Ani-Com 2016: Interview Final Fantasy XV dengan Hajime Tabata!

Author
David Novan
Reading time:
August 1, 2016
Interview FF XV jagatplay anicom 2016 3

Bermula dengan hadirnya Hajime Tabata, Director Final Fantasy XV, di panggung PlayStation pada 18th Ani-Com Games HK 2016 (ACGHK 2016) 29 Juli lalu, dan sempat melihat sendiri demo play ketika melawan Titan yang maha besar, kami berkesempatan untuk ikut serta dalam sesi wawancara bersama Hajime Tabata! Pada wawancara tersebut, kami menemui beberapa kisah di belakang layar mengenai pengembangan Final Fantasy XV yang menarik untuk diikuti!

Pertanyaan besar pertama adalah mengenai kontinuitas dari FFXV sendiri. Setelah pengumuman mengenai adanya film CGI Kingsglaive dan film anime Brotherhood yang mengikuti gamenya, ternyata Tabata mengatakan ceritanya akan berakhir sampai di sini. Ia juga menyatakan akan adanya DLC, tetapi tidak akan menambahkan cerita, lebih ke fungsionalitas gamenya.

Kemudian mengenai tingkat kesulitan dari game ini, Tabata mengatakan game ini akan menyertakan kesulitan Normal, yaitu untuk gamer kebanyakan, dan Easy untuk gamer pemula. Selain itu, gamer juga akan dengan mudah mengubah sistem battle dari action real-time, Active Battle System, menjadi sistem battle yang menunggu input perintah layaknya game FF terdahulu dalam Wait Battle System. Mengenai mengapa digunakannya konsep battle action real-time sendiri, Tabata mengatakan semua demi memperhalus transisi dari bertualang di dunia yang begitu luas ke dalam battle. Selain itu, teknologi yang digunakan di sana juga membuka banyak peluang untuk feature berkecepatan tinggi lain, seperti mengendarai Chocobo.

Interview FF XV jagatplay anicom 2016 1 Interview FF XV jagatplay anicom 2016 2

Lalu, bagaimana untuk gamer yang suka melakukan grinding alias leveling? Tabata berkata permainan akan menjadi lebih mudah untuk mereka, terutama ketika mengikuti storyline. Sebagai gamer yang juga suka melakukan leveling seperti itu, Tabata menambahkan ia sudah menambahkan Super Hard Quest untuk gamer power level sepertinya.

Ada pula pertanyaan lucu yang pastinya terlintas di benak setiap orang, yaitu mengapa menceritakan empat orang lelaki tanpa adanya karakter perempuan layaknya game FF lain? Tabata seraya tertawa mengatakan jelas itu bukan hobinya untuk tidak memasukkan karakter perempuan. Namun, hal itu akan merusak konsep dari FFXV sendiri, yaitu petualangan Noctis bersama teman-temannya dan bersama menyelesaikan masalah ala Brotherhood, sama seperti pengalaman Tabata sendiri di masa mudanya. Mengenai kemungkinan adanya karakter cameo atau karakter dari FF lain di dalam game, Tabata mengatakan hal itu tidak ada, mengingat mereka berasal dari dunia yang berbeda.

Disinggung pula mengenai rencana untuk memberikan minigame bagi gamer di luar Jepang yang melakukan premium pre-order, seperti adanya minigame Kingstale di Jepang. Ternyata, Tabata baru menyadari bahwa itu adalah ide yang bagus dan akan menggarapnya ketika ia kembali ke Jepang nanti. Hal ini disebabkan timnya tidak begitu mengetahui apa kemauan gamer di luar Jepang mengenai feature semacam itu. Ternyata, wawancara ini memberikan informasi baru mengenai apa yang fans inginkan!

Mengenai mobil terbang yang adegannya dipotong dari trailer versi US, Tabata mengatakan sebenarnya pada E3 diberikan gambaran lebih jelas mengenai konsep mobil yang dianggapnya bagian dari tim Noctis tersebut. Itu sebabnya ia dan tim pengembangan FFXV sedang menyiapkan perkenalan lebih lengkap mengenai mobil tersebut. Karena fans ternyata sangat menyambut baik feature tersebut, hal yang ditemuinya pada E3 lalu.

Interview FF XV jagatplay anicom 2016 4

Menyoal kehadiran PSVR serta demo VR yang juga kami temui di sana, Tabata dan timnya ternyata baru mempersiapkan feature VR di gamenya. Itu sebabnya feature tersebut akan dijadikan DLC nantinya. Mengapa dipersiapkan terpisah seperti itu, ternyata Tabata ingin melihat terlebih dahulu kemampuan dari PSVR. Setelah gameplay VR ketika pengguna PSVR duduk di mobil yang sedang berjalan bersama Cidney Aurum dicoba, dan menjadi favorit semua fans yang mencobanya (terus terang, kami sangat menyukai bagian ini! She’s so hot!), barulah Tabata memutuskan untuk menekuni feature VR dengan serius.

Bagaimana dengan kemungkinan adanya FFXV di varian console PlayStation yang lebih kuat? Tabata ternyata sangat berharap hal itu bisa menjadi kenyataan. Namun untuk kepastiannya, semua tergantung Sony yang menjual consolenya, yang dijawab Tabata dengan tertawa. Melihat dan merasakan beragam hal tentang FFXV saat itu, rasanya tidak sabar untuk menunggu game ini dirilis pada 30 September 2016 nanti!

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…