Data Pokemon GO Digunakan untuk Tingkatkan Navigasi Delivery Berbasis Robot
Data lokasi dan gambar dari pemain Pokemon GO digunakan Niantic untuk melatih sistem navigasi yang ada di dalam robot delivery otomatis.
Data yang dikumpulkan oleh Niantic dari jutaan pemain Pokemon GO ternyata memiliki kegunaan yang jauh melampaui sekadar pendukung gameplay. Sebuah laporan terbaru mengungkap bahwa data tersebut kini dimanfaatkan untuk membantu robot melakukan pengiriman dengan presisi tertinggi di dunia nyata.
Game augmented reality yang dikembangkan oleh Niantic sejak 2016 ini memang mendorong pemain untuk menjelajahi lingkungan sekitar sambil menangkap Pokemon. Aktivitas tersebut secara tidak langsung menghasilkan kumpulan data geo location dan visual yang sangat besar dari berbagai tempat di dunia.

Menurut laporan dari MIT Technology Review yang dikutip oleh GamesRadar+, divisi teknologi Niantic bernama Niantic Spatial ternyata memanfaatkan data tersebut untuk membangun sistem visual positioning system (VPS). Sistem ini dirancang untuk menentukan posisi pengguna dengan akurasi yang sangat tinggi.
CEO Niantic Spatial, John Hanke, menyebut teknologi ini mampu menentukan posisi pengguna hingga tingkat presisi beberapa sentimeter, jauh lebih akurat dibandingkan Google Earth yang akurasinya berkisar 1 meter hingga 30 meter. Sistem tersebut bahkan dapat mengetahui arah pandangan pengguna berdasarkan data visual yang tersedia.
Model teknologi ini dilatih menggunakan sekitar 30 miliar gambar yang dikumpulkan dari aktivitas pemain Pokemon GO di lebih dari satu juta lokasi di seluruh dunia. Dengan data sebanyak itu, sistem tersebut mampu menciptakan representasi digital lingkungan nyata yang sangat detail.
Menurut rencana jangka pendek, teknologi ini akan digunakan untuk membantu robot otomatis milik Coco Robotics melakukan pengiriman barang dengan akurasi lebih tinggi di wilayah Eropa dan Amerika Serikat.
Sementara itu, CTO Niantic Spatial, Brian McClendon, mengungkap bahwa visi jangka panjang mereka jauh lebih ambisius. Ia katakan perusahaan mereka ingin membangun sistem yang pada akhirnya dapat “menciptakan ulang dunia nyata” dalam bentuk digital.
Meski terdengar begitu berguna, tetapi tetap ada pertanyaan penting yang perlu dibahas dari fakta ini; privasi dari pemain Pokemon GO dan juga penggunaan data geo location yang terkesan kelabu, karena digunakan untuk kepentingan komersial pihak ketiga.
Bagaimana menurut Anda mengenai penggunaan data lokasi dari game itu, yang tentunya sebagian besar pemain tidak menyadarinya karena hanya sedikit sekali pemain yang mau membaca Term of Service?









