Review TTesports Isurus Pro: Earphone In-ear Untuk Pro Gamer!

Author
David Novan
Reading time:
March 10, 2016
Isurus Pro memperlihatkan kepada dunia bahwa earphone in-ear juga bisa menjadi perangkat gaming
Isurus Pro memperlihatkan kepada dunia bahwa earphone in-ear juga bisa menjadi perangkat gaming

Bagi gamer profesional, memiliki headset gaming yang mampu memberinya keuntungan di dalam pertandingan adalah mutlak. Ketika bermain di kancah kompetisi, apalagi dengan taruhan hadiah jutaan rupiah, refleks yang didukung oleh mouse dan keyboard kelas atas saja tidak cukup. Semua tidak akan ada artinya bila ia tidak mampu mengetahui dari mana arah tembakan musuh berasal dan di saat bersamaan mampu berkomunikasi dengan baik kepada anggota timnya. Itu sebabnya gamer profesional rela mengorbankan uang yang tidak kecil jumlahnya hanya untuk mendapatkan headset gaming unggulan.

Pentingnya headset dengan kualitas tinggi tentu saja bukan eksklusif menjadi ranah gamer pro saja. Gamer casual dan rumahan juga tidak luput dari sasaran pasar headset gaming. Alasan untuk menggunakan headset dibandingkan speaker biasanya karena lingkungan tempat bermain yang tidak mentolerir suara keras. Namun, ada pula yang memang ingin mendengar dengan lebih jelas apa yang terjadi di dalam game.

Desain Isurus Pro terlihat canggih dan futuristis
Desain Isurus Pro terlihat canggih dan futuristis

Pasaran headset gaming saat ini selalu didominasi oleh headphone berukuran besar dan penuh kelap-kelip lampu. Namun, bagaimana bila headset gaming tersebut disulap ke dalam kemasan yang lebih kecil, misalnya menjadi earphone in-ear! Inilah yang dicoba oleh TTesports melalui Isurus Pro. Unik memang, tetapi pertanyaannya tentu saja selalu sama, baik untuk headset berbentuk besar maupun kecil; apakah headset itu mampu memberikan kualitas kaliber gaming yang memiliki kebutuhan berbeda dengan headset untuk musik?

Bentuknya Berani dan Berbeda

Konsep dasar dari Isurus Pro adalah earphone in-ear untuk gamer profesional. Untuk meladeni tujuan tersebut, Isurus Pro pada akhirnya menggunakan bentuk yang berbeda dengan earphone in-ear biasa. Bentuk yang menjadi keharusan earphone in-ear, seperti karet pembalut speaker kecil yang menyumbat dan menembakkan langsung suara ke dalam lubang telinga dapat ditemukan. Namun, Isurus Pro menggunakan fitur tambahan yang harus ada dalam headset gaming, yaitu alat komunikasi melalui Microphone.

Mic pada Isurus Pro dapat dicabut dan dipasang sesuai kebutuhan
Mic pada Isurus Pro dapat dicabut dan dipasang sesuai kebutuhan

Cara Isurus Pro menambahkan Mic ke dalam earphone in-ear yang wajarnya tidak menggunakan perangkat komunikasi terbilang cukup unik. Earphone ini menambahkan batang besi panjang yang ditusukkan ke salah satu driver earphone, tepatnya di driver kiri. Melalui batang besi yang panjang tersebut, ujung Mic dapat mencapai mulut dan komunikasi yang jernih dapat tercapai.

Mic tersebut ketika digunakan akan menempel pada pipi Anda. Posisinya juga tidak tepat berada di tepian mulut, melainkan pada pertengahan antara hidung dan mulut. Bila Anda menggunakannya, siluet hitam di tepian kiri bawah mata Anda akan terlihat. Meskipun mulanya sensasi besi yang menempel di pipi cukup asing, tetapi setelah cukup lama Anda akan melupakannya.

Karet in-ear dirancang sedikit miring supaya pas masuk ke dalam lubang telinga
Karet in-ear dirancang sedikit miring supaya pas masuk ke dalam lubang telinga

Batang Mic tersebut juga memiliki fitur tambahan, yaitu ia bisa dicabut dari driver kiri. Hanya dengan memberikan sedikit tenaga, batang Mic tersebut dapat dilepas. Fitur ini tentunya akan sangat membantu ketika ingin mendengarkan musik tanpa adanya gangguan dari batang besi yang menempel di pipi. Untuk menempelkannya kembali, Anda dapat dengan mudah dan tanpa banyak tenaga menancapkannya kembali ke driver kiri. Caranya mirip seperti ketika menusukkan jack 3,5mm ke dalam konektor audio.

Penyangga Untuk Telinga

Bentuk driver Isurus Pro yang cukup besar tentunya akan sangat mudah goyah ketika digunakan. Meskipun karet in-ear dapat menahan dengan cukup kuat, tetapi nantinya posisinya hanya akan ditahan oleh dinding dalam telinga saja. Tentunya pada penggunaan yang lama posisi tersebut akan menyakitkan telinga penggunanya. Untuk mengatasi hal ini, Isurus Pro menggunakan penyangga telinga yang lembut.

Karet dapat dengan mudah diganti dan dibersihkan
Karet dapat dengan mudah diganti dan dibersihkan

Berbeda dengan penyangga telinga yang dapat ditemukan pada earphone in-ear lain, penyangga telinga yang digunakan oleh Isurus Pro digunakan untuk bagian dalam daun telinga. Ketika digunakan, Anda perlu menyelipkannya ke dalam daun telinga. Bentuk dari penyangga tersebut sangat pas untuk telinga dan tidak ada perasaan ganjil ketika menggunakannya. Meskipun memang dibutuhkan sedikit pembiasaan untuk menggunakannya, tetapi dalam waktu singkat Anda akan dapat dengan mudah memasangnya di telinga.

Penyangga telinga dibuat dari bahan karet yang lembut
Penyangga telinga dibuat dari bahan karet yang lembut

Bahan yang digunakan untuk penyangga tersebut adalah karet yang lembut. Alasan utamanya tentu saja untuk menghindarkan terjadinya iritasi dan rasa sakit ketika menggunakan penyangga tersebut. Bila Isurus Pro menggunakan bahan yang keras, seperti plastik atau besi, tentunya bagian dalam telinga akan merasa sakit setelah menggunakannya selama berjam-jam, kondisi yang sangat wajar terjadi ketika gamer bermain game.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…