Politisi Amerika Serikat Korupsi untuk Beli Game PC?

Reading time:
April 6, 2016
gabe newell steam

Tak hanya Anda, kami juga setuju bahwa judul di atas memang merangkai sebuah kejadian absurd yang mungkin tak pernah Anda pikirkan sebelumnya. Ketagihan video game memang seringkali membuat banyak gamer hilang akal, bahkan tak ragu untuk menempuh beragam aksi kejahatan hanya untuk memuaskan rasa adiksi mereka untuk bentuk hiburan yang satu ini. Kasus  sama pula yang membuat video game  masih menyandang prejudice yang buruk di mata mereka yang awam dengan industri yang satu ini.Namun seorang politisi yang rela menggelapkan dana untuk sekedar membeli game PC? Percaya atau tidak, hal inilah yang terjadi dengan sosok Duncan Hunter – politisi darI Amerika Serikat.

Duncan Hunter dipanggil oleh The Federal Election Commission untuk menjelaskan penyalahgunaan dana kampanye yang seharusnya hanya boleh digunakan untuk kepentingan kampanye dan politik saja, bukan untuk gaya hidup. Catatan pengeluaran jelas memperlihatkan pengeluaran sekitar USD 1.300 atau sekitar 17 Juta Rupiah untuk membeli game-game PC darI Steam dari dana kampanye milik Hunter! Pengeluaran yang terjadi di akhir tahun 2015 tersebut disebut-sebut akan diganti oleh Hunter dari kocek pribadinya sendiri, namun sampai saat ini, belum terjadi.

Politisi AS - Duncan Hunter disebut-sebut menyalahgunakan sekitar USD 1.300 dana kampanye-nya untuk membeli game-game di Steam.
Politisi AS – Duncan Hunter disebut-sebut menyalahgunakan sekitar USD 1.300 dana kampanye-nya untuk membeli game-game di Steam.

Apakah ini berarti Hunter melakukan korupsi? Terlepas dari statusnya sebagai salah satu politisi yang cukup vokal untuk melindungi citra video game di negeri Paman Sam, ia tak segila itu. Juru Bicara Hunter – Joe Kasper menyebut bahwa penyalahgunaan dana untuk membeli game tersebut murni kesalahan sang anak lelakinya. Si anak dicurigai menggunakan kartu kredit ayahnya begitu saja. Lantas mengapa tak diganti langsung? Kasper menyebut bahwa Hunter saat ini tengah berupaya untuk meminta proses refund dari semua game tersebut. Ia juga disebut sudah menutup akses kartu kreditnya agar tak pernah lagi bisa digunakan di Steam.

Uang USD 1.300 ini sendiri dikabarkan habis untuk membeli sekitar 68 buah game dalam periode waktu yang berbeda-beda. 17 juta Rupiah untuk video game? Bayangkan jika ini terjadi dengan orang tua kita..

Source: San Diego Union Tribute

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…