat. Sebagai gamer, kita masih harus ketemu sama masa paceklik game yang kayaknya enggak akan selesai sampai akhir bulan atau masuk ke bulan Februari nanti. Sementara dari sisi kehidupan yang lain, kita harus kehilangan artis gede kayak David Bowie yang karyanya udah pasti kerasa familiar sama gamer yang sempat nyicipin MGS V: The Phantom Pain tahun kemarin, sama tentu aja, Alan Rickman – si Hans Gruber dari Die Hard yang filmnya kayaknya sering banget diputar apalagi kalau udah mau masuk masa Natal atau akhir tahun. Dari dalam negeri, kita ketemu sama kasus pembom-an kagak bertanggung jawab, yang untungnya, menghasilkan reaksi yang luar biasa dari seluruh negeri, bahkan jadi lelucon. So far, tahun 2016 tampaknya agak enggak bersahabat.

Masuk ke tahun 2016 berarti juga ngebuka kesempatan untuk ngelihat apa aja yang udah terjadi di sepanjang tahun 2015 kemarin. So far sih tahun kemarin bisa dibilang sebagai salah satu tahun gaming terbaik yang pernah ada, karena banyak game yang ngasih experience yang udah lama banget enggak kita rasain. Sederhananya, game-game keren lah dari The Witcher 3, Bloodborne, Her Story, Fallout 4, MGS V, sampai Xenoblade Chronicles X. Buat penggemar video game, mau apapun genre kesukaan lu, hampir semuanya akan nemuin produk yang cukup buat menuhin apa yang mereka inginin. Tapi sekali lagi, industri game juga bukan sesuatu yang sempurna. Ada banyak hal yang pantas buat jadi catatan, positif ataupun negatif dari sepanjang 12 bulan kemarin yang masuk ke radar gue pribadi.

So, apa aja yang sempat gua lihat dan jadi catatan gua pribadi dari selama tahun 2015 kemarin dan sepantasnya buat masuk jadi bahan catatan dan pertimbangan buat masuk ke tahun 2016 ini, terutama dalam kapasitas kita sebagai gamer? Gua yakin, tahun 2015 kemarin udah bikin sebagian besar dari kita jadi seorang gamer yang…

Makin Susah Percaya sama Hype

 

noooo

Tahun 2015 kemarin emang jadi “rajanya” hype. Banyak game yang udah lama banget ditunggu, apalagi yang udah sempat diumumin lama, terus ditunda, dan finally rilis dalam produk penuh tahun kemarin. Kayak kasus yang terjadi dengan Watch Dogs  dan Destiny di tahun sebelumnya, ternyata masih banyak game yang justru ngelempar hype yang udah mereka bangun setengah mati ke tanah, terus mereka injak-injak sendiri, terutama karena kualitas yang berakhir enggak sebanding dengan apa yang diharepin sama gamer. Tiga game – Star Wars: Battlefront, Tony Hawk Pro Skater 5, sama Evolve bisa jadi bukti nyata soal hal ini.

Ke depannya di tahun 2016? Untuk kembali bangun benteng yang lebih tinggi lagi buat enggak asal kemakan hype begitu aja. Untuk kembali memahami kalau betapapun menyenangkannya sebuah video game, ia tetaplah sebuah bisnis yang misi utamanya adalah buat narikin duit lu secepat mereka bisa. Alternatif terbaik adalah ngebangun ekspektasi yang lebih rasional terhadap apapun game yang bakal keluar di tahun 2016 ini, menahan diri untuk enggak ngelakuin PO sampai lu udah benar-benar yakin soal kualitas yang dia tawarin, dan mulai ngelihatin agak skeptis setiap screenshot dan trailer yang keluar di tahun kemarin ataupun sepanjang tahun ini.

