Review Armaggeddon NRO-5 Starship III: Mouse RGB Murah!

Reading time:
March 5, 2016
Mouse Gaming Armaggeddon NRO-5 Starship III
Mouse Gaming Armaggeddon NRO-5 Starship III

RGB, istilah yang satu ini tampaknya akan mewarnai meja review JagatPlay selama tahun 2016 ini. Produsen peripheral gaming semakin mengerti bahwa gamer pada akhirnya tak hanya butuh kenyamanan dan performa mumpuni untuk mendukung aktivitas gaming mereka, tetapi juga produk yang mampu memperkuat identitas mereka sebagai gamer. Kehadiran 16 juta kombinasi warna yang bisa dihasilkan oleh LED yang ada memberikan kesempatan gamer untuk tak hanya memperkuat estetika perangkat mereka saja tetapi mengkombinasikannya untuk menciptakan karateristik yang lebih personal. Daya tarik inilah yang berusaha disuntikkan Armaggeddon di produk mouse gaming teranyar mereka – NRO-5 Starship III.

Desain dan Fitur

Desain kosmetik yang tidak berlebihan, garis tipis grid ini menghiasi bagian depan mouse.
Desain kosmetik yang tidak berlebihan, garis tipis grid ini menghiasi bagian depan mouse.

Mendengar namanya saja sudah cukup untuk membuat Anda seolah tengah berhadapan dengan sebuah mouse dari masa depan yang digunakan di kapal-kapal luar angkasa untuk sekedar kemampuan navigasi. Starship III secara desain memang berusaha mengejar tema tersebut dan dilakukan dengan tidak berlebihan. Anda bisa melihat garis-garis grid tipis sebagai hiasan di sepanjang tubuh mouse dengan logo Armaggeddon di bagian punggung bawah perangkat mouse gaming yang satu ini. Ia membuka ruang ekstra di bagian kiri mouse sebagai tempat bersandar jempol, yang memang menambah ekstra kenyamanan untuk gamer yang menjadikan tangan kanan sebagai tangan gaming utama mereka dan sayangnya, sebaliknya untuk mereka yang kidal.

Ia dibangun dengan plastik sebagai material utama. Armaggeddon sendiri mengklaim bahwa bahan ini juga dikombinasikan dengan bahan karet untuk grip lebih baik.
Ia dibangun dengan plastik sebagai material utama. Armaggeddon sendiri mengklaim bahwa bahan ini juga dikombinasikan dengan bahan karet untuk grip lebih baik.
Logo kecil di bagian belakang yang menyala terang.
Logo kecil di bagian belakang yang menyala terang.
Dengan thumb rest di bagian kiri mouse, NRO-5 Starship III memang lebih ditujukan untuk gamer tangan kanan.
Dengan thumb rest di bagian kiri mouse, NRO-5 Starship III memang lebih ditujukan untuk gamer tangan kanan.

Plastik menjadi bahan utama yang dipilih Armaggeddon untuk membungkus segala fitur yang ditawarkan oleh NRO-5 Starship III ini, yang untungnya, tak lantas membuat built quality yang ia usung terasa murahan. Sisi kosmetiknya tentu saja mengandalkan kombinasi warna pelangi yang meluncur lewat bagian scroll wheel dan logo kecilnya. Satu yang membuat mouse ini unik adalah usahanya untuk membuat sebuah perangkat padat fungsi dengan menyematkan lima buah ekstra tombol makro di sisi kiri mouse dalam bentuk melengkung. Sementara sisa tombol lainnya? Mengikuti standar mouse pada umumnya, termasuk dua ekstra tombol di tengah untuk mengatur tingkat sensitivitas mouse secara instan.

Lantas, kemampuan seperti apa yang diusung oleh mouse yang satu ini? Berikut adalah fitur dan spesifikasi lengkap yang ia tawarkan:

  • Macro-able™ Laser class gaming mouse
  • Up to 6-level CPI adjustments on-the-fly [Default 500/1000/2000/4000]
  • 9 Buttons + 4 way click scroll [Save up to 12 macro scripts]
  • Adjustable polling rate: 250Hz-4ms/500Hz-2ms/1000Hz-1ms
  • High performance tracking speed: Up to 150 inches per second
  • Avago 9800 Laser sensor
  • Ultra durable 1.8m Nylon cord
  • High quality teflon foot pads
  • Framerate: 12,000 Frames per second
  • Acceleration: 30G

Armaggeddon NRO-5 Starship III, Seberapa Nyaman?

Armaggeddon NRO-5 Starship III, seberapa nyaman?
Armaggeddon NRO-5 Starship III, seberapa nyaman?

