Preview The Division: Jauh Lebih Baik dari Masa Beta!

Reading time:
March 10, 2016
The division title ps4

Selama tiga tahun terakhir ini, ia terus jadi game yang tak pernah berhenti diperbincangkan. Apa yang dilemparkan oleh Ubisoft di ajang E3 2013 tampaknya jadi sesuatu yang begitu membekas di otak. Sesuatu yang tak mengherankan, mengingat betapa banyak gamer di seluruh dunia yang terkejut dan terpesona untuk sebuah format video game, tak hanya visual tetapi juga gameplay, siap untuk menyambut sebuah generasi platform yang baru. The Division di kala itu merepresentasikan sebuah potensi dan harapan untuk era gaming yang berbeda. Dan kini, tiga tahun setelahnya dengan hype yang terus terjaga baik lewat berita baik ataupun buruk yang beredar, ia pun tiba. The Division akhirnya dirilis untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC!

Kesan Pertama

Lantas, kesan pertama seperti apa yang kami dapatkan dari 15 jam pertama permainan kami? Menyebut Ubisoft “bodoh” tampaknya jadi reaksi pertama yang rasional. Mengapa? Karena seperti yang kita tahu, Ubisoft memang sempat melemparkan dua masa beta untuk menguji ketahanan server beberapa bulan sebelum The Division dirilis. Dengan area yang begitu terbatas, Ubisoft memberikan kesempatan bagi gamer untuk mencicipi di permukaan apa itu The Division dan ekspektasi seperti apa yang pantas untuk mengarah di kala rilisnya. Namun sayangnya, ia terasa begitu monoton dan tak terasa istimewa. Ada sedikit keraguan yang membekas di hati kami ketika mulai menjajal versi finalnya. Namun ketika mulai terjun belasan jam? Kami bisa menyebut bahwa Ubisoft sangat keliru mendesain versi beta The Division itu sendiri.

Mengapa? Karena berangkat dari level ekspektasi yang sangat rendah, The Division versi final ternyata berakhir lebih baik dari apa yang kami harapkan. Memang masa beta sebuah game seharusnya hadir dengan konten minim yang terkunci di sana-sini, namun Ubisoft sebenarnya bisa menyuntikkan sisi gameplay atau setidaknya, lokasi yang lebih menggoda di sana untuk menarik perhatian gamer.

Versi final ini memuat dunia yang benar-benar luas dengan detail yang baik, tak hanya horizontal, tetapi juga vertikal. Anda akan menemukan bangunan yang bisa dimasuki cukup banyak dengan ketinggian tertentu serta jalur bawah tanah yang juga memuat ekstra musuh dan konten di dalamnya. Kualitas visualisasinya di versi Playstation 4 juga terlihat lebih halus dengan efek visual yang lebih menggoda. Walaupun struktur misi serupa dengan misi sampingan yang bisa diselesaikan seperti layaknya game-game open-world Ubisoft pada umumnya, variasi yang ia tawarkan sendiri terhitung cukup baik. Anda memang akan menemukan banyak misi berulang, tapi tak sedikit yang berujung memiliki kedalaman tertentu, seperti misi menyelamatkan sandera yang bisa tiba-tiba membawa Anda ke terowongan bawah tanah, misalnya. Fitur matchmaking dan Dark Zone juga jadi daya tarik yang punya kualitas sendiri.

Anda masih ingat dengan keluhan kami di masa beta yang berfokus pada situasi kota post-apocalyptic yang tak sesuai dengan apa yang digambarkan Ubisoft semasa trailer E3 2013 silam? Dimana kota terlihat terlalu bersih dengan objek yang begitu sepi? Impresi tersebut ternyata dipatahkan di versi final ini. Banyak area di The Division yang berhasil menangkap atmosfer tersebut dengan luar biasa, dengan bangkai mobil, reruntuhan, api, hingga kehancuran gedung di sana-sini. Permasalahannya, entah karena alasan apa, Ubisoft memutuskan untuk tak memperlihatkan ini semua, semua hal yang bisa jadi daya tariknya, kepada kita semua di masa beta kemarin. Mereka justru memilih area yang paling “sepi”. Why oh why..

Walaupun demikian, bukan berarti pengalaman belasan jam pertama kami ini sempurna. Ada beberapa keluhan yang cukup mengundang rasa pesimis, seperti struktur loot senjata yang masih terhitung absurd, menurut kami. Belasan jam permainan dan kami belum menemukan satupun senjata dengan level kelangkaan tinggi jatuh dari musuh, baik dari sisi map biasa ataupun Dark Zone. Grinding tampaknya lebih difokuskan untuk mencari mata uang dan membeli senjata-senjata langka ini daripada mendapatkannya di pertempuran boss atau misi yang lebih sulit. Senjata dengan varian yang lebih langka, juga sayangnya, hadir dengan efek yang tak signifikan. Tak seperti Borderlands atau Destiny dimana senjata langka punya kemampuan khusus yang pantas diantisipasi, sejauh ini kami masih belum menemukannya di The Division. Loot masih berbasis soal efektivitas damage dan bukan efek status.

Namun harus diakui, impresi pertama kami terhitung cukup positif untuk The Division dengan banyak konten yang cukup mengejutkan dan memukau di dalamnya. Entah karena memang Ubisoft sudah melakukan sebuah pekerjaan yang bagus atau justru mengakar dari ekspektasi super rendah kami karena masa beta kemarin. Apapun itu, sejauh ini kami menikmatinya, apalagi jika Anda memang punya teman untuk beraksi bersama.

Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran ekstra soal apa itu The Division. Semoga saja dalam waktu 1 minggu ke depan, kami bisa mendapatkan apa yang kami inginkan, terutama dari Dark Zone yang belum kami eksplorasi secara penuh. Better than what i expected..

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

The Division JagatPlay PART 1 (2) The Division JagatPlay PART 1 (6) The Division JagatPlay PART 1 (210) The Division JagatPlay PART 1 (207) The Division JagatPlay PART 1 (204) The Division JagatPlay PART 1 (202) The Division JagatPlay PART 1 (190) The Division JagatPlay PART 1 (177) The Division JagatPlay PART 1 (175) The Division JagatPlay PART 1 (161) The Division JagatPlay PART 1 (142) The Division JagatPlay PART 1 (123) The Division JagatPlay PART 1 (72) The Division JagatPlay PART 1 (49) The Division JagatPlay PART 1 (13)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…