Review Street Fighter V: Lebih Baik Bersabar!

Reading time:
February 23, 2016

Semuanya Tentang “V”!

V tak sekedar nama, tapi jadi basis untuk mekanisme gameplay baru yang ditawarkan Capcom di seri teranyar ini.
V tak sekedar nama, tapi jadi basis untuk mekanisme gameplay baru yang ditawarkan Capcom di seri teranyar ini.

Punya kesempatan untuk tiba di angka 5 yang diwakili angka Romawi Kuno “V” tampaknya jadi kesempatan yang tak ingin disia-siakan oleh Capcom begitu saja. Ia menjadi salah satu sumber nama sekaligus penerapan fitur baru di sisi gameplay yang ditawarkan oleh Street Fighter V. Berita baiknya? Tak seperti sisi cerita yang terhitung mengecewakan dan butuh waktu sebelum pembuktian, sisi gameplay Street Fighter V, untungnya berakhir seperti apa yang Anda inginkan dan harapkan. Ia terasa solid dengan beragam perubahan seperti yang sempat mereka klaim sebelumnya, cukup untuk membuat gamer pendatang baru tertarik untuk menguasainya dan gamer veteran untuk menemukan sesuatu yang baru di dalamnya. Inilah daya tarik utama Street Fighter V itu sendiri!

Salah satu yang cukup kami rasakan sebagai salah satu gamer Street Fighter yang selalu menjajalnya dari satu seri ke seri lain, adalah tingkat kesulitan yang kini terasa lebih mudah dikuasai dibandingkan seri-seri sebelumnya. Frame serangan kombinasi dari satu ke yang lainnya kini lebih lebar, memungkinkan beragam interaksi antara dua petarung lebih sulit diprediksi, tetapi juga mudah dieksekusi di saat yang sama.

Frame serangan tak lagi seketat seri terdahulu untuk mengakses kombinasi serangan yang ada.
Frame serangan tak lagi seketat seri terdahulu untuk mengakses kombinasi serangan yang ada.
Balancing yang cukup ekstrim dan menyegarkan. Zangief, misalnya, tak lagi punya Balancing Flat aka
Balancing yang cukup ekstrim dan menyegarkan. Zangief, misalnya, tak lagi punya Balancing Flat aka “Green Hand” andalannya.

Beragam pergerakan serangan pemungkas juga terasa lebih sederhana, dan mudah untuk dipicu. Sebagai gamer yang tak pernah bisa bermain dengan menggunakan M.Bison atau Zangief di masa lalu, secara menakjubkan, kami bisa mengakses Critical  Arts masing-masing dengan kombinasi skill yang juga lebih mudah dipicu. Capcom juga menambahkan dan membuang beberapa gerakan khas karakter di Street Fighter IV, membubuhkan serangan yang baru, mengatur padatnya bar health dan kecepatan gerak karakter di dalamnya. Ada proses balancing yang terasa kentara di sana, bahkan untuk gamer veteran sekalipun. Zangief misalnya, kini tak lagi punya jurus “Green Hand” aka Banishing Flat yang jadi sumber kekuatan utamanya di seri keempat untuk menyerang dan mendekatkan diri ke musuh secara instan. Perubahan juga terjadi di Critical Arts-nya yang kini tak punya frame untuk animasi serangan dan otomatis terpicu tanpa kesempatan menghindar begitu Anda masuk ke jarak serang yang ada. Ken – salah satu karakter ikonik Street Fighter kini juga mampu membangun identitas serangan yang lebih berbeda dengan Ryu, dan tak sekedar terlihat seperti “Ryu dengan ekstra pukulan api” yang begitu kental di masa lalu. Gamer veteran akan menemukan sesuatu di sini.

Namun penyuntikkan beragam fitur “V” lah yang membuat Street Fighter V punya dinamika yang unik dan berbeda, sekaligus solid di saat yang sama. Street Fighter V menawarkan V-Skill, V-Gauge, V-Trigger, dan V-Reversal untuk memperkaya gameplay yang ada. Kerennya lagi? Tiap karakter punya elemen punya aksi “V” yang berbeda satu sama lain, sehingga tak hanya menguasai karakter yang Anda gunakan, tetapi memahami apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan karakter lain dengan deretan skill “V” mereka akan memainkan peranan super penting.

