Street Fighter V Sempat Kejar Visual Realistis

Reading time:
March 1, 2016
ryu alternate costume

Ketika Capcom pertama kali mengumumkan kepada dunia bahwa mereka sedang berada dalam proses mengembangkan seri terbaru Street Fighter untuk platform generasi saat ini, rasa penasaran terkuat tentu menuju ke kualitas visual seperti apa yang akan ia usung. Dengan performa yang naik signifikan, apalagi dengan kehadiran ragam engine generasi terbaru yang tersedia di pasaran, Capcom punya kesempatan besar untuk membuat Street Fighter V tampil dengan gaya visual yang belum pernah ada sebelumnya. Namun akhirnya, dengan kekuatan Unreal Engine 4, mereka hadir dengan gaya serupa dengan seri sebelumnya diperkuat dengan efek visual yang lebih baik. Hal ini bukan berarti gaya visual seperti ini yang terus dikejar Capcom sejak awal.

Dalam wawancaranya dengan situs gaming Jepang – GameSpark, produser Street Fighter V – Koichi Sugiayama menjelaskan bahwa di awal proses pengembangan, gaya tinta bukanlah sesuatu yang dikejar Capcom. Ketika Unreal Engine 4 ditetapkan sebagai basis, mereka sebenarnya tertarik untuk menghadirkan cita rasa Street Fighter dengan pendekatan visual model 3D yang lebih realistis. Namun sayangnya, pendekatan seperti ini ternyata membuat Street Fighter V tak terasa seperti sebuah game “Street Fighter”, yang akhirnya membuat mereka memutuskan untuk membuang rencana itu. Visual yang mereka kejar bisa terlihat di beragam gambar yang dimuat di booklet Street Fighter V.

realistic street fighter v realistic street fighter v1

Bagaimana menurut Anda sendiri? Apakah Anda yang termasuk gamer yang setuju dengan keputusan Capcom untuk membuat konsep realistis seperti ini, atau justru menyayangkannya karena kesempatan untuk menikmati sebuah sensasi SF yang berbeda? That doesn’t look like Street Fighter at all..

Source: Kotaku

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…