Review Titanfall 2: Jauh Melebihi Harapan!
Free DLC

Mengejutkan mungkin untuk sebagian besar gamer bahwa kebijakan yang satu ini bisa meluncur dari publisher sekelas EA yang selama ini memang punya kebijakan yang sangat agresif terkait DLC. Menjual Season Pass sebelum sebuah game dirilis? Sudah jadi sesuatu yang biasa mereka lakukan. Menjual Season Pass dengan harga yang sama dengan game dasarnya? Gamer yang sudah sempat mencicipi seri Battlefield terbaru ataupun di masa lalu sudah familiar dengan strategi yang satu ini. Namun ada satu hal unik yang akan mereka terapkan di Titanfall 2 ini. Percaya atau tidak, meluncur dari EA, seri ini tak akan mengusung konten tambahan berbayar.
Respawn sendiri sudah memastikan bahwa semua konten tambahan dan update Titanfall 2 di masa depan akan ditawarkan secara cuma-cuma untuk mereka yang sudah membeli game ini. Tak ada omong kosong DLC berbayar, tak ada Season Pass, semua konten tambahan tersebut akan mereka distribusikan sebagai bentuk ucapan terima kasih untuk gamer yang sudah secara terbuka, memberikan dukungannya pada Titanfall 2 itu sendiri. Mereka memang masih belum berbagi seperti apa konten update tersebut, namun komitmen untuk melakukan hal ini sendiri saja sudah jadi sesuatu yang pantas untuk didukung dan dipuji.
Dan bagi gamer-gamer yang cukup sensitif dengan konsep DLC berbayar, maka Titanfall 2 akan jadi pilihan terbaik. Kita berbicara soal game yang tak hanya menawarkan konten berkualitas di mode single player dan multiplayer saja, tetapi juga mengusung sebuah strategi yang mungkin, bisa terhitung “langka” di kondisi industri game saat ini.
Kesimpulan

Datang dengan perasaan skeptis, keluar dengan perasaan puas yang mengejutkan, ini mungkin kalimat yang tepat untuk menjelaskan pengalaman kami dengan Titanfall 2. Respawn berhasil memperkuat posisinya sebagai developer yang memang tak bisa dipandang sebelah mata. Untuk sebuah genre yang bisa dibilang punya ruang yang kecil untuk berinovasi, mereka melemparkan sebuah produk yang memesona di mode single player dan multiplayer. Mode campaign berakhir fantastis lewat kombinasi sistem parkour yang intuitif, desain misi yang mengejutkan, dan juga dramatisasi yang lumayan solid. Sementara multiplayer mempertahankan apa yang Anda sukai dari seri pertama, sekaligus memfasilitasi varian gameplay lebih banyak lewat hadirnya alternatif Pilot dan Titan yang ada. Ditambah dengan kebijakan konten tambahan cuma-cuma di masa depan, tak ada alasan untuk tak jatuh hati dengan Titanfall 2.
Walaupun demikian, harus diakui, cerita Titanfall 2 itu sendiri memang tak bisa dibilang sesuatu yang istimewa. Kami sendiri cukup senang karena ia tak berakhir jadi cerita yang terlalu personal antara hubungan manusia dan mesin yang didramatisir ala film drama dan berakhir jadi tetap game action dengan sebuah misi besar yang penting untuk pihak yang dibela oleh si karakter utama. Namun di sisi lain, sulit untuk tak mengakui bahwa cerita yang ia usung bukanlah sesuatu yang terhitung unik. Anda adalah satu prajurit yang mengubah arah perang, sebuah konsep yang sudah diceritakan berulang-ulang.
Namun terlepas dari hal tersebut, Titanfall 2 adalah sebuah game yang luar biasa. Kami sendiri tak bisa lagi lebih merekomendasikannya, apalagi dengan mode single player dan multiplayer yang sama fantastisnya. Ia adalah sebuah game yang hadir dengan kualitas yang jauh melebihi harapan kami sendiri, dan mengeksekusi hampir semua elemen dengan nyaris sempurna. Semoga saja, rilis terjepitnya memang tidak membuat banyak gamer mengabaikan game FPS yang memesona ini.
Kelebihan

- Desain misi single player yang keren
- Multiplayer yang tepat cepat
- Semesta Titanfall yang akhirnya bisa Anda rasakan langsung
- Gerak parkour yang intuitif
- Ragam kelas pilot dan Titan yang memfasilitasi lebih banyak gaya gameplay
- BT yang keren
- Cerita yang tak berakhir jadi sekedar hubungan manusia – robot yang penuh drama
Kekurangan

- Tema cerita keseluruhan yang tak unik
- Pilihan respon pada BT tak mengubah apapun
Cocok untuk gamer: pencinta game FPS futuristik, penggemar Titanfall pertama
Tidak cocok untuk gamer: yang tak senang dengan game FPS beritme cepat, tak suka dengan Titanfall pertama










