Battlefield 1 Rilis Gameplay Campaign 12 Menit

Reading time:
October 3, 2016


Tema perang dunia pertama seolah menjadi jawaban terbaik untuk menjawab rasa haus gamer saat ini untuk sebuah game FPS yang berkualitas. Ia memenuhi keinginan untuk sensasi perang klasik sekaligus menawarkan sesuatu yang berbeda dan unik di atasnya. Sejauh ini, setidaknya dari masa beta yang sempat dilepas EA dan DICE, Battlefield 1 memang terasa mengeksekusi tugas tersebut dengan baik. Namun tentu saja, mode campaign single player seharusnya jadi daya tarik yang lain, terlepas dari fakta bahwa DICE tak pernah mengeksekusi hal ini dengan baik di seri-seri Battlefield sebelumnya. Gameplay perdana yang muncul memperllhatkan sesuatu yang berbeda.

Seperti yang kita tahu, DICE memang sudah menegaskan bahwa mode campaign Battlefield 1 akan berfokus pada orang dan bukannya perang. Oleh karena itu, mereka menawarkan perspektif banyak karakter yang masing-masing  akan memuat kisah yang personal. Namun dari gameplay perdana ini, hal tersebut bukan satu-satunya yang dipersiapkan oleh DICE tampaknya. Mereka juga mengubah sistem respawn yang ada, setidaknya di prologue, untuk memperlihatkan bahwa Anda hanya berperan sebagai satu individu dari pasukan yang berjuang untuk satu tujuan yang sama. Setiap kali Anda mati, nama prajurit berbeda-beda yang Anda gunakan akan muncul di layar.

Setelah sempat merilis trailer, DICE merilis gameplay campaign 12 menit di ajang Twitch-Con kemarin.
Setelah sempat merilis trailer, DICE merilis gameplay campaign 12 menit di ajang Twitch-Con kemarin.

Battlefield 1 sendiri rencanannya akan dirilis pada tanggal 21 Oktober 2016 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagaimana dengan Anda sendiri? Apakah gameplay 12 menit ini cukup membangun rasa optimisme Anda bahwa seri ini akan punya mode campaign yang lebih baik?

Load Comments

PC Games

January 20, 2023 - 0

Review A Space for the Unbound: Standar Tertinggi Game Indonesia Saat Ini!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh A Space for the Unbound?…
October 18, 2022 - 0

Review Uncharted Legacy of Thieves (PC): Drake Pindah Rumah!

Seperti apa performa dan fitur yang ditawarkan oleh Uncharted Legacy…
September 23, 2022 - 0

Review IMMORTALITY: Misteri Dalam Misteri Dalam Misteri!

Apa yang sebenarnya  ditawarkan oleh IMMORTALITY? Mengapa kami menyebutnya game…
August 19, 2022 - 0

Review Cult of the Lamb: Menyembah Setan Sambil Bertani!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Cult of the Lamb ini?…

PlayStation

January 30, 2023 - 0

Review Dead Space Remake: Isak Tangis di Luar Angkasa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dead Space Remake ini? Apa…
December 22, 2022 - 0

Review Crisis Core – Final Fantasy VII Reunion: Reunian dengan Muka Baru!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Crisis Core – Final Fantasy…
December 8, 2022 - 0

Review Star Ocean – The Divine Force: Bukan Melesat, Malah Meleset!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Star Ocean: The Divine Force?…
December 7, 2022 - 0

Review The Callisto Protocol: Permulaan yang Menjanjikan!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Callisto Protocol ini? Mengapa…

Nintendo

November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
August 4, 2022 - 0

Preview Xenoblade Chronicles 3: Seperti Sebuah Keajaiban!

Kesan pertama apa yang ditawarkan Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…
April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…