Review Deus Ex – Mankind Divided: Semakin Sempurna!

Reading time:
September 6, 2016

Non-Lethal yang Lebih Difasilitasi

Anda yang ingin bermain dengan damai via non-lethal kini difasilitasi dengan lebih sempurna.
Anda yang ingin bermain dengan damai via non-lethal kini difasilitasi dengan lebih sempurna.

Jika Anda dan saya berbicara soal apa yang jadi kekurangan Human Revolution dan yang paling fatal, adalah bahwa ia gagal memfasilitasi orang-orang yang memutuskan “Non-Lethal” sebagai core gaya permainan yang mereka inginkan. Anda mungkin bisa bermain tanpa membunuh seorangpun di sepanjang permainan, namun di titik tertentu, terutama ketika bertarung melawan boss yang ada, Anda akan dipaksa mengangkat senjata dan membunuh mereka. Berita baiknya? Hal tersebut dijawab dan diperbaiki dengan sangat manis oleh Eidos Montreal dan Square Enix di seri teranyar ini. Bersorak-sorailah Anda yang memang tak tertarik untuk menimbulkan kekacauan sebagai metode permainan utama.

Memainkan game ini secara non-lethal, dimana Anda tak tertarik untuk membunuh atau menghancurkan siapapun, memang terasa seperti gaya gameplay terbaik. Tak hanya cocok dari sisi lore untuk sosok Adam Jensen itu sendiri, memainkannya dengan non-lethal juga memberikan Anda beragam keuntungan positif. Dari sisi experience points, Anda akan mendapatkan lebih banyak point untuk setiap musuh yang Anda lumpuhkan, yang berarti kenaikan level yang lebih cepat  dan varian skill yang lebih banyak untuk digunakan. Sementara dari sisi gameplay, metode seperti ini mau tak mau membuat Anda harus lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan didorong untuk mengeksplorasi dan berpikir. Bagaimana jika Anda meretas para robot dan menjadikan mereka sebagai sekutu? Bagaimana jika Anda masuk ke ventilasi yang satu dan keluar tanpa harus melumpukan siapapun? Anda akan mulai memikirkan begitu banyak kemungkinan jalan yang bisa ditempuh.

Ada banyak cara untuk mengeksekusi gaya permainan ini, termasuk dengan meretas robot keamanan untuk keuntungan mereka.
Ada banyak cara untuk mengeksekusi gaya permainan ini, termasuk dengan meretas robot keamanan untuk keuntungan mereka.
AI musuh cukup tanggap dengan perubahan kondisi di sekitar, namun terkadang terlihat bodoh di beberapa titik permainan.
AI musuh cukup tanggap dengan perubahan kondisi di sekitar, namun terkadang terlihat bodoh di beberapa titik permainan.

Berita baiknya? AI yang ditawarkan game ini cukup baik. Walaupun tak bisa dibilang sempurna dan responsif untuk semua kondisi yang ada, mereka  cukup punya “kesadaran” untuk mengerti bahwa ada seusatu yang pantas untuk dicurigai. Sebagai contoh? Ketika Anda melumpuhkan dua orang yang tengah berlatih di sebuah rintangan yang terletak di tengah markas musuh misalnya. Kedua musuh yang terus berlari melewati rintangan, melompat dan berteriak ini, mungkin bisa Anda lumpuhkan tanpa suara sama sekali. Namun fakta bahwa mereka tiba-tiba menghilang dan tak lagi berlatih cukup untuk membuat AI musuh yang lain untuk curiga dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Cerdas? Iya, tetapi sayangnya tak terlalu konsisten. Di satu sisi, misalnya ketika Anda menghajar musuh secara diam-diam dari sudut, bahkan AI yang langsung melihat hilangnya teman mereka terkadang hanya masuk dalam status “curiga” dan tak langsung otomatis angkat senjata. Parahnya lagi? Anda bisa melakukan metode ini berulang-ulang, hingga Anda menundukkan sebagian besar musuh di sudut yang sama.

Anda bisa melanjutkan cerita dengan sekedar berargumen saat ini, membuat permainan non-lethal lebih optimal.
Anda bisa melanjutkan cerita dengan sekedar berargumen saat ini, membuat permainan non-lethal lebih optimal.

Lantas, apa yang membuat kami menyebut Mankind Divided memfasilitasi gaya permainan seperti ini? Bukankah hal sama juga ditawarkan oleh Human Revolution? Untuk memastikan bahwa Anda bisa menyelesaikan game ini dengan tanpa mengangkat senjata sekalipun, Anda juga tak harus terlibat dan membunuh setiap boss yang Anda temui. Anda kini bisa menggunakan argumentasi lewat fitur gameplay baru yang intinya, bercakap-cakap hingga mereka “menyerah” dan mengikuti apa yang Anda inginkan. Semua informasi yang muncul dalam mode tersebut akan membantu Anda menentukan aksi dan reaksi apa yang dibutuhkan untuk mencapai misi utama tersebut. Sederhana namun punya impact besar, Anda bisa menyelesaikan game ini dengan cara sedamai mungkin. Sesuatu yang gagal ditawarkan seri sebelumnya.

