Review Hitman: 1001 Cara Menghabisi Nyawa!

Reading time:
March 28, 2016
Hitman Part 1 Jagatplay (1)

Beberapa melihatnya sebagai sebuah keputusan yang absurd, tetapi tak sedikit pula yang melihatnya sebagai strategi bisnis yang cukup menguntungkan bagi Square Enix dan gamer di saat yang sama. Merilis Hitman sebagai sebuah game episodik membuka kesempatan untuk “masuk” ke dunia baru yang dikembangkan IO Interactive dan Square Enix dengan harga yang cukup terjangkau, sembari membangun penilaian tersendiri apakah ia pantas untuk diikuti di seri-seri selanjutnya atau tidak. Sementara bagi Square Enix, harga murah ini seolah jadi sumber uang yang efektif. Tak sedikit gamer yang setidaknya akan tetap membeli episode pertama game ini terlepas dari apakah mereka tertarik atau tidak. Sebuah solusi yang menguntungkan, setidaknya dari sisi bisnis. Namun lantas bagaimana dari sisi gamenya sendiri? Itu yang jadi pertanyaan besar.

Anda yang sempat membaca impresi preview kami sebelumnya, tampaknya sudah punya sedikit gambaran soal daya tarik seperti apa yang ditawarkan oleh seri terbaru yang satu ini. Dari segi teknis, ia menjadi salah satu game pertama yang mengadopsi teknologi DirectX 12 untuk performa yang lebih bersahabat. Anda yang sudah mengenal lama JagatPlay tentu saja mengerti bahwa kita tak akan berbicara banyak soal hal itu dan lebih tepat untuk menyerahkannya ke JagatReview nantinya. Lantas, bagaimana dengan struktur gameplay-nya sendiri? Ia menawarkan sesuatu yang lebih menuntut Anda untuk kreatif dan menentukan metode Anda sendiri, sebuah pendekatan yang pantas untuk diacungi jempol. Sayangnya, dari sisi konten ia tak terasa seberapa menggoda.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Hitman ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan Anda 1001 cara untuk menghabisi nyawa? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Anda tentu saja kembali beraksi kembali sebagai Agent 47.
Anda tentu saja kembali beraksi kembali sebagai Agent 47.

Cerita bisa dibilang menjadi salah satu kelemahan terbesar dari sebuah game yang memutuskan diri untuk didistribusikan dalam format episodik. Karena berbeda dengan proyek konvesional yang biasanya akan membawa Anda dari awal hingga akhir perjalanan dengan konflik yang jelas, game episodik biasanya akan berakhir dengan cerita yang menggantung dan penjelasan soal detail plot yang bisa jadi tak ada sama sekali di sana. Yang Anda temukan hanyalah sebuah dasar misteri untuk sesuatu yang mungkin akan baru terungkap beberapa  bulan setelahnya.

Hal ini jugalah yang terjadi di episode pertama Hitman ini. Setelah Anda menyelesaikan bagian pertama ini, Anda tak akan punya banyak gambaran kira-kira seperti apa cerita yang ia usung. Plotnya akan berisi banyak misteri tanpa jawaban sama sekali. Seperti seri Hitman sebelumnya, Anda kembali akan berperan sebagai sang pembunuh super efektif berkepala plontos – Agent 47. Episode pertama ini sendiri dibagi ke dalam dua bagian besar – kisah pelatihan 47 di awal karirnya dan aksi terbarunya di Paris.

Mengingat format episodik yang ia tawarkan, Anda tentu tak akan mendapatkan konklusi cerita yang jelas di episode pertama ini.
Mengingat format episodik yang ia tawarkan, Anda tentu tak akan mendapatkan konklusi cerita yang jelas di episode pertama ini.
Selain dua misi latihan di masa lalu, Agent 47 juga akan terlibat aksi di Paris untuk misi masa kininya.
Selain dua misi latihan di masa lalu, Agent 47 juga akan terlibat aksi di Paris untuk misi masa kininya.

Paris tentu jadi dasar dari cerita yang jadi tema utama dari cerita yang hendak ditawarkan oleh seri teranyar Hitman ini. Anda akan ditugaskan untuk membunuh dua target utama, sepasang suami istri – Viktor Novikov dan Dalia Margolis. Keduanya diketahui merupakan pemimpin sebuah organisasi mata-mata rahasia yang tak tunduk di bawah negara manapun, IAGO. Mereka jadi ancaman karena keduanya punya informasi yang jelas siapa siapa saja yang saat ini bergabung dengan sebagai agen rahasia untuk badan intelijen milik Inggris, MI6.  Menyelesaikan misi ini akan membuat sedikit cut-scene yang memperlihatkan sosok karakter pria baru misterius yang tak punya detail ekstra apapun.

Pria misterius tanpa nama ini tampaknya akan memainkan peranan super penting dalam cerita Hitman kali ini.
Pria misterius tanpa nama ini tampaknya akan memainkan peranan super penting dalam cerita Hitman kali ini.

Maka seperti yang bisa diprediksi, format seperti ini akan “menyiksa” Anda yang mudah merasa penasaran dengan cerita yang menggantung. Akan ada setidaknya beberapa episode lagi yang akan dirilis dalam jangka waktu bulanan bagi Anda untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.  Masalah lainnya? Membuat otak Anda tetap ingat apa yang terjadi sebelumnya dan insting gamer Anda untuk terus tertarik.

Review ini menggunakan:

Sapphire_20159163614

AMD Radeon R9 390x

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…