Menjajal BETA – The Division: Lumayan Menjanjikan!

Reading time:
February 2, 2016

Dark Zone – Si Daya Tarik Utama!

Selamat datang di Dark Zone!
Selamat datang di Dark Zone!

Ubisoft memang menawarkan sebuah mode campaign cerita yang bisa diselesaikan, lengkap dengan cut-scene untuk pengalaman lebih sinematik. Anda bisa menyelesaikannya seorang diri atau mencicipinya bersama dengan 3 user lain dalam satu tim bersama. Misi utama yang sudah Anda selesaikan bisa Anda tempuh ulang dengan tingkat kesulitan lebih tinggi dengan musuh yang lebih mematikan, dengan reward utama: experience lebih besar dan kesempatan meraih loot yang lebih langka. Namun daya tarik multiplayer Ubisoft tidak terletak di mode campaign seperti ini. Pengalaman utama The Division terletak di satu area khusus bernama Dark Zone.

Jadi apa itu Dark Zone? Secara sederhana, Anda bisa menyebutnya sebagai sebuah “arena” PvE. Jika di area biasa, dimana Anda menyelesaikan mode campaign, Anda mustahil bertemu dengan user lain selain membangun tim terlebih dahulu, maka di Dark Zone, ia akan terasa seperti sebuah area MMO dimana tak hanya melawan AI yang lebih sulit saja, Anda juga akan bertemu dengan player lainnya di sana, tengah beraksi dengan kesibukan mereka masing-masing. Kerennya lagi? Dark Zone adalah sebuah arena PvE dan PvP sekaligus. Ini berarti, tak hanya membunuh musuh AI yang lebih kuat dibandingkan dengan area biasanya, Anda juga berkemungkinan besar harus melawan sesama player yang lain.

Dark Zone jadi
Dark Zone jadi “arena” multiplayer sesungguhnya. Anda bisa melawan AI yang lebih tangguh atau player lain di sini.

Ubisoft berhasil membuat Dark Zone “naik kelas” menjadi sebuah bagian yang esensial untuk The Division. Mengapa? Karena area “hukum rimba” ini adalah satu-satunya kesempatan Anda untuk mendapatkan rangkaian loot equipment dan senjata langka yang jauh lebih kuat, sesuatu yang hampir tak bisa Anda temui di area biasanya. Jadi intinya, mau tidak mau, Anda harus masuk ke dalam Dark Zone ini. Beberapa area berada dalam status “terkontaminasi” yang menuntut Anda memiliki filter dalam level tertentu sebelum bisa diakses. Sementara sebagian besar loot lainnya akan jatuh secara acak dari musuh yang biasanya bergerombol. Musuh dengan nama kode tertentu biasanya hadir sebagai “pemimpin” dan menjadi yang paling sulit untuk ditaklukkan.

Mekanisme Dark Zone sendiri cukup unik. Jika Anda mendapatkan loot yang keren, misalnya, Anda tidak akan langsung bisa menggunakannya. Semua loot ini akan masuk dalam status terkontaminasi. Untuk “membersihkannya”, Anda harus membawa loot ini keluar dari Dark Zone dengan mengaitkannya ke helikopter yang akan mendarat di titik tertentu dalam jangka waktu yang singkat. Begitu loot Anda berhasil “ditarik keluar” dari helikopter, loot ini akan masuk dalam kategori bersih dan Anda akan bisa menggunakannya. Anda mungkin akan mendapatkan banyak loot langka yang super menggiurkan di Dark Zone, namun pertanyaannya kini, bisakah Anda membawanya keluar? Karena bukan saja musuh yang mengancam dan mampu membunuh Anda secara instan jika Anda lengah, Anda juga harus berhadapan dengan player lainnya.

Ia menyediakan banyak loot yang lebih langka dan berharga. Namun tak bisa digunakan begitu saja, Anda harus membawanya keluar dari Dark Zone untuk dibersihkan sebelum bisa digunakan. Jika Anda tewas, loot Anda akan tergeletak begitu saja.
Ia menyediakan banyak loot yang lebih langka dan berharga. Namun tak bisa digunakan begitu saja, Anda harus membawanya keluar dari Dark Zone untuk dibersihkan sebelum bisa digunakan. Jika Anda tewas, loot Anda akan tergeletak begitu saja.
Siapa yang bisa Anda percaya? Siapa yang akan jadi pengakhir hidup Anda?
Siapa yang bisa Anda percaya? Siapa yang akan jadi pengakhir hidup Anda?

Di sinilah konsep PvP The Division seharusnya bersinar.  Anda bisa bermain “kotor” untuk mendapatkan loot ini. Alih-alih bersusah payah untuk mengumpulkannya dari musuh, Anda selalu punya kesempatan untuk membunuh player lain, mencuri loot mereka di saat itu juga, dan berusaha membawanya keluar dari Dark Zone. Kesempatan untuk melakukan hal ini begitu besar, apalagi dengan fakta bahwa aksi Anda untuk memanggil helikopter akan diketahui oleh semua player di satu ruang yang sama dan Anda harus menunggu hingga mereka tiba. Hal ini membuat Dark Zone menjadi area yang menegangkan. Anda tidak pernah tahu siapa player yang bisa Anda percaya dan Anda tidak tahu siapa pula yang bisa mengkhianati Anda di titik terakhir. Ada kewaspadaan ekstra ketika bertemu dengan player lain karenanya.