Namun gaya permainan ini juga membuat ragam kekuatan augmentasi yang baru tak terasa relevan.
Namun gaya permainan ini juga membuat ragam kekuatan augmentasi yang baru tak terasa relevan.
KUNGFU PEREMUK TU.... BESI!!
KUNGFU PEREMUK TU…. BESI!!

Namun di sisi lain, metode ini juga membuat hampir semua augmentasi Jensen yang lain menjadi tak penting sama sekali. Seperti yang kita tahu, mengikuti garis cerita yang ada, Jensen menemukan bahwa augmentasi yang terpasang di tubuhnya bukanlah augmentasi seperti pada umumnya. Ia masih punya ekstra kemampuan lain, lethal dan non-lethal yang bisa Anda aktifkan. Berita buruknya? Penambahan augmentasi ini sama sekali tak relevan di permainan non-lethal. Karena pada akhirnya yang Anda butuhkan hanyalah kemampuan hacking mumpuni, beragam kemampuan eksplorasi, dan penghematan “baterai” untuk membuat Anda bisa mengaksesnya tiap kali dibutuhkan. Itu saja sudah cukup untuk menyelesaikan segalanya. Bagaimana dengan musuh lebih besar, seperti musuh dengan Exo-suit misalnya? Anda hanya butuh melempar / menembakkan EMP dan sisanya, tinggal menghajarnya seperti musuh biasa.

Replayability

Ada banyak pilihan yang harus diambil, ada banyak alternatif cerita, membuat tingkat replayability game ini menjadi tinggi.
Ada banyak pilihan yang harus diambil, ada banyak alternatif cerita, membuat tingkat replayability game ini menjadi tinggi.

Dengan kisaran waktu gameplay sekitar 15-20 jam bergantung pada misi apa saja yang Anda selesaikan, Deus Ex: Mankind Divided mungkin tak terhitung sebagai sebuah game action RPG dengan konten yang “masif”. Namun satu yang tak bisa dipungkiri, game ini punya tingkat replayability yang tinggi.

Mengapa? Karena game ini didesain dengan begitu fantastisnya, hingga apa yang kami temukan dan dapatkan bisa berujung berbeda dengan apa yang Anda temukan dan dapatkan di sesi gameplay Anda. Namun tak seperti game-game interactive story ala Telltale Games yang membuat pilihan tersebut sekedar ilusi tanpa bisa mempengaruhi ending, aksi yang Anda lakukan di Deus Ex: Mankind Divided dihasilkan dan akan menghasilkan cabang cerita yang cukup kaya di dalamnya. Anda akan dihadapkan pada beragam keputusan, pada beragam metode penyelesaian, dan beragam cabang reaksi yang mungkin muncul darinya, sesuatu yang tak mungkin bisa Anda selesaikan dengan hanya satu kali gameplay saja. Apalagi jika Anda tertarik untuk menjajal gaya gameplay lethal dan non-lethal untuk sekedar melihat perbedaannya, atau untuk melihat cerita dari perspektif Adam Jensen dengan karakteristik berbeda yang bergantung pada pilihan opsi percakapan Anda. Opsi tersebut terbuka.

Sebagai contoh? Ketika Anda menemukan bukti dan sebuah informasi rahasia misalnya. Apakah Anda ingin menyerahkan bukti tersebut kepada Task Force yang mungkin saja sudah disusupi oleh para Illuminati? Ataukah Anda lebih memilih untuk membiarkan Janus dan kroni-kroninya untuk menilai pentingnya informasi tersebut, walaupun Anda masih mempertanyakan motif mereka sebenarnya? Beberapa titik cerita juga bahkan membuat Anda harus memilih satu titik cerita yang akan menganulir eksistensi titik cerita yang lain. Apa yang akan Anda pilih? Semua akan bergantung pada Anda. Satu yang pasti, jika Anda tak tertarik menjajal New Game + untuk mengulang segala sesuatunya lagi dari awal, pastikan Anda punya titik save manual dan load yang cukup banyak.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…
August 10, 2022 - 0

Review Marvel’s Spider-Man Remastered PC: Siap Kembali Berayun!

Marvel's Spider-Man Remastered akhirnya tersedia di PC. Apa saja yang…

PlayStation

November 11, 2022 - 0

Review Sonic Frontiers: Gaya Baru, Lumayan Seru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Sonic Frontiers ini? Mengapa kami…
November 10, 2022 - 0

Review Call of Duty – Modern Warfare II (Multiplayer): Seru yang Serupa!

Apa yang ditawarkan oleh mode multiplayer Call of Duty: Modern…
November 8, 2022 - 0

Wawancara dengan Eric Williams (God of War Ragnarok)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Game Director God of War Ragnarok…
November 3, 2022 - 0

Review God of War Ragnarok: Mitologi Penuh Aksi, Mitologi Penuh Hati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh God of War Ragnarok ini?…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…