Menjajal Demo Outlast 2: Mimpi Terburuk!

Reading time:
October 7, 2016
outlast-2-demo-jagatplay-1

Outlast adalah salah satu franchise “baru” game horror yang bisa terbilang sukses. Ia meminjam konsep game horror yang sebenarnya tak bisa dibilang original, sesuatu yang sudah dijadikan oleh game seperti Slenderman dan Amnesia sebagai daya tarik. Sebuah game horror dimana Anda berperan sebagai karakter utama yang tak bisa melawan dan harus bersembunyi dari semua ancaman yang ada. Walaupun demikian, dibandingkan dengan dua game tersebut, Red Barrels berhasil mengeksekusi banyak hal lainnya dengan lebih sempurna. Atmosfer, mekanik gameplay unik, tata suara unik, hingga konten penuh darah dan mutilasi yang tak menahan diri sama sekali. Hanya dalam waktu singkat, Outlast tumbuh menjadi sebuah seri game  horror yang dipuja-puji, sukses dari sisi penjualan, dan berakhir menjadi game yang terus diantisipasi kelanjutannya. Sebuah mimpi yang akhirnya dipenuhi Red Barrels lewat seri kedua yang akan meluncur tahun depan – Outlast 2.

Lewat serangkaian screenshot dan trailer perdana yang dirilis ke pasaran, Oulast 2 terlihat memenuhi hampir semua hal yang Anda antisipasi darinya. Kualitas visual yang mengalami peningkatan dibalut dengan atmosfer, cerita, karakter, dan “musuh” baru untuk diwaspadai. Tak seperti seri pertama dimana sang karakter utama terperangkap dalam ruangan tertutup yang dihiasi koridor penuh koridor, Red Barrels sepertinya ingin Anda menghirup sedikit bau darah di luar ruangan dengan seri kedua ini. Semuanya ditemani dengan cahaya bulan yang sedikit redup dan kegelapan mencekam yang natural di atasnya. Sejauh ini semua formula tersebut berhasil untuk membuat bulu kuduk kami merinding.

Kini tak lagi sekedar hanya bisa dicicipi lewat screenshot atau trailer, Red Barrels akhirnya merilis demo singkat Oulast 2 untuk semua platform rilis yang ada – Playstation 4, Xbox One, dan PC. Ia mungkin membawa konten yang minim, namun ia terhitung berhasil merepresentasikan daya tarik seperti apa yang ingin dijual Red Barrels dengannya.

Lantas, seperti apa impresi pertama seperti apa yang ditawarkan oleh demo yang satu ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah mimpi terburuk? Review impresi kami ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Outlast yang Anda Kenal

Masih seperti Outlast yang Anda kenal.
Masih seperti Outlast yang Anda kenal.

Di seri kedua ini, setidaknya dari sedikit sinopsis cerita yang dilemparkan di layar pertama Anda mencicipi sang demo, Anda kembali akan berperan sebagai seorang wartawan bernama Blake Langermann. Pekerjaannya sebagai seorang wartawan investigatif membawanya ke sebuah region yang asing untuk menyelidiki kasus terbunuhnya seorang ibu muda yang tengah hamil bernama Jane Doe. Dari cerita seperti ini saja, Anda bisa memprediksi seri sekuel seperti apa yang akan Anda dapatkan.

Anda kembali berperan sebagai seorang wartawan investigatif.
Anda kembali berperan sebagai seorang wartawan investigatif.
Kamera menjadi
Kamera menjadi “senjata” utama untuk melihat objek jauh atau di dalam kegelapan. Tentu saja, Anda tetap harus mengatur resource baterai yang Anda temukan untuk membuatnya tetap berfungsi.

Dari demo singkat yang bisa Anda selesaikan hanya dalam waktu 20 menit saja ini, Anda akan bertemu dengan mekanik gameplay yang serupa dengan Outlast sebelumnya, tanpa ada perubahan yang mendasar sama sekali. Anda masih akan dibekali dengan sebuah kamera yang memuat mode Night Vision di dalamnya untuk melihat lebih baik di kegelapan dengan kemampuan zoom yang cukup luar biasa untuk memerhatikan objek di kejauhan. Dan seperti seri pertama pulanya, baterai akan jadi resource paling penting untuk memastikan kamera Anda terus bekerja, apalagi jika Anda secara konsisten menggunakan mode Night Vision yang ada.

Seperti yang bisa diprediksi, tak ada kesempatan untuk melawan balik.
Seperti yang bisa diprediksi, tak ada kesempatan untuk melawan balik.
Mekaniknya akan terasa familiar untuk Anda yang sempat mencicipi seri pertamanya, tanpa perubahan apapun.
Mekaniknya akan terasa familiar untuk Anda yang sempat mencicipi seri pertamanya, tanpa perubahan apapun.

Hampir tak ada perubahan mekanik yang berarti, karena karakter utama Anda tetap tidak bisa melawan. Anda tetap hanya bisa berlari, bersembunyi, dan berusaha untuk tak terlihat di depan sumber ancaman yang sepertinya akan berakhir, menjadi makhluk atau manusia apapun di luar Anda sendiri.  Anda bisa bersembunyi di beragam tempat untuk mengecoh mereka, dengan mekanik lari untuk bergerak lebih cepat namun butuh waktu istirahat untuk memulihkan stamina yang ada. Familiar? Karena memang demikian adanya. Red Barrels sepertinya mengerti bahwa mereka sudah mengeksekusi hampir semua hal tepat di seri pertama, dan kini hanya perlu menyempurnakannya untuk seri kedua ini. Rasa familiar ini juga akan membuat gamer yang asing untuk langsung terjun ke kedua seri ini nantinya jika mereka merasa penasaran. Sebuah strategi dan pendekatan yang tampaknya akan membuat gamer manapun berkeberatan.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…