Tapi bukan berarti mereka yang membunuh player lainnya bisa lolos dari konsekuensi begitu saja. Begitu Anda tidak sengaja menembak player lain atau secara sengaja “memburu” mereka, Anda akan mendapatkan status Rogue dengan ikon tengkorak merah di kepala. Semua player yang lain akan mengetahui apa yang baru Anda lakukan dan mungkin akan bereaksi terhadap aksi Anda ini.  Jika Anda terus membunuh player lainnya dengan efektif, Anda akan mendapatkan status “Manhunt” – atau orang paling berbahaya di ruang Dark Zone ini. Player dengan status Manhunt akan punya ikon yang terlihat jelas. Gamer yang berhasil memburu mereka yang berada dalam status “Manhunt” akan mendapatkan reward tertentu. Sementara mereka yang berhasil selamat dari status ini setelah cooldown untuk beberapa waktu juga akan mendapatkan reward dalam bentuk mata uang yang hanya bisa Anda gunakan di Dark Zone saja.

Gamer yang sudah membunuh user lain akan masuk dalam status Rogue dan terlihat jelas di peta.
Gamer yang sudah membunuh user lain akan masuk dalam status Rogue dan terlihat jelas di peta.
Terus membunuh user lain dan status Anda akan naik dari Rogue ke Manhunt. Garis besarnya? Anda baru saja jadi
Terus membunuh user lain dan status Anda akan naik dari Rogue ke Manhunt. Garis besarnya? Anda baru saja jadi “target bersama” yang menggiurkan.
Di hari pertama beta, suasana Dark Zone bisa dibilang chaos. Semuanya saling membunuh untuk loot lebih baik. Berapa banyak item berharga kami yang harus berpindah tangan? Tak lagi menarik untuk diungkit.
Di hari pertama beta, suasana Dark Zone bisa dibilang chaos. Semuanya saling membunuh untuk loot lebih baik. Berapa banyak item berharga kami yang harus berpindah tangan? Jangan diungkit.
Namun ketika mengetahui resikonya tak sebanding, banyak gamer yang mulai memperlakukan Dark Zone layaknya
Namun ketika mengetahui resikonya tak sebanding, banyak gamer yang mulai memperlakukan Dark Zone layaknya “tempat looting” lain dan bermain lebih damai. Lihat saja apa yang terjadi di sini.

Terdengar menarik? Secara konsep, iya. Di hari pertama beta, Dark Zone adalah sebuah area yang sangat chaos, dimana player selalu berusaha untuk menyikut player lainnya yang sedang berusaha mengamankan loot mereka. Perang secara konsisten terjadi, dan kematian jadi hal yang lumrah. Namun ada sesuatu yang aneh di hari kedua dan ketiga beta yang kami cicipi. Kadar ini jauh berkurang setelah player mengetahui bahwa hampir sebagian besar loot yang mereka “incar” ini ternyata bisa dicari dengan sekedar membunuh AI yang ada di sekitar Dark Zone tanpa harus saling berperang. Yang terjadi justru lebih banyak aksi kooperatif, dimana player satu sama lain, tidak berkeberatan untuk saling membantu dan mendukung untuk membawa loot mereka keluar via helikopter yang ada. Konflik menjadi jauh yang lebih minim.

Untuk sebuah area yang didesain sebagai area PvP dan jadi “bumbu” yang berbeda dengan mode campaign, ini tentu saja jadi pukulan telak untuk The Division dan jadi tren yang sangat mengkhawatirkan di versi final nantinya. Ada ekspektasi kuat bahwa Dark Zone harus secara konsisten hadir sebagai sebuah area yang berbahaya, bahwa ancaman bisa datang dari AI maupun player lainnya. Jika ancaman dari player hilang begitu saja, maka ia tak akan lagi seseru dan semenegangkan yang dibayangkan dan berpotensi berakhir sekedar “tempat looting” ekstra. Ubisoft butuh memikirkan sistem untuk memfasilitasi aksi Rogue ini karena sejauh ini ia terlihat sangat tidak berimbang. Bahwa tindakan dengan penuh resiko seperti ini tak terbayar sepadan. Begitu mendapatkan status Rogue, Anda mudah diburu, Anda mudah mati, Anda justru berpotensi kehilangan loot yang Anda dapatkan, dengan reward yang tak seberapa pula. Tak ada alasan yang kuat untuk menjajal opsi tersebut saat ini dan tak mengherankan, semuanya bermain begitu tenang dan damai.

Butuh balancing untuk membuat Rogue ini jadi opsi yang tetap sama menggodanya dengan kolaborasi bersama user lain.
Butuh balancing untuk membuat Rogue ini jadi opsi yang tetap sama menggodanya dengan kolaborasi bersama user lain.
Hati-hati mengarahkan moncong senjata Anda. Salah tembak satu peluru saja ke user lain, Anda akan berakhir jadi Rogue seketika.
Hati-hati mengarahkan moncong senjata Anda. Salah tembak satu peluru saja ke user lain, Anda akan berakhir jadi Rogue seketika.