V-Skill adalah akses skill khusus tanpa perlu mengorbankan resource apapun, yang unik untuk masing-masing karakter.
V-Skill adalah akses skill khusus tanpa perlu mengorbankan resource apapun, yang unik untuk masing-masing karakter.
Fang, misalnya, bisa memuntahkan racun dalam bentuk serangan proyektil kecil dengan V-Skillnya.
Fang, misalnya, bisa memuntahkan racun dalam bentuk serangan proyektil kecil dengan V-Skillnya.

V-Skill adalah kemampuan khusus tiap karakter yang bisa diakses dengan menekan tombol Middle Punch + Middle Kick bersamaan, tanpa perlu mengorbankan resource apapun. Dhalsim misalnya, bisa melayang di angkasa untuk waktu tertentu ketika mengakses skill ini, Ryu bisa membatalkan serangan proyektil, Ken bisa berlari cepat ke depan, dan Necalli bisa menghantam tanah dan menghadirkan serangan range dalam jarak tertentu. Kemampuan Anda untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk memanfaatkan V-Skill akan jadi sesuatu yang esensial. V-Gauge, seperti namanya, adalah bar ekstra di atas EX untuk mengaktifkan V-Triggers dan V-Reversals, dua elemen “V” lainnya.

V-Reversal akan meminta satu bar V-Gauge dan seperti namanya, digunakan untuk membalikkan keadaan, terutama ketika Anda berada dalam posisi diserang. Vega, misalnya, punya V-Reversal yang akan membuatnya melakukan salto belakang untuk menghindari serangan yang ada dan kemudian menyerang  cepat untuk membuka pertahanan musuh, sementara Ryu melemparkan Hadouken dalam range lebih kecil yang akan mementalkan mereka. Sementara V-Triggers adalah kemampuan khusus yang bisa diakses ketika V-Gauge penuh dan dipicu dengan menekan tombol High Punch + High Kick bersamaan. Efeknya sendiri terkadang membuka akses untuk varian serangan yang tak bisa Anda picu di kondisi biasa, yang terkadang juga diikuti dengan ekstra damage di dalamnya. V-Triggers Chun-Li membuat setiap serangannya punya hit dua kali, Dhalsim mampu memuntahkan kolam api dengan efek AOE, sementara Rashid akan menendang sebuah angin topan super tinggi secara langsung.

Dengan V-Gauge penuh, Anda bisa mengakses serangan lebih spesial bernama V-Triggers. Di Dhalsim, ia mampu menciptakan kolam api dengan efek AOE.
Dengan V-Gauge penuh, Anda bisa mengakses serangan lebih spesial bernama V-Triggers. Di Dhalsim, ia mampu menciptakan kolam api dengan efek AOE.
Dengan hadirnya mekanisme
Dengan hadirnya mekanisme “V” ini, pertarungan menjadi lebih sulit diprediksi.

Kehadiran elemen “V” – V-Gauge, V-Triggers, V-Skill, dan V-Reversal ini tentu saja menawarkan sesuatu yang baru dan berbeda di Street Fighter V itu sendiri. Akses dua tombol instan untuk ekstra damage atau varian serangan yang bisa diakses secara instan membuka potensi untuk dua hal berbeda – pertama, kemudahan akses bagi gamer pemula karena penyederhanaan fungsi yang tak lagi selalu berkisar soal putaran setengah lingkaran dan tentu saja, kedua, memperbesar kemungkinan untuk membalikkan keadaan. Jika Anda gagal menawarkan perhatian yang sama intensifnya di awal pertarungan dengan akhir pertarungan, jangan salahkan diri Anda sendiri jika Anda gagal mencapai kemenangan hanya karena satu kesalahan kecil.

Peningkatan visualnya tak terasa terlalu signifikan dan berbeda. Efek tinta di serangan tetap jadi nilai jual utama.
Peningkatan visualnya tak terasa terlalu signifikan dan berbeda. Efek tinta di serangan tetap jadi nilai jual utama.
Desain levelnya lah yang pantas untuk diacungi jempol. Satu level di China -
Desain levelnya lah yang pantas untuk diacungi jempol. Satu level di China – “Bustling Side Street” punya interaktivitas ekstra di dalamnya seperti yang kami unjuk di video bawah ini. Sayangnya, ia jadi satu-satunya.

