Review Firewatch: Tak Seperti yang Dibayangkan!

Reading time:
February 16, 2016

SPOILERS WARNING!

JANGAN BACA HALAMAN INI DAN SILAKAN MENUJU HALAMAN BERIKUTNYA

UNTUK KESIMPULAN JIKA ANDA CUKUP SENSITIF DENGAN SPOILER

 

 

Delilah..oh Delilah..

Mengagumkan tentu saja, bahwa radio kecil ini, bisa muncul sebagai elemen terbaik sekaligus daya tarik utama Firewatch.
Mengagumkan tentu saja, bahwa radio kecil ini, bisa muncul sebagai elemen terbaik sekaligus daya tarik utama Firewatch.

Coba tutup mata dan bayangkan skenario berikut ini, lalu berikan sebuah jawaban sejujurnya di hati Anda sendiri. Bayangkan jika Anda hidup sebagai seorang Henry. Bahwa usaha Anda untuk menikmati hidup di usia yang kian menua harus bersinggungan dengan fakta bahwa wanita yang Anda cintai tak lagi bersikap seperti wanita yang Anda cintai. Bahwa ia tak lagi bisa memenuhi apa yang Anda inginkan secara psikis dan fisik, dengan penyakit yang bahkan membuatnya tak lagi ingat sosok Anda yang sudah berbagi banyak kenangan di masa lalu. Bahwa di sisi lain, Anda terjebak di hutan bersama dengan suara wanita berbeda yang tak hanya membuat hidup Anda lebih hidup, tetapi juga penuh humor, riang, menenangkan, penuh perhatian, dan seolah memenuhi apa yang menjadi sumber rasa haus Anda. Sudah? Tarik nafas, dan beritahu kami, wanita mana yang akan Anda pilih di akhir?

Kami sendiri juga terkejut bahwa satu hal yang kami petik dan sukai dari Firewatch justru bukan dari semua elemen misteri atau dunia indah yang ia tawarkan, tetapi situasi dilematis yang harus Anda hadapi sebagai seorang Henry. Konflik personal inilah yang menurut kami, jadi kekuatan Firewatch. Tribut tertinggi pantas diarahkan untuk dua hal: siapapun yang ditugaskan untuk menulis dialog antara Henry dan Delilah dan siapapun yang ditugaskan untuk berperan dan mengisi suara untuk kedua karakter tersebut. Karena percaya atau tidak, terlepas dari fakta bahwa Anda tak pernah melihat sosoknya sama sekali, Delilah berhasil mempresentasikan seorang karakter wanita yang  hidup. Sosok wanita yang memang akan luar biasa untuk memenuhi kekosongan hidup Anda, sebagai seorang Henry. Sulit untuk tidak jatuh hati dengan wanita yang satu ini.

Acungan dua jempol untuk siapapun yang menuliskan dialog dan memerankan sosok Henry dan Delilah di game ini.
Acungan dua jempol untuk siapapun yang menuliskan dialog dan memerankan sosok Henry dan Delilah di game ini.
Interaksi keduanya terasa begitu hidup dan nyata.
Interaksi keduanya terasa begitu hidup dan nyata.

Lewat radio kecil dengan frekuensi terbatas tersebut, keduanya berbagi banyak hal. Dari lelucon segar yang mau tidak mau membuat Anda tertawa, dari beragam masalah personal yang membuat keduanya “terjebak” di hutan lindung ini, berbagi kata saling menguatkan, hingga beragam kata-kata goda yang meluncur menyakinkan. Delilah bahkan tak ragu menyebut bahwa Henry adalah satu-satunya penjaga hutan yang paling banyak berbicara dengan dirinya, dan Henry tak ragu untuk menyebut bahwa dirinya rindu akan sosok dan suara Delilah di beberapa kesempatan. Keduanya merepresentasikan sebuah kondisi romansa antara dua manusia dewasa dengan masalah pelik yang terhitung realistis. Cukup untuk membuat Anda merasa bersalah ketika mulai sadar, bahwa apa yang Anda lakukan saat ini, bukanlah sesuatu yang adil bagi sosok Julia yang kini terus berjuang melawan penyakitnya. Salahkah jika Anda ingin mencicipi sedikit rahasia bahagia setelah cobaan yang terus datang tanpa ampun?

Jika Anda termasuk gamer yang bisa menginvetasikan sedikit emosi di karakter yang Anda mainkan, Anda akan berhadapan dengan sebuah dilema dan rasa bersalah yang besar.
Jika Anda termasuk gamer yang bisa menginvetasikan sedikit emosi di karakter yang Anda mainkan, Anda akan berhadapan dengan sebuah dilema dan rasa bersalah yang besar.

