Tokyo Game Show 2016: Mafia 3 yang Istimewa

Author
Jey Nelson
Reading time:
September 18, 2016
mafia-3-jagatplay-tgs-2016-6

Siang ini kami diundang oleh 2K Interactive selaku publisher dari game MAFIA 3 untuk berkunjung ke booth mereka. Jujur saja di antara booth para publisher , booth 2K memang tidak main-main. Bukan hanya luas, mereka juga hanya berfokus untuk memamerkan MAFIA 3 kepada pengunjung TGS. Dengan model-model yang berpakaian layaknya orang-orang di tahun 1960an, setting ruangan dan dekorasi juga membuat para pengunjung booth 2K seperti masuk ke dalam suasana New Bordeaux. Tidak heran antrian ular-tangga selalu terjadi di depan booth 2K, untung saja 2K berbaik hati dan mengijinkan kami masuk dengan status VIP sehingga kami tidak perlu mengantri untuk melihat keseriusan 2K dalam memamerkan MAFIA 3.

mafia-3-jagatplay-tgs-2016-1 mafia-3-jagatplay-tgs-2016-2 mafia-3-jagatplay-tgs-2016-4

Jika berbicara soal game Sandbox, maka franchise MAFIA pasti akan menjadi salah satu topik pembicaran yang menarik. Dengan mengedepankan cerita, intrik-intrik politik, serta setting waktu di masa lalu, MAFIA berhasil menggaet fans-fans setia. Dalam iterasi terbarunya, 2K selaku publisher dari MAFIA memutuskan untuk mencoba sesuatu yang berbeda dari pakem MAFIA. Apakah pakem yang berubah ini  bisa memuaskan keinginan dari para fans? Mungkin ada baiknya jika kita melihat game ini lebih dalam.

Plot

mafia-31

MAFIA 3 berpusat di seseorang yang bernama Lincoln Clay. Veteran perang vietnam berkulit hitam ini pulang ke New Bordeaux dan bergabung dengan para mafia berkulit hitam. Ketika Lincoln mendapati bahwa grup mafia Italia membunuh semua temannya, Lincoln tentu ingin membalas dendam dan membentuk organisasi kriminal baru.

New Bordeaux sendiri merupakan representasi dari New Orleans yang di medio tahun 1960an memang banyak dihuni oleh orang-orang berkulit hitam. Kami terus terang cukup penasaran apakah 2K juga akan menambahkan bumbu-bumbu segregasi kulit hitam dan kulit putih yang sangat gencar di medio 1960an tersebut.

New Bordeaux sendiri akan dibagi dalam 10 Lokasi yang nantinya akan dihuni oleh geng penguasanya masing-masing. Tentu saja tugas anda disini adalah memastikan Lincoln menjadi pemimpin para organisasi mafia di New Bordeaux. Anda bebas menggunakan metode apapun untuk merengkuh kekuasaan, tentu saja di dalamnya pasti menggunakan kekerasan dan cara-cara tidak terpuji lainnya yang kami harap tidak akan menginspirasi anda untuk mencobanya di dunia nyata.

Visual

mafia-32

Sangat cantik!

Di dalam demo gameplay yang dipresentasikan ke kami, publisher menggunakan PC sebagai platform demo. Kualitas visual yang ditawarkan oleh Mafia 3 mengundang decak kagum kami. Kami tidak menyangka sebuah game sandbox bisa mempunyai kualitas visual yang sangat baik.

Voice acting dan motion-capture pun direpresentasikan dengan baik untuk menjamin pengalaman penuh dari para pemain Mafia 3. Tata suara juga patut diacungi jempol. Di beberapa scene kami bahkan merasa seperti berada di tengah-tengah pertempuran antara Lincoln vs Mafia Italia.

Penuh Kekerasan!

mafia-3-violence

Bukan MAFIA rasanya jika kita tidak membicarakan apa saja yang mungkin dilakukan di seri ini. Terus terang kami cukup kagum dengan gerakan-gerakan bela diri ataupun menyerang Lincoln. Tidak hanya gerakan menembak atau menggunakan pisau, Lincoln juga bisa merebut senjata musuh dan kemudian menggunakannya untuk memukul musuh tersebut.  Aspek blood and gore juga direpresentasikan dengan baik oleh MAFIA. Sekedar saran saja, jangan mencoba memainkan game ini ketika anda sedang makan.

Jika melihat apa yang ditawarkan dari demo gameplay MAFIA, kami berani menjamin para fans tidak akan kecewa dan bahkan mendukung keputusan 2K untuk mendobrak pakem dari 2 game sebelumnya. Representasi grafis yang baik, cerita yang kuat, serta mekanik gameplay yang menarik akan membuat para fans lama tetap setia sekaligus menjaring fans-fans baru.

Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…