Pemain Destiny 2 Penuhi Server Kala Update Terakhirnya Rilis
Update penutup Destiny 2 berhasil menarik gelombang pemain dalam jumlah besar hingga melampaui rekor puncak pemain Marathon di Steam.
Jarang ada situasi di mana sebuah game yang akan “berakhir” justru menghasilkan sorotan yang lebih besar dibanding proyek baru yang dipersiapkan untuk menggantikannya. Ironisnya, itulah yang terjadi pada Destiny 2, yang berhasil menarik perhatian komunitas dalam jumlah masif tepat saat Bungie berusaha mendorong Marathon sebagai masa depan mereka.
Hal ini terjadi ketika Bungie baru saja merilis Monument of Triumph, update terakhir yang menandai berakhirnya perjalanan Destiny 2 setelah bertahun-tahun menjadi salah satu game live service terbesar di industri gaming. Menariknya pada akhir pengembangannya itu, game tersebut justru mengalami lonjakan pemain yang cukup mengejutkan pada hari peluncuran update tersebut.

Ribuan pemain langsung berbondong-bondong kembali ke Destiny 2 untuk merasakan kondisi final game tersebut, sekaligus memberikan penghormatan terakhir kepada franchise yang telah menemani mereka selama ini. Antusiasme tersebut bahkan begitu besar hingga banyak pemain melaporkan kesulitan masuk ke dalam game akibat berbagai error yang muncul di server karena terlalu penuh.
Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh Bungie. Situs pemantau statistik SteamDB juga dilaporkan mengalami kesulitan mengikuti lonjakan trafik yang terjadi ketika para pemain berusaha memantau jumlah pemain Destiny 2 secara real-time.
Yang membuat situasi ini semakin menarik adalah perbandingannya dengan Marathon, proyek shooter baru Bungie yang kini menjadi fokus utama studio tersebut. Berdasarkan data SteamDB, Marathon sebelumnya mencatat puncak pemain sekitar 88.000 pemain. Namun hanya dalam waktu sekitar 20 menit setelah Monument of Triumph diluncurkan, Destiny 2 berhasil melampaui angka tersebut dengan lebih dari 100.000 pemain aktif di Steam.
Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan basis pemain console yang selama ini menjadi salah satu kekuatan terbesar Destiny. Berbeda dengan Marathon yang memiliki proporsi pemain PC yang lebih dominan, komunitas Destiny selama bertahun-tahun dikenal memiliki populasi yang sangat besar di platform PlayStation dan Xbox.
Situasi ini kembali memunculkan pertanyaan yang sudah lama beredar di komunitas; apakah Bungie terlalu cepat meninggalkan Destiny demi Marathon? Pertanyaan tersebut semakin relevan mengingat Marathon saat ini baru memasuki Season 2, dan belum lama menyelesaikan periode free week. Meski Marathon mendapatkan dukungan penuh dari Bungie, jumlah pemain yang kembali ke Destiny 2 pada hari update terakhirnya justru menunjukkan bahwa minat terhadap franchise sci-fi tersebut masih sangat tinggi.
Fakta tersebut juga sejalan dengan gerakan komunitas yang sebelumnya mendorong pengembangan Destiny 3. Sebuah petisi yang meminta Bungie melanjutkan franchise tersebut dilaporkan berhasil mengumpulkan lebih dari 350.000 tanda tangan, memperlihatkan bahwa banyak pemain masih ingin melihat kisah Destiny berlanjut dalam bentuk baru.
Pada akhirnya, lonjakan pemain ini mungkin bukan sekadar soal nostalgia. Bagi banyak penggemar, langkah ini merupakan cara untuk menyampaikan pesan bahwa mereka belum siap mengucapkan selamat tinggal pada dunia Destiny. Sayangnya, keputusan mengenai masa depan franchise tersebut tetap berada di tangan Bungie dan Sony, yang hingga kini belum mengumumkan rencana resmi mengenai Destiny 3 maupun proyek Destiny baru lainnya.
Bagaimana menurut Anda mengenai gerakan pemain Destiny 2 ini? Apakah Anda termasuk ke dalam pemain yang juga turut serta meramaikan server slam ini?










