Take Two Tak Menyerah Soal Battleborn

Reading time:
August 8, 2016
battleborn-600x375

Terkadang, bukan sekedar kualitas saja yang akan menentukan apakah sebuah game akan laku di pasaran atau tidak. Pelajaran ini tampaknya mau tak mau harus masuk ke otak Gearbox Software dan Take-Two terkait proyek game teranyar mereka – Battleborn. Walaupun terhitung unik karena proses adaptasi banyak elemen MOBA menjadi sebuah game FPS dengan review yang cukup positif, game ini bisa disebut “gagal” di pasaran karena peminat yang begitu minim. Salah satu alasannya? Mereka berbagi daya tarik yang hampir sama dengan Overwatch – game shooter Blizzard yang pada akhirnya mendominasi. Lantas, bagaimana dengan masa depan Battleborn itu sendiri?

Walaupun sangat mengkhawatirkan, Take-Two tak langsung menyerah begitu saja. Dalam laporan finansial terbaru mereka, CEO Take-Two – Strauss Zelnick secara tegas menyatakan komitmen dan dukungannya untuk Battleborn. Beragam masalah yang terjadi sejak hari pertama rilis tak akan membaut game ini langsung ditinggalkan begitu saja. Zelnick percaya bahwa masih ada ruang yang besar bagi Battleborn untuk menumbuhkan komunitasnya. Sementara dari sisi bisnis, 2K akan berjuang untuk membuat gamer tertarik menghabiskan uang mereka untuk ragam mata uang virtual yang ditawarkan game yang satu ini.

Walaupun terhitung game
Walaupun terhitung game “gagal” dari sisi penjualan, Take Two tak akan menyerah soal Battleborn begitu saja.

Apakah strategi baru yang akan ditawarkan Take-Two untuk Battleborn akan berujung jadi sesuatu yang positif untuk membuatnya kembali diminati? Ataukah seperti halnya yang terjadi dengan Evolve, game ini akan berubah menjadi game free to play dalam waktu dekat? Kita tunggu saja.

Source: Eurogamer

Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…