Terlepas dari fakta bahwa kualitas dialog dan voice acting antara Delilah dan Henry menjadi salah satu nilai jual terkuat Firewatch, ia tidak lantas akan menjadi sebuah standar pasti untuk menikmatinya. Gamer yang mungkin bisa menginvestasikan sedikit porsi emosi dan role-playing sebagai seorang Henry mungkin akan menemukan sesuatu yang baru di dalamnya. Sementara Anda yang tak terlalu peka untuk urusan seperti ini tetap akan menemukan Firewatch sebagai sebuah game yang absurd, apalagi dengan konklusi cerita yang ada.

Gagal Klimaks!

Sebuah roller-coaster yang tak terbayar manis.
Sebuah roller-coaster emosi yang tak terbayar manis.

Ini mungkin jadi keluhan utama banyak gamer, termasuk kami, ketika membicarakan Firewatch. Bahwa dengan semua antisipasi, apalagi dengan teaser awal dan minimnya informasi yang ia bagi di awal, Anda berharap akan menemukan sebuah game dengan atmosfer thriller yang kuat di dalamnya. Sesuatu yang sangat bisa dimengerti dan bahkan difasilitasi dengan manis oleh Firewatch sendiri sejak awal permainan, bahkan lewat interaksi antara Henry dan Delilah sekalipun. Film ini menyimpan sebuah misteri besar yang menunggu untuk dikuak.

Memperkenalkan Anda dengan pekerjaan sebagai seorang Firewatch di awal, misteri langsung jadi sumber daya tarik utama setelah beberapa misteri setelahnya. Ada seseorang yang dengan sengaja melempar mesin ketik Anda keluar dari menara penjaga, menghancurkan kacanya, mencuri selimut Anda, bahkan memotong kabel telekomunikasi dengan rapi. Setelah itu? Anda juga menemukan bahwa informasi menyebut bahwa dua gadis remaja yang sempat Anda temui dan marahi karena membuat api unggun sembarangan di hutan ternyata berakhir tak pernah pulang ke rumah mereka masing-masing, bahkan hingga memancing polisi untuk mengadakan investigasi tersendiri. Semuanya disempurnakan dengan fakta bahwa Henry sempat melihat sosok seorang misterius yang mengarahkan senter ke arahnya dan kemudian kabur cepat ketika dikonfrontasi. Ia memuat semua elemen yang sempurna untuk sebuah game horror, thriller, atau sekedar misteri di dalamnya.

Kabel telekomunikasi yang terpotong rapi?
Kabel telekomunikasi yang terpotong rapi?
Sebuah pintu besi dalam gua dengan nomor aneh?
Sebuah pintu besi dalam gua dengan nomor aneh?

Tak mengherankan jika kami pribadi dan mungkin banyak gamer di luar sana juga membangun ekspektasi bahwa akan ada sebuah kejutan di akhir cerita, sebuah klimaks yang membuat Firewatch tak sekedar berisikan kisah personal antara Henry dan Delilah, bahwa ada sesuatu yang lebih di sini. Lalu, Anda bertemu dengan lebih banyak hal janggal, dari porsi hutan yang tiba-tiba dipagar tanpa diketahui oleh Delilah yang notabene merupakan seorang pengawas hingga sebuah pintu terkunci rapat yang Anda temukan di gua. Alien? Psikopat? Pemuja agama sesat dan rahasia? Binatang legendaris yang brutal? Anda sudah gila? Atau ini hanyalah rencana Delilah yang jahat untuk menghancurkan karir Anda sebagai seorang penjaga hutan? Ada antisipasi di sana.

Game dengan konklusi yang super mengecewakan di mata kami.
Game dengan konklusi yang super mengecewakan di mata kami.

Semua elemen membangun ke arah sebuah konklusi yang seharusnya bisa membuat Firewatch ini istimewa. Ada antisipasi bahwa Anda akan bertemu dengan sebuah kejutan yang akan membuat otak Anda meleleh dan hati Anda terkejut. Tapi sayangnya, kami bisa menyebut game ini anti-klimaks. Alih-alih sesuatu yang menarik, konklusi yang ditawarkan Firewatch justru mengubur semua antisipasi tersebut dan menghasilkan sesuatu yang mengecewakan. Konklusi yang akan membuat Anda terkejut, tetapi dengan konotasi yang lebih negatif. Sesuatu yang akan membuat Anda berteriak, “HAH? GITU DOANK?!”

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…