Dari sisi kenyamanan, secara garis besar, tak ada yang bisa dikeluhkan dari mouse yang satu ini. Plastik tak lantas membuatnya terasa ringkih. Armaggeddon sendiri mengklaim bahwa mereka mengkombinasikan material ini dengan ekstra bahan karet di dalamnya yang memang membuatnya tak selicin mouse yang sekedar menjadikan plastik sebagai bahan utama. Sesuat yang bisa kami buktikan sendiri. Tak ada banyak celah yang bisa mengundang kotoran, tak ada sudut yang justru membuat pengalaman menggenggamnya tak nyaman, Armaggeddon terlihat memerhatikan sisi desain ini cukup serius. Walaupun harus diakui, ada sedikit kelemahan di bagian lima tombol makro ekstra yang mereka sematkan di bagian kiri mouse.

Nyaman, material yang ia gunakan tak terasa licin dan cukup untuk mendukung grip Anda.
Nyaman, material yang ia gunakan tak terasa licin dan cukup untuk mendukung grip Anda.
Di atas kertas, 5 buah tombol ekstra untuk makro ini seharusnya jadi ekstra fitur yang menarik. Namun sayangnya, implementasinya tak sebaik yang dikira. Dua tombol paling belakang akan membuat jempol Anda harus berada di posisi yang tak nyaman dan canggung, sehingga lebih rasional, untuk tak memanfaatkannya.
Di atas kertas, 5 buah tombol ekstra untuk makro ini seharusnya jadi ekstra fitur yang menarik. Namun sayangnya, implementasinya tak sebaik yang dikira. Dua tombol paling belakang akan membuat jempol Anda harus berada di posisi yang tak nyaman dan canggung, sehingga lebih rasional, untuk tak memanfaatkannya.

Desain 5 tombol kecil dengan bentuk yang melengkung dan padat memang terdengar keren di atas kertas. Namun Armaggeddon tampaknya lupa bahwa ia tidak seharusnya menyulitkan jempol Anda untuk mengakses sekuens perintah instan apapun yang Anda sematkan di setiap darinya. Sesuatu yang terkadang bergantung pada memori otot, apalagi jika Anda tengah terlibat dalam sebuah game kompetitif yang intens. Dari 5 tombol tersebut, hanya 3 tombol terdepan saja yang di tangan kami, bisa kami akses tanpa masalah. Begitu hendak mengakses tombol keempat dan kelima, jempol jari harus melengkung dengan sudut yang canggung dan terasa sangat tidak nyaman, membuat opsi untuk menghindarinya menjadi sesuatu yang terdengar lebih rasional. Hal ini akan terjadi terlepas apakah Anda gamer PC dengan gaya grip palm ataupun claw.

Area
Area “aneh” di bagian kanan mouse.
Yang ternyata bisa ditarik dan menjadi
Yang ternyata bisa ditarik dan menjadi “rak” yang memuat pemberat. Desain yang menarik.

Namun acungan jempol memang pantas untuk diarahkan bagi komitmen mereka untuk memastikan kenyamanan yang lebih optimal, terutama jika Anda termasuk gamer yang cukup sensitif dengan berat mouse. Mereka sengaja mengosongkan bagian kanan mouse untuk dijadikan semacam “rak kosong” yang bisa Anda tarik keluar. Di dalamnya termuat 6 buah pemberat yang bisa Anda pasang dan keluarkan sesuai dengan preferensi Anda.

Dari sisi kosmetik, tak ada yang bisa dikeluhkan di sini. Komitmen untuk menyuntikkan Omron sebagai switch berarti menjamin bahwa tak ada perintah yang Anda lemparkan, secepat dan segila apapun, yang tak akan terjemahkan dengan baik di layar sekaligus memastikan daya tahan yang bisa diandalkan. NRO-5 Starship III juga menyuntikkan sensor Avago sebagai basis yang memungkinkan Anda untuk tak hanya bergerak akurat, tetapi juga menyesuaikan diri dengan ragam tingkat sensitivitas, selambat ataupun secepat mungkin.

Sensor Avago dan switch Omron menjamin pengalaman gaming yang bisa diandalkan.
Sensor Avago dan switch Omron menjamin pengalaman gaming yang bisa diandalkan.
Seperti yang bisa diprediksi, tak ada yang bisa dikeluhkan dari mouse yang satu ini. Ia menangani Rise of the Tomb Raider dan DOTA 2 tanpa masalah.
Seperti yang bisa diprediksi, tak ada yang bisa dikeluhkan dari mouse yang satu ini. Ia menangani Rise of the Tomb Raider dan DOTA 2 tanpa masalah.

Kami sendiri menjajalnya dengan dua buah game tanpa ada masalah, game super kompetitif – DOTA 2 dan juga game action – Rise of the Tomb Raider yang kami coba dalam waktu singkat hanya untuk menguji kenyamanan dan akurasi gerakan mouse yang satu ini. Sebagai mouse yang menyebut dirinya sebagai “mouse gaming”, NRO-5 Starship III mengeksekusi semua perintah yang kami butuhkan tanpa ada masalah sedikit pun. Sebuah sinyal yang tentu saja, berakhir memuaskan.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…