Benci Sama Konami!

konami policy

Kalau ada satu hal yang berhasil dilakuin tahun 2015 kemarin ke lu adalah ngebuat kita semua, termasuk gue, untuk mulai ngerasa antipati sama satu publisher yang namanya – Konami. Sebenarnya dari beberapa tahun yang lalu udah mulai kerasa kalau ada yang enggak beres sama ini publisher, namun ketahan untuk curiga karena hampir sebagian dari kita ngerti kalau perusahaan itu memang sesuatu yang dinamis, yang selalu berubah setiap saat. Waktu mereka secara resmi matiin tim yang nanganin Suikoden? Kita semua kecewa, tapi kita tetap berharap ada kemungkinan buat hidup lagi nanti waktu Konami “sadar”. Tapi sayangnya, alih-alih sadar, yang kita temuin justru logika dan kewarasan yang makin jauh dari batas toleransi kita.

Hideo Kojima itu masalah di permukaan, karena Konami masih punya segudang track record buruk yang terungkap di sepanjang tahun 2015 kemarin. Dari mulai pembicaraan terang-terangan kalau mereka mau berfokus ke pasar mobile dan judi, sampai perlakuan sangat enggak manusiawi buat pekerja mereka yang dirilis di Nikkei. Puncaknya adalah waktu mereka mulai ngelarang Kojima buat nerima penghargaan dalam bentuk apapun ketika MGS V menang di acara-acara yang ada, terus mulai ngebawa Castlevania ke mesin pachinko. Gua sebenarnya orang yang selalu pengen berpikiran terbuka soal sudut pandang dari dua pihak kalau konflik kayak gini kejadian. Tapi sejauh mata gua memandang, enggak ada alasan sebenarnya untuk enggak benci dan ngasih satu dua sumpah serapah ke publisher yang dulu pantas disebut sebagai salah satu yang terbaik ini. Frak Konami!

Gak Ngelihat Tanggal Rilis Sebagai Sesuatu yang Dipercaya

The Division agent journey jagatplay (49)

Enggak cuman soal hype doank, alih-alih ngebaik, makin banyak publisher yang justru makin semena-mena buat maju mundurin tanggal rilis seenak jidat. Terlepas apakah mereka ngelakuin itu sekedar buat mastiin produk mereka munculin hype sesaat dan jadi pembicaraan di media besar gaming selama beberapa hari / bulan, atau karena memang di lapangan, ngeprediksiin seberapa lama lagi kerjaan mereka kelar sebelum ngeluncur ke publik sebagai sebuah produk penuh itu udah jadi sesuatu yang mustahil. Ada begitu banyak game yang tadinya pengen dirilis di tahun 2015 langsung ditendang ke 2016. Dan semuanya terjadi pas tanggal rilisnya udah mulai berdekatan pula.

Tren yang satu ini kayaknya enggak akan mati dalam waktu cepat. Enggak perlu nunggu lama deh, di 2 minggu pertama tahun 2016 aja udah langsung ada dua game yang cukup diantisipasi ditunda. Pertama, Dead or Alive Xtreme 3 yang ditendang satu bulan lebih lama tanpa alasan yang spesifik. Kedua dan kasus yang paling kocak? Platinum Games yang sekarang lagi sibuk ngerjaiin banyak produk sekaligus langsung nendang game eksklusif Xbox One yang paling ditunggu tahun ini – Scalebound ke tahun 2017 entar, hanya dalam beberapa hari masuk ke tahun 2016. Gua pribadi makin yakin kalau tanggal rilis, mau diumumin secepat dan setelat apapun, masih punya chance buat berubah kapanpun publisher kepengen. Game-game yang lu tunggu di tahun 2016 ini juga punya kemungkinan bakalan pindah ke 2017 untuk alasan klise yang sama.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…
August 2, 2022 - 0

Review Beat Refle: Pijat Refleksi Super Seksi!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Beat Refle ini? Mengapa kami…
July 22, 2022 - 0

Review As Dusk Falls: Ini Baru Game Drama Berkualitas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh As Dusk Falls ini?…
June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…

PlayStation

July 18, 2022 - 0

Review STRAY: Kocheng Oren Mah Bebas!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh STRAY? Mengapa kami menyebutnya…
March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…

Nintendo

August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…