Review Titanfall 2: Jauh Melebihi Harapan!

Reading time:
November 10, 2016
titanfall-2-part-1-jagatplay-13

Sebuah tanda kepercayaan diri atau justru ketidakpercayaan diri yang luar biasa? Tak ada yang tahu apa yang ada di benak EA ketika mereka memutuskan untuk merilis game baru racikan Respawn – Titanfall 2 di tengah rilis Battlefield 1 dan Call of Duty: Infinite Warfare, dua judul populer yang begitu diantisipasi banyak gamer. Karena terlepas dari beragam alasan yang hendak mereka utarakan, keputusan seperti ini memang berpotensi mencederai penjualan Titanfall 2 itu sendiri. Respawn sendiri terlihat berjuang keras untuk membuat seri sekuel ini punya atmosfer yang lebih menyegarkan daripada sekedar melanjutkan konsep seri pertama yang sebenarnya sudah terhitung revolusioner. Salah satu yang jadi andalan? Hadirnya mode single player campaign.

Single player sebenarnya adalah kekuatan yang tak perlu lagi diragukan dari Respawn. Untuk Anda yang belum tahu, Respawn sendiri terbentuk dari otak Infinity Ward di era Call of Duty 4: Modern Warfare yang keluar dan memutuskan untuk membangun sebuah studio game baru. Anda yang sudah mencicipi produk mereka di masa lalu akan langsung mengerti apa yang kami bicarakan. Dan hasilnya? Bahkan melebihi apa yang kami prediksi sebelumnya. Mode single-player campaign Titanfall 2 langsung membuat kami jatuh hati. Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya seharusnya sudah punya sedikit gambaran bagaimana ia mengeksekusi beragam elemen yang ada dengan tepat.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Titanfall 2 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang jauh melebihi harapan kami di awal? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Berperan sebagai sekuel, cerita Titanfall 2 melanjutkan hasil perang dari seri pertama.
Berperan sebagai sekuel, cerita Titanfall 2 melanjutkan hasil perang dari seri pertama.

Walaupun Titanfall pertama lebih dikenal sebagai sebuah game berbasis multiplayer, bukan berarti ia tak mengusung esensi cerita sama sekali. Mode campaign yang mereka lebur bersama dengan konsep multiplayer yang terhitung cukup revolusioner saat rilis tersebut  berakhir jadi basis untuk mode campaign single player di Titanfall 2 ini. Setelah terjadinya Battle of Dementer, Militia yang kini di atas angin berusaha untuk merebut ragam sumber daya dan kontrol atas The Frontier. Namun seperti yang bisa diprediksi, sang pihak antagonis – IMC tentu tak akan membiarkannya begitu saja.

Anda sendiri berperan sebagai Jack Cooper, seorang prajurit biasa yang berjuang di pihak Militia. Di bawah bimbingan mentor yang kebetulan merupakan salah satu pilot Titan terbaik di Militia – Lastimosa, Cooper sebenarnya tertarik untuk menempuh jalur karir yang sama. Walaupun mimpi tersebut tak pernah terwujud, Cooper sendiri tak akan pernah menyangka bahwa invasi Militia ke planet Typhon yang masih dikuasai oleh IMC ternyata membawanya pada takdir yang tak pernah ia minta sebelumnya. Sang mentor berakhir tewas, meninggalkan sebuah Atlas Titan kelas Vanguard bernama BT-7274. Seperti yang bisa Anda prediksi, Cooper kini mengendalikannya.

Anda berperan sebagai prajurit biasa - Jack Cooper yang dilatih oleh pilot Titan ternama - Lastimosa.
Anda berperan sebagai prajurit biasa – Jack Cooper yang dilatih oleh pilot Titan ternama – Lastimosa.
Kematian Lastimosa membuat Cooper bertanggung jawab atas Titan kelas Vanguardnya - BT.
Kematian Lastimosa membuat Cooper bertanggung jawab atas Titan kelas Vanguardnya – BT.

Tak memutuskan untuk mundur dan menyerah, Cooper dan BT “lahir kembali” dengan satu komitmen besar – menyelesaikan apa yang menjadi misi awal Lastimosa itu sendiri. Mereka harus bergerak untuk bertemu dengan Major Anderson yang menurut laporan terakhir, menemukan sebuah rencana soal superweapon dengan kekuatan luar biasa yang tengah dipersiapkan oleh IMC. Senjata dengan kemampuan destruktif tak terbayangkan yang bisa menghancurkan planet-planet yang dikuasai oleh Militia dengan mudah.

IMC disebut-sebut memiliki sebuah senjata super yang mampu menghancurkan planet Militia dengan mudah.
IMC disebut-sebut memiliki sebuah senjata super yang mampu menghancurkan planet Militia dengan mudah.
Lantas, tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Cooper dan BT?
Lantas, tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh Cooper dan BT?

Lantas, tantangan seperti apa yang harus dihadapi oleh BT dan Cooper? Seperti apa pula kekuatan super weapon milik IMC ini? Bagaimanakah kisah mereka akan berakhir? Jawaban dari semua pertanyaan tersebut bisa Anda temukan dengan memainkan Titanfall 2 ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…