[gfycat data_id=”VeneratedAlienatedIndianpangolin”]

Lantas, bagaimana dari sisi kosmetik? Implementasi Unreal Engine 4 memang menawarkan efek partikel ekstra di sana-sini, namun tak terasa terlalu signifikan. Keputusan Capcom untuk membawa pendekatan efek tinta 2.5D yang mereka tawarkan di Street Fighter IV membuat Street Fighter V tak terasa berbeda signifikan di sisi visual, dan lebih memperlihatkan kesan yang familiar di dalamnya. Beberapa animasi serangan pemungkas memang terlihat berbeda, tapi tak berakhir jadi hal bombastis yang terlalu dibuat-buat, yang tentu saja – tetaplah sebuah pendekatan yang pantas diacungi jempol. Desain level terasa lebih menyegarkan dengan efek yang lebih detail. Salah satunya bahkan hadir dengan level interaktivitas yang memungkinkan Anda membuka ruang baru dengan efek yang cukup lucu jika berhasil didorong hingga batas kiri atau kanan. Sayangnya, sejauh kami menjajalnya, efek seperti ini hanya ada di satu level spesifik saja dan tidak tersedia di semua level yang ada.

Apa yang bisa disimpulkan? Bahwa dari sisi gameplay, Street Fighter V memenuhi semua klaim yang sempat ia lemparkan di masa lalu. Bahwa tak hanya solid, ia mampu menawarkan sensasi berbeda untuk mereka yang veteran tetapi juga berakhir menjadi game yang lebih “mudah” diakses untuk mereka yang baru hendak mengenal game yang satu ini. Balancing, pendekatan detail stage yang keren, dan implementasi beragam fungsi “V” yang unik membuatnya tetap kompetitif, menyenangkan untuk dicicipi, dan berbeda di saat yang sama.

Untuk Saat ini, Online

Daya tarik utamanya saat ini masih di mode online.
Daya tarik utamanya saat ini masih di mode online.

Dengan rilis yang masih menyisakan beragam fitur yang belum dibuka, satu-satunya daya tarik Street Fighter V saat ini hanyalah terletak pada multiplayer online yang ia usung.  Hampir semua mode yang di game fighting lain dikembangkan serius untuk memastikan para gamer yang lebih senang melawan AI punya waktu bersenang-senang lebih banyak, ternyata tak mampu disediakan oleh Street Fighter  V di awal rilisnya. Seperti yang kami bicarakan di atas, Anda yang senang bermain solo kini hanya punya dua daya tarik – Character Story Mode yang bisa diselesaikan dalam waktu 1-2 jam, serta satu mode ekstra – Survival Mode yang mengharuskan Anda untuk bertarung dengan 30 karakter AI untuk mendapatkan ekstra warna kostum. Hanya ini saja.

Untuk saat ini, konten
Untuk saat ini, konten “single player”-nya memang harus diakui tak memuaskan. Jika Anda termasuk gamer yang benci bertanding online, ia akan “basi” dalam waktu 2-3 jam permainan saja.
Online adalah daya tarik utama Street Fighter V saat ini.
Online adalah daya tarik utama Street Fighter V saat ini.

Maka Anda yang tak punya koneksi internet reliable misalnya, akan berakhir bosan dan tak punya lagi ekstra hal untuk dilakukan hanya dalam waktu 2 jam Anda membeli game ini. Diperparah jika Anda berujung ternyata tak punya teman sama sekali untuk diajak berkompetisi secara offline. Untuk saat ini, daya tarik Street Fighter V dan “denyut nadi” yang membuatnya tetap eksis hanyalah semangat kompetitif yang ia tawarkan via mode multiplayer, Normal ataupun Ranked, melawan mereka dari seluruh dunia. Berita baik yang cukup keren? Gamer yang berada di Playstation 4 dan PC punya kesempatan untuk saling berhadapan. Server kedua versi ini dilebur menjadi satu, dan sejauh ini, tak meninggalkan masalah apapun.

Seandainnya saja kami bisa berbicara bagaimana mode online ini akan memenuhi apa yang Anda butuhkan, karena pada akhirnya, ia menjadi sumber masalah yang lain. Jika review ini ditulis satu minggu lebih awal, misalnya, kami mungkin akan secara konsisten mengumpat soal sulitnya menemukan satu lawan pertarungan saja secara online atau bagaimana tak ada satupun petarungan yang terasa berkualitas karena lag yang terjadi. Untungnya, langkah cepat Capcom membenahi mode yang super penting ini cukup untuk membuat pendapat kami berbalik sedikit lebih positif. Menjajalnya di pagi hari ini juga, sebelum review ini ditulis, menemukan lawan secara online memang jauh lebih mudah dibandingkan dengan minggu lalu misalnya dengan masalah konektivitas yang tak terlalu signifikan. Tapi harus diakui belum sempurna, karena ada beberapa pertandingan yang kami berakhir seperti menikmati slideshow gambar karena lag yang begitu parah, padahal internet kami berjalan cukup stabil di kala itu.

