Guitar Hero Gagal, Activision PHK Massal

Author
David Novan
Reading time:
February 17, 2016
guitar hero live

Semakin besar perusahaan, resiko PHK akibat kegagalan semakin besar pula. Apalagi bila perusahaan yang dibicarakan sekaliber Activision yang terkenal dengan seri Call of Duty. Meskipun perusahaan tersebut kerapkali dihubungkan dengan keberhasilannya dalam menjual Call of Duty, tetapi ternyata tidak demikian dengan seri game casualnya. Rendahnya penjualan Guitar Hero Live dan Skylanders SuperCharger berujung kepada PHK massal di salah satu studio Activision.

Studio yang terkena dampak PHK tersebut adalah studio milik Activision di Minneapolis, seperti yang diberitakan oleh GameInformer. Menurut juru bicara Activision, keputusan tersebut diambil untuk menyesuaikan arah perusahaan supaya sesuai dengan tujuan jangka panjangnya, yaitu untuk selalu menjadi terdepan di tengah kecamuk industri gaming dunia. Activision juga menyediakan dukungan dan layanan penempatan tenaga kerja ke perusahaan lain untuk semua yang terkena PHK.

Gagalnya Guitar Hero Live
Gagalnya Guitar Hero Live dan Skylanders SuperCharger membuat Activision harus merumahkan sejumlah karyawan.

Kedua game casual tersebut menurut Activision berada di bawah harapan akibat besarnya persaingan untuk Skylander SuperCharger, serta adanya pergeseran gamer casual ke mobile. Pesaing Skylander, seperti Disney Infinity, Lego Dimensions, dan Nintendo Amiibo ternyata terlalu kuat. Sedangkan untuk Guitar Hero, Activision tidak punya rencana untuk merilis seri baru dari game rythm tersebut. Publisher tersebut hanya berencana untuk merilis lagu dan konten baru untuk Guitar Hero Live.

Mengikuti tren pasar, Activision juga sempat terlihat langkah menuju developer game mobile melalui akuisisi developer King yang membuat Candy Crush. Apakah di masa depan Activision akan lebih berkonsentrasi di bidang mobile gaming, terbukti dengan dibebaskannya aliran dana dengan melakukan PHK massal tersebut? Melihat tren pasar sekarang, seharusnya itu adalah langkah paling plausibel yang akan diambil oleh publisher raksasa ini.

Source: GameSpot

Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 23, 2021 - 0

Review Death Stranding – Director’s Cut: Paket Baru Definisi Tinggi!

Antara Anda benar-benar menyukainya atau benar-benar membenci apa yang ia…
September 22, 2021 - 0

Review Kena – Bridge of Spirits: Kena Sihir Fantasi Elok!

Menarik adalah kata yang tepat untuk menjelaskan pilihan game-game yang…
September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…