PlayTest: Gaming Dengan ASUS ROG GX700!

Author
David Novan
Reading time:
April 22, 2016

 

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (1)

Kata premium sangat lekat kaitannya dengan ASUS ROG. Sebagai lini produk perangkat gaming, Republic of Gaming atau kerap disebut ROG sudah sering merilis produk dengan kualitas atas. Namun, menurut kami produk terbarunya kali ini melebihi kata premium, bisa disebut super premium! Karena, produk ini bukan hanya kakuatannya saja yang besar, tetapi harganya juga jauh melebihi kelas produk yang ada di pasaran. ASUS ROG GX700 merupakan notebook gaming super yang pastinya akan mengejutkan Anda!

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (2)

Satu hal yang langsung terlihat berbeda adalah adanya tambahan “punuk” di belakang notebook sewajarnya. Ketika dilihat lebih dekat, notebook gaming ini ternyata menambahkan pendingin berbasis air atau water cooling di bagian belakangnya! Ukurannya sendiri cukup besar, bahkan bisa dibandingkan dengan besar notebooknya. Fungsi perangkat tambahan tersebut ternyata untuk mendinginkan graphics card yang ada di dalam notebook.

Tambahan yang sangat tidak wajar tersebut tentu saja mengubah konsepnya sebagai perangkat yang mobile. Ketika digunakan, notebook ini sebenarnya bisa saja dilepaskan dari pendinginnya. Namun, kemampuannya akan dikurangi cukup besar oleh sistemnya! Sedangkan ketika digunakan bersama pendinginnya, notebook ini justru menjadi sulit untuk digeser. Bahkan untuk membawanya sekalipun disediakan tas traveller sebesar tas yang digunakan untuk berlibur!

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (3)

Ternyata bukan hanya ukurannya saja yang cukup mengejutkan. Notebook gaming ini juga memiliki harga yang luar biasa. Menurut pihak ASUS ROG, notebook gaming ini akan dijual dengan kisaran harga Rp80 juta. Melihat kisaran harga notebook gaming premium yang masih ada di 50 hingga 60 jutaan, ASUS ROG GX700 jelas berada di kelas tersendiri. Sekarang tinggal membuktikan sekuat apa sebenarnya notebook gaming ini. Sebelumnya, berikut kekuatan yang ada di dalam notebook gaming super premium ini:

  • Prosesor: Intel Core i7 6820HK @2.70 GHz
  • RAM: 64 GB DDR4
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 980 GDDR5 8192MB
  • SSD: 1 TB
  • Layar: 17,3″ 1920×1080 75Hz G-sync

Mengatakan kekuatan yang dikandung di dalam ASUS ROG GX700 sebagai besar seakan mengecilkan apa yang ada. Karena, menurut kami kekuatannya luar biasa besar! Mulai dari prosesor, ternyata kekuatannya dapat ditingkatkan lagi dengan menggunakan profile Gaming Center yang ada di dalam notebook ini, melalui proses Overclocking! Belum lagi melihat ukuran RAM yang luar biasa besar. Kemudian, tidak boleh dilupakan pula notebook ini menggunakan graphics card yang biasanya digunakan di desktop, plus video memorynya mencapai 8 GB! Terlebih lagi ukuran SSD yang luar biasa, mencapai 1TB! Dijamin semua game AAA akan lancar dimainkan di notebook ini!

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (4)

Berbicara mengenai game yang akan kami mainkan, mereka hampir sama dengan sesi Playtest sebelumnya. Game tersebut adalah Tom Clancy’s The Division, Rise of The Tomb Raider, HITMAN, Ashes of the Singularity, dan Grand Theft Auto V. Tentunya kami sangat mengantisipasi seperti apa nantinya ASUS ROG GX700 dapat digunakan untuk memainkan semua game tersebut. Mungkinkah notebook ini dapat menggunakan semua setting di maksimum, termasuk setting Antialiasing maksimum? Semoga saja!

The Division

Ada beberapa kalangan gamer yang berpendapat bahwa visual The Division versi PS4 dan PC tidak jauh berbeda. Hal ini ada benarnya, bila versi PC tidak menggunakan setting tertingginya. Ternyata, elemen yang mampu menjadi jurang pemisah antara visual kedua versi tersebut adalah pengaturan di Shadow-nya. Seperti apa tampilannya nanti bila notebook ini mampu menggunakan setting tersebut? Sebelum melangkah ke sana, berikut spesifikasi minimum untuk dapat memainkan game ini:

  • Prosesor: Intel Core i5-2400 / AMD FX-6100
  • Memory: 6 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX 560 2GB / AMD HD 7770 2GB
  • Storage: 40 GB

Melihat besarnya kekuatan yang ada di dalam notebook ini, jelas semua itu membuat tugas kami kali ini menjadi lebih ringan. Sebab, kami dapat langsung menggunakan setting maksimum dari game ini, yaitu Ultra dengan menggunakan beberapa setting yang biasanya tabu kami sentuh, yaitu post FX AA dinaikkan ke MSAA 1X Ultra dan Shadow Quality. Seperti yang kami sebutkan sebelumnya, Shadow Quality adalah elemen penentu yang membedakan visual PC dengan console. Untuk itu, kami menggunakan setting tertingginya, yaitu NVIDIA HFTS! Setting lebih lengkapnya dapat Anda lihat pada screenshot berikut ini:

 

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (5) playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (6) playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (7) playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (8)

Ternyata visual yang dihasilkan oleh setting tersebut memang luar biasa. Visual menjadi jauh lebih berkualitas, berkat bayangan yang kompleks. Sedangkan untuk permainannya, kami menemukan game ini masih dapat berjalan dengan baik. Setidaknya kami menemukan frame rate berada pada kisaran 55 hingga 60 fps ketika berada di luar ruangan. Sedangkan ketika cuaca bersalju, nilainya dapat turun ke 48 fps, dan bila saljunya tidak terlalu lebat, nilainya dapat mencapai 50 fps.

 

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (9) playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (10)

Ketika kami berada di dalam ruangan, misalnya ketika di dalam Base of Operation atau di dalam daerah misi, nilai frame rate dapat meningkat hingga ke 70 fps. Sedangkan ketika bertempur, nilainya dapat menurun ke posisi 50 fps, terutama ketika kami sedang dihujani tembakan. Nilai frame rate tersebut menurut kami masih jauh di atas nilai rata-rata untuk mendapatkan pengalaman bermain yang nyaman, seperti yang kami rasakan sendiri ketika memainkannya.

 

playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (11) playtest jagatplay ASUS ROG GX700 (12)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…