Anda memang masih harus menunggu cukup lama, namun kondisi server saat review ini ditulis setidaknya lebih baik di awal minggu rilis SFV.
Anda memang masih harus menunggu cukup lama, namun kondisi server saat review ini ditulis setidaknya lebih baik di awal minggu rilis SFV.
Berhadapan dengan ragam kombinasi serangan dan strategi player lain membuat seri ini bersinar.
Berhadapan dengan ragam kombinasi serangan dan strategi player lain membuat seri ini bersinar.

Memainkannya di Ranked Match, setidaknya daya tarik Street Fighter V begitu bersinar. Obsesi para gamer, termasuk kami, untuk menjadi yang terbaik benar-benar membuat seri ini lebih terasa optimal daripada sekedar bertarung melawan AI yang harus diakui, sang lemah dan tak relevan di mode Story dan Survival. Di tangan para gamer di seluruh dunia ini, Anda akan berhadapan dengan ekseksusi kombinasi serangan dan strategi pertarungan yang selalu unik, yang terkadang mampu membuat Anda puas, tetapi gak jarang berakhir dengan kekesalan yang lebih mendalam. Tak pernah ada pertarungan yang berjalan sama, membuat usaha untuk naik kelas ini selalu berakhir jadi sesuatu yang menantang dan manis.

Masih dipenuhi terlalu banyak Ken & Ryu.
Masih dipenuhi terlalu banyak Ken & Ryu.
Selama puluhan kali permainan kami, kami bahkan belum pernah bertemu Fang ataupun Dhalsim.
Selama puluhan kali permainan kami, kami bahkan belum pernah bertemu Fang ataupun Dhalsim.

Sayangnya, ia juga jadi bukti balancing karakter yang terhitung masih lemah. Dari 10 pertarungan, misalnya, hampir 8-9 di antaranya, Anda akan berakhir bertarung melawan Ryu atau Ken yang sepertinya masih jadi favorit hingga saat ini. Dari semua pertandingan kami yang mungkin sudah menyentuh angka lebih dari 30-an, tak sekalipun kami sempat bertemu Dhalsim dan Fang, misalnya. Mika hanya satu kali, Necalli bisa dihitung dengan jari, apalagi Birdie. Selalu Ken dan Ryu, yang tentu saja jadi pekerjaan berat Capcom untuk memastikan bahwa ada reward yang lebih pantas untuk memainkan lebih banyak karakter yang bervariasi daripada terperangkap kuat di zona nyaman.

Online Mode saat ini memang masih jadi satu-satunya daya tarik utama Street Fighter V dan seharusnya jadi bahan pertimbangan utama sebelum Anda membeli game yang satu ini. Ia memang belum sempurna, namun komitmen Capcom untuk terus membenahinya dan terbukti lebih baik dari waktu ke waktu adalah sesuatu yang cukup menenangkan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
November 29, 2024 - 0

Palworld Dan Terraria Crossover Event Akan Hadir Pada 2025

Palworld dan Terraria umumkan event crossover yang akan digelar pada…

PlayStation

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 21, 2025 - 0

Review Clair Obscur Expedition 33: RPG Turn-Based nan Indah, Seru, & Memilukan

Clair Obscur: Expedition 33 menjadi bukti akan pentingnya passion dan…
June 19, 2025 - 0

Review Monster Hunter Wilds: Keindahan Maksimal di Tengah Derasnya Adrenalin

Monster Hunter Wilds berhasil gabungkan beragam elemen terbaik dari seri…
December 7, 2024 - 0

Preview Infinity Nikki: Game Indah Di Mana Baju Adalah Pedangmu

Kesan pertama kami setelah memainkan Infinity Nikki selama beberapa jam;…

Nintendo

November 4, 2025 - 0

Review Trails in the Sky 1st Chapter: Remake Terindah Untuk Game JRPG Klasik

Trails in the Sky 1st Chapter menjadi remake yang teramat…
June 30, 2025 - 0

Review Nintendo Switch 2: Upgrade Terbaik Untuk Console Terlaris Nintendo

Nintendo Switch 2 merupakan upgrade positif yang telah lama ditunggu…
July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…