Hellblade Kini Hadir dengan Nama Baru

Reading time:
March 17, 2016
Hellblade Senua Sacrifice

Selain Platinum Games, ada satu developer di luar sana yang selama ini juga terkenal lewat kualitas game action mereka yang pantas untuk diacungi jempol. Mereka yang sempat mengikuti kontroversi “reboot” Capcom untuk franchise andalannya – Devil May Cry dengan pendekatan karakter Dante yang secara signifikan berbeda tentu tak akan asing lagi dengan nama developer yang satu ini.

Benar sekali, kita tengah membicarakan Ninja Theory – developer game action yang berbasis di Cambridge, Inggris. Produk lawas mereka seperti Heavenly Sword juga menjadi bukti nyata akan kemampuan mereka untuk meracik game action yang berkualitas tinggi. Tak heran jika banyak yang menantikan proyek game terbaru mereka yang ingin mereka tempuh lewat jalur indie – tanpa publisher raksasa di belakangnya – Hellblade.

Setelah sempat mengemuka tahun lalu dan kemudian tenggelam tanpa kabar sama sekali, Ninja Theory akhirnya membawa Hellblade kembali ke permukaan. Yang menarik? Ia dikonfirmasikan mendapatkan nama judul resmi yang baru. Game action yang berbasiskan mitologi Celtic ini sekarang berubah nama menjadi Hellblade: Senua’s Sacrifice.

Hellblade Senua's Sacrifice (1) Hellblade Senua's Sacrifice (2) Hellblade Senua's Sacrifice (3) Hellblade Senua's Sacrifice (4) Hellblade Senua's Sacrifice (5) Hellblade Senua's Sacrifice (6) Hellblade Senua's Sacrifice (7) Hellblade Senua's Sacrifice (8) Hellblade Senua's Sacrifice (9)

Sebuah trailer baru juga dirilis untuknya, memperlihatkan teknologi visual memesona di balik game yang satu ini. Anda seolah bisa menangkap gelombang emosi Senua yang harus berhadapan dengan kenyataan pahit di sini, lewat ekspresi wajah dan voice acting yang memesona. Game ini sendiri dibangun dengan Unreal Engine 4.

Hellblade: Senua’s Sacrifice sendiri rencananya akan dirilis tahun ini juga, namun sayangnya, masih tanpa tanggal rilis pasti. Ia akan meluncur untuk Playstation 4 dan PC. Looking good..

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…