Metal Gear Solid Berakhir di Mesin Judi!

Reading time:
June 2, 2016

Mimpi buruk yang kita takutkan akhirnya tiba. Memang ia sudah terasa seperti fenomena yang tak lagi terhindarkan, namun jauh di dalam lubuk hati kita yang terdalam, kita masih berharap bahwa Konami masih punya rasa hormat terhadap franchise-franchise game raksasa yang sudah membesarkan nama mereka di masa lalu. Fokus mereka untuk pasar mobile dan pasar mesin judi pachinko yang memang berkontribusi pada laporan finansial yang positif justru semakin mencederai kepercayaan gamer. Setelah “tindakan tanpa hormat” yang mereka lakukan dengan Silent Hill dan Castlevania beberapa bulan yang lalu, Konami akhirnya membawa game stealth action ternama racikan Hideo Kojima – Metal Gear Solid ke mesin judi!

Pengumuman pahit ini meluncur dari trailer perdana yang meluncur lewat anak perusahaan Konami untuk ranah judi – KPE. Trailer ini sebenarnya memuat apa yang kita impikan selama ini, sebuah rilis ulang MGS 3: Snake Eater dengan kualitas visualisasi yang lebih baik, bahkan mengagumkan. Namun siapa yang menyangka, visual ini ternyata hanya sekedar “kosmetik” untuk sebuah mesin pachinko yang akan dirilis pada musim gugur tahun ini juga. Tak perlu diragukan lagi, dengan jumlah dislike yang mendominasi, gamer jelas “tak terima” dengan langkah yang dilakukan oleh Konami ini.

Ketakutan itu tiba. Konami secara resmi memperkenalkan mesin pachinko bertema MGS 3: Snake Eater kepada publik.
Ketakutan itu tiba. Konami secara resmi memperkenalkan mesin pachinko bertema MGS 3: Snake Eater kepada publik.

Ini saja jadi sebuah tamparan keras untuk semua gamer yang mengharapkan bahwa Konami akan punya rencana besar untuk Metal Gear Solid sebagai sebuah franchise, walaupun tak lagi ditangani oleh Kojima. Hideo Kojima sebagai “bapak” dari MGS sendiri masih belum berkomentar dengan langkah Konami yang satu ini.

Konami, seriously..

Thanks Konami..
Thanks Konami..
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…