Ani-Com 2016: Interview PSVR dengan Shuhei Yoshida dan Hiroyuki Oda!

Author
David Novan
Reading time:
July 28, 2016

Diperlihatkannya tanggal rilis dan harga dari PSVR untuk region Asia, terutama untuk Indonesia pada liputan kami di 18th Ani-Com & Games HK 2016 (ACGHK 2016) hari ini memberikan harapan yang besar akan perangkat baru ini. Namun, jumpa kami dengan Shuhei Yoshida selaku President Worldwide Studios SCEI dan Hiroyuki Oda yang menjabat sebagai Deputy President Sony Interactive Entertainment Japan Asia tidak terhenti sampai di panggung saja. Kami juga mendapatkan kesempatan emas untuk mewawancarai keduanya mengenai ekspektasi PSVR di Asia, terlebih untuk Indonesia.

Mengenai apa yang ingin dicapai dengan kemudahan penyediaan PSVR di Asia, Oda-san berharap hal ini adalah langkah pertama untuk memperbesar pasar VR, dengan menyediakan PSVR yang relatif terjangkau harganya. Sebab, ia memperkirakan Asia akan menjadi pasar yang besar untuk industri VR. Pernyataan Oda-san diperkuat pula oleh Yoshida-san, melalui banyaknya game yang telah dikembangkan oleh developer dari region Asia, yang bisa Anda temukan sendiri pada artikel kami sebelumnya.

Sedangkan untuk kecondongan PSVR dalam mengejar pasar low-end atau high-end, Yoshida-san mengatakan PSVR akan lebih mendorong konten high-end. Pasalnya, pasar low-end yang diangkat ke high-end jelas akan kalah bersaing dengan konten yang sejak mula memang ditujukan untuk kualitas high-end. Namun demikian, bukan berarti PSVR akan meninggalkan developer independen atau indie. Bahkan Yoshida-san mengatakan developer indie diperkirakannya akan menguasai pasar game di PSVR. Karena mereka lebih mudah untuk menghasilkan game dibandingkan perusahaan game besar yang terbelit dengan kendala manajemen dan ekspektasi tinggi, serta developer indie juga tidak kalah kualitas gamenya dibandingkan developer besar saat ini.

Untuk kemungkinan penyerapan pasar gamer tradisional ke dalam pasar PSVR, Yoshida-san yakin keduanya akan dapat berkembang bersama. Sebab menurutnya PSVR akan menjadi tambahan untuk gamer tradisional ketika bermain di PS4. Mengenai seberapa cepat gamer akan menerima PSVR, ia juga menyatakan game di PSVR sangat adiktif (seperti yang telah kami rasakan sendiri di dalam acara ini), selama gamer mau mencoba sekali saja menggunakannya.

Di ajang Ani-Com 2016, JagatPlay berkesempatan untuk bertemu langsung dengan dua ujung tombak Sony - Hiroyuki Oda dan Shuhei Yoshida untuk membicarakan PSVR.
Di ajang Ani-Com 2016, JagatPlay berkesempatan untuk bertemu langsung dengan dua ujung tombak Sony – Hiroyuki Oda dan Shuhei Yoshida untuk membicarakan PSVR.

Pertanyaan mengenai apakah konten selain game akan didukung oleh PSVR, Yoshida-san mengatakan tentu saja hal itu akan dapat ditemukan di dalam PSVR. Dukungan ekosistem di luar game bisa ditemukan di dalam PSVR, misalnya dengan kemampuan untuk menonton film blu-ray atau acara televisi yang memang ditujukan untuk konsumsi VR, selama mereka melalui PS4. Selain itu, penggunanya juga dapat menggunakan PSVR untuk melihat hasil foto yang diambil dengan menggunakan kamera 360, serta adanya dukungan streaming kontem VR.

Perkiraan masa hidup PSVR juga sempat terlontar di dalam acara wawancara ini. Menurut Yoshida-san, PSVR akan ada untuk waktu yang lama, mengingat perangkat ini menggunakan teknologi layar display terbaru, dengan dukungan 1080p dan 120 fps. Yoshida-san juga menambahkan selama PS4 masih terus populer, maka PSVR juga akan terus dapat ditemui oleh gamer.

Mengenai ekspansi PSVR di tanah air sendiri, Oda-san mengatakan pasar Indonesia sangat menarik untuk dikembangkan dan menjadi perhatian mereka. Bahkan ia juga mengatakan perkembangan pasar PS4 di Indonesia melebihi perkiraan sebelumnya. Itu sebabnya Oda-san sangat tertarik untuk mendalami pasar Indonesia, sama seperti pasar Filipina dan Thailand saat ini. Sayangnya untuk pertanyaan mengenai apakah PSVR juga akan didukung di varian lebih kuat PlayStation, Yoshida-san maupun Oda-san tetap kokoh tidak memberikan komentar mengenai topik tersebut.

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

November 24, 2020 - 0

Review Call of Duty – Black Ops Cold War: Eksekusi Campaign Fantastis!

Industri game dan akhir tahun berarti membicarakan soal rilis game-game…
November 18, 2020 - 0

Preview Call of Duty – Black Ops Cold War: Konspirasi Tidak Basi!

Akhir tahun di industri game berarti menikmati kembali seri terbaru…
October 23, 2020 - 0

Menjajal DEMO Little Nightmares II: Jaminan Merinding!

Jika Anda secara aktif mengikuti JagatPlay, maka ada satu elemen…
September 28, 2020 - 0

Review HADES: Super Duper Nagih!

Supergiant Games? Berapa banyak dari Anda yang pernah mendengar nama…

PlayStation

November 20, 2020 - 0

Review Genshin Impact: Inovasi dan Adiksi Uji Hoki!

Berapa banyak dari Anda yang saat ini tengah sibuk memainkan…
November 17, 2020 - 0

Review Kingdom Hearts – Melody of Memory: Nostalgia Telinga!

Menyebutnya sebagai salah satu franchise dengan plot paling kompleks memang…
November 13, 2020 - 0

Review Watch Dogs Legion: Bersatu Kita Teguh, Bercerai Tetap Seru!

Kontroversial, memancing cemooh di awal rilis, namun tetap berakhir sukses…
November 10, 2020 - 0

Preview Assassin’s Creed Valhalla: Dalam Lindungan Odin!

“Ini bukan lagi seri Assassin’s Creed”, pergeseran genre dengan cita…

Nintendo

July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…
June 5, 2020 - 0

Preview Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Format Terbaik!

Nintendo Wii adalah sebuah fenomena yang unik di industri game.
April 15, 2020 - 0

Review Animal Crossing – New Horizons: Sesungguhnya Game Super Hardcore!

Tumbuh menjadi sensasi internet dalam waktu singkat, banyak gamer yang…