Satu hal yang juga kami keluhkan adalah status Rogue yang mudah terjadi hanya karena ketidaksengajaan. Kami sempat mendapatkan status Rogue dan mati diburu orang lain begitu saja hanya karena satu peluru yang tak sengaja mengenai salah satu player yang memutuskan untuk hilir mudik di depan scope senjata kami ketika tengah berperang melawan musuh AI yang lain. Sebuah mekanisme yang begitu bodoh, tentu saja.

Dark Zone adalah daya tarik utama The Division. Musuh lebih kuat, looting lebih langka, ancaman yang secara konsisten hadir, dan daya tarik yang berbeda dengan mode campaign jadi sesuatu yang berpotensi berakhir menyegarkan. Namun inti dari area yang satu ini tentu saja mendorong gamer untuk melakukan aksi kooperatif dengan player lain.

Usahakan Punya Teman!

Apakah Anda punya teman untuk mencicipi game ini bersama? Ia harus jadi salah satu pertimbangan utama.
Apakah Anda punya teman untuk mencicipi game ini bersama? Ia harus jadi salah satu pertimbangan utama.

Jadi, apakah The Division pantas untuk dilirik atau tidak? Sejauh ini, kami hanya punya satu saran utama sebelum Anda memutuskan untuk membelinya nanti atau tidak, selain pertimbangan kualitas: teman. Apakah Anda punya teman yang hendak memainkannya juga? Atau mungkin Anda sudah punya komunitas yang memang tertarik mencicipinya? Apakah Anda akan berada di platform main yang sama? Semua pertanyaan tersebut akan sangat menentukan keputusan yang Anda ambil. Karena jika semua pertanyaan tersebut berakhir dengan kata “Tidak”, The Division tak akan berakhir menjadi sebuah game yang optimal.

Oke, Anda memang punya kesempatan untuk menyelesaikan mode single layer campaign-nya seorang diri, tanpa pernah bermain bersama player yang lain. Namun begitu Anda berusaha masuk ke tingkat kesulitan lebih tinggi ketika berusaha memainkan misi ulang tertentu, Anda akan butuh teman karena lompatan yang ada cukup signifikan. Teman bahkan jadi elemen pendukung yang bahkan lebih signifikan ketika Anda mulai masuk ke Dark Zone. Ingat, seperti yang kami sebut di atas, Dark Zone adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Anda pasti akan masuk ke sini, berusaha melakukan looting item dan equipment, dan berusaha bertahan hidup. Di sebuah dunia “hukum rimba” dimana semua hal bisa jadi akhir hidup Anda, selalu menenangkan untuk punya teman yang menjaga punggung Anda dengan setia. Setidaknya, Anda tahu bahwa mereka tidak akan mengkhianati Anda.

Hampir mustahil selamat di Dark Zone seorang diri.
Hampir mustahil selamat di Dark Zone seorang diri.
Untungnya, cukup mudah mengundang pemain lain untuk masuk ke dalam squad yang sama di sini.
Untungnya, cukup mudah mengundang pemain lain untuk masuk ke dalam squad yang sama di sini.

Dengan banyak elemen kombinasi skill dan kuantitas musuh yang harus dihadapi, koordinasi juga jadi sesuatu yang harus terjadi. Anda, misalnya, tidak akan mau menghabiskan skill healing Anda dengan waktu cooldown lama ketika ternyata player lain, tanpa koordinasi, sudah melakukan hal yang sama 1 detik lebih cepat, yang berujung pada absennya skill healing dalam waktu tertentu yang bisa saja berakhir jadi akhir hidup Anda. Mengatur fokus serang atau sekedar mengingatkan teman lain untuk bersiap karena hadirnya Squad lain yang mencurigakan di daerah Dark Zone akan membantu Anda menikmati game ini lebih maksimal.

Anggap saja kesempatan untuk menambah teman baru.
Anggap saja kesempatan untuk menambah teman baru.

Tapi apakah ini berarti Anda yang seorang diri tak bisa menikmatinya? Bisa, tapi seperti yang kami bicarakan di atas, ia tak akan berakhir maksimal. Salah satu alternatif terbaik lainnya adalah masuk ke Dark Zone seorang diri dan mulai mencari Squad yang bisa Anda masuki untuk saat itu juga dan berperan sebagai anggota tim untuk user yang mungkin tak Anda kenal. Menjadi bagian dari tim seperti ini akan menghasilkan dua keuntungan: keamanan dan kesempatan untuk bermain kembali dengan mereka di masa depan sebagai teman online Anda yang baru. Untungnya, proses ini terhitung mudah lewat UI yang disuntikkan Ubisoft. Sangat mudah melihat profile user lain dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam tim. Kami yang bermain di Reg 2 – Eropa, bahkan sudah mendapatkan satu tim tetap bersama dengan 3 user Eropa yang bahkan tak kami kenal selama 3 hari masa beta kemarin. Opsi ini selalu tersedia.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…