Dead Island 2 Bangkit dari “Kubur”!

Author
David Novan
Reading time:
March 10, 2016
dead island 2

Setelah mengalami masalah dengan developer Yager, game zombie survival Dead Island 2 sempat divonis mati oleh publishernya, Deep Silver. Akibat terjadinya perbedaan pendapat visi ketika membuat Dead Island 2, developer Yager yang sempat membuat Spec Ops: The Line berpisah dengan Deep Silver dan pengembangan Dead Island 2 pun otomatis terhenti. Ironisnya, Yager sendiri tidak lama setelah itu mengalami kebangkrutan. Seakan terkena kutukan, developer Techland yang merupakan pemilik pertama Dead Island 2 juga melepas IP dari game ini tidak lama setelah pembuatannya diumumkan ke publik.

Hadirnya developer baru, Sumo Digital untuk mengembangkan Dead Island 2 seakan membangkitkan game ini dari kuburnya. Mulanya, game ini direncanakan akan hadir tahun lalu pada musim semi, hingga akhirnya dihentikan pengembangannya. Sekarang, Deep Silver tampaknya merencanakan rilisnya pada tahun 2016 ini. Sayangnya masih belum dapat dipastikan tanggal pasti rilisnya.

dead island 21

Studio Sumo Digital merupakan developer yang memiliki portfolio cemerlang untuk pengembangan game. Sebelumnya, studio ini sempat mengembangkan game balapan Sonic Racing yang diterima baik oleh gamer di seluruh dunia. Sumo Digital juga pernah bekerjasama dengan Microsoft untuk membuat LittleBigPlanet 3 dan Crackdown 3 bersama Sony. Selain itu, Sumo Digital juga terlibat dalam pengembangan game Forza Horizon 2 dan Xbox Fitness.

Kemampuan Sumo Digital tampaknya menjadi sebab utama studio tersebut dipilih oleh Deep Silver. Menurut Klemens Kundratitz, pimpinan dari Koch Media yang merupakan parent company dari Deep Silver, seperti yang dikutip melalui MCV, Sumo Digital mengerti mengenai brand Dead Island, memiliki ide kreatif, dan visi yang seiring dengan Deep Silver. Itu sebab utama proyek pengembangan Dead Island 2 jatuh ke tangan studio tersebut.

Apakah “kutukan” yang melekat pada Dead Island 2 akan terjadi lagi pada Sumo Digital hanya waktu yang dapat menjawabnya. Namun, bila game ini benar-benar bisa direalisasikan, maka kerinduan fans akan seri game ini tentu akan terjawab. Sekarang hanya tinggal menunggu informasi lebih lanjut mengenai nasib dari game ini!

Source: Eurogamer

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…