Review Gravity Rush 2: Open-World Santai!
Kat yang Menggemaskan

Anda yang sempat mencicipi artikel preview kami sebelumnya tentu sudah mendapatkan gambaran soal pendekatan visual seperti apa yang ditawarkan oleh Gravity Rush 2 ini. Ia mempertahankan pendekatan artistik dari seri pertama yang kartun dan menyempurnakannya lewat kontras warna dan varian yang lebih kaya. Warna yang tajam, terutama ketika Anda tengah berpetualang saat siang di kota Jirga Para Lhao, dan skybox yang terlihat indah akan memastikan mata Anda termanjakan. Kemampuan ekstra Playstation 4 juga berarti penambahan ragam efek, seperti efek kehancuran objek hingga sekedar efek partikel saat Kat mengendalikan gravitasi membuat pendekatan visualisasinya pantas untuk diacungi jempol. Apalagi beberapa dunia yang disinggahi Kat, terlihat begitu magis. Namun bukan itu satu-satunya alasan untuk jatuh hati dengan Gravity Rush 2.


Karena daya tarik keduanya adalah sosok karakter utamanya sendiri – Kat. “Menggemaskan” di sini bukan sekedar soal detail model karakter-nya saja, tetapi kepribadian yang berbeda dengan banyak karakter utama di seri game lain. Kat hadir dengan kepribadian yang seolah mengkombinasikan kata naif dan baik hati di saat yang sama. Ketika karakter game lain mungkin mengeluh atau bereaksi terlalu “realistis” terhadap situasi ini, Kat hadir sebagai sumber gelombang optimisme yang cukup untuk membuat hati Anda luluh. Tidak ada kata yang tak mungkin bagi Kat, dan tak ada kata “Tidak” untuk hampir semua tugas yang dibebankan untuknya, bahkan terkadang ketika sang pemberi quest sendiri bersikap sangat kurang ajar. Ada sesuatu yang berbeda dan menggemaskan dengan kepribadian Kat yang seperti ini.


Berita baiknya? Jika Anda termasuk gamer yang menilai kualitas “menggemaskan” suatu karakter dari sisi visual, Gravity Rush 2 juga menyediakan kesempatan bagi Kat untuk melakukan cosplay dengan beragam kostum unik yang bisa dikenakan untuknya. Dari pakaian latex kucing, siswi, seorang Battle Nurse (benar sekali, suster yang bisa bertarung), hingga Maid dan penjaga franchise makanan sekalipun. Walaupun tak memberikan tambahan status apapun, ini akan membantu Anda mendapatkan pengalaman bermain yang lebih menyegarkan. Serunya lagi? Gravity Rush 2 juga membekali Anda dengan beragam emoticon yang bisa dieksekusi oleh Kat dengan beragam tingkat “menggemaskan”, dari sekedar suara kucing hingga menikmati sate daging favoritnya. Sony seperti mengerti cara untuk membuat Anda tak bisa berpaling dari sosok Kat dalam waktu dekat.
Untuk urusan presentasi di atas permukaan, seperti sekedar visual dan karakter utamanya sendiri, Gravity Rush 2 akan membuat Anda jatuh hati sejak pandangan pertama. Berita baiknya? Eksekusi di sisi gameplay-nya sendiri cukup menarik dan memuaskan di saat yang sama.
Gravitasi yang “Baru”

Dari namanya sendiri saja, Anda sepertinya sudah bