Asus Perkenalkan ZenBook 3 dan Dua 2-in-1 Keluarga Transformer

Reading time:
June 3, 2016

Seperti yang sempat diumumkan oleh Asus beberapa minggu lalu, pada acara Computex 2016 yang resmi dibuka hari ini, Asus juga turut menggelar sebuah event yang diberi nama Asus Zenvolution. Sesuai dengan yang dijanjikannya, Asus secara resmi memperkenalkan jajaran produk terbaru yang terdiri dari laptop, tablet, smartphone dan lain sebagainya. Berikut hasil ulasan dari tim Jagat Review langsung dari Taipei, Taiwan

Pada kesempatan ini, Asus secara resmi memperkenalkan perangkat mobile terbaru yang terdiri dari satu buah laptop ZenBook 3 dan dua buah perangkat 2-in-1 yang masuk ke dalam keluarga Transformer, antara lain Transformer 3 dan Transformer 3 Pro. Untuk produk Asus ZenBook 3, perangkat tersebut hadir dengan tetap mengusung konsep desain yang sangat slim.

ZenBook-3

Asus ZenBook 3

Jonney Shih, selaku Chairman Asus mengatakan bahwa ZenBook 3 ini hadir dengan dimensi body yang sangat slim. “ZenBook 3 memiliki dimensi body lebih tipis dibandingkan MacBook dan memiliki performa yang jauh lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya”, Ujar Jonney. Asus ZenBook 3 dibekali dengan spesifikasi yang mumpuni antara lain, prosesor Intel Core i7, RAM 16GB 2133 MHz LPDDR3, PCIe x4 SSD dan baterai yang mampu bertahan hidup selama 9 jam.

Baterai yang diusung oleh Asus ZenBook 3 dapat di charge dengan cepat untuk daya sekitar 40% dalam kurun waktu 45 menit. Pada layarnya, Asus telah membekali material kaca besutan Corning, yaitu Gorilla Glass 4 yang memiliki ketahanan anti gores. Tidak hanya itu, Asus ZenBook 3 yang akan dibanderol dengan harga kisaran USD 999 – 1999 ini akan dilengkapi dengan fitur Windows Hello yang berfungsi sebagai sistem login menggunakan facial recognition atau juga dengan pemindai retina mata.

Asus Transformer 3 Pro

Asus Transformer 3 Pro

Beralih ke produk Asus lainnya, yaitu Asus Transformer 3 dan Transformer 3 Pro. Kedua perangkat 2-in-1 terbaru dari Asus ini tampaknya telah mengalami perubahan spesifikasi yang cukup signifikan. Pada Transformer 3 Pro misalnya. Perangkat tersebut memiliki ketebalan sekitar 8.35mm yang diklaim lebih tipis dibanding Surface Pro 4. Layar yang diusungnya juga memiliki resolusi yang jauh lebih baik.

Ketebalan Asus Transformer 3 Pro mencapai 8.35 mm

Ketebalan Asus Transformer 3 Pro mencapai 8.35 mm

 

Asus Transformer 3 Pro dirancang mampu mendukung ROG XG Station 2 dengan desktop graphics card

Asus Transformer 3 Pro dirancang mampu mendukung ROG XG Station 2 dengan desktop graphics card

 

Asus Transformer 3 Pro bisa dikatakan sebagai salah satu perangkat 2-in-1 dengan kemampuan yang sangat mumpuni. Hal tersebut dikarenakan spesifikasi tinggi yang dimiliki di antaranya prosesor Intel Core i7 yang dipadu dengan RAM 16GB 2133 MHz dan 1 TB SSD. Soal kelengkapan lainnya, Asus telah menyertakan beberapa kelengkapan esensial seperti Thunderbolt 3, Mobile Hub, Asus Pen dan speaker yang disertifikasi oleh produsen audio ternama, Harman/Kardon. Menariknya, perangkat 2-in-1 terbaru dari Asus yang dibanderol mulai dari USD 999 ini telah dirancang untuk mendukung penggunaan VR (Virtual Reality).

Aksesoris Audio Pod untuk Asus Transformer 3 dijual secara terpisah

Aksesoris Audio Pod untuk Asus Transformer 3 dijual secara terpisah

 

Sedangkan untuk produk Transformer 3, spesifikasi yang diusung oleh perangkat 2-in-1 ini berbeda dengan Transformer 3 Pro. Perangkat yang dibalut dengan material aluminium dengan desain unibody ini memiliki ketebalan yang lebih slim, yaitu 6.9 mm. Dengan didukung layar berukuran 12.6 inci, Transformer 3 dilengkapi dengan prosesor Intel 7th Gen yang dipadankan dengan RAM berkecepatan 1866 MHz dan SSD 512GB.

Asus Transformer 3

Asus Transformer 3

Asus Transformer 3 yang telah dibekali dengan baterai yang mampu bertahan selama 9 jam ini, dilengkapi dengan sistem audio quad speaker bersertifikasi dari Harman/Kardon, full size backlight keyboard serta tersedia fitur Tru2Life Video. Khusus untuk Asus Transformer 3, produk ini akan mulai dijual dengan harga mulai dari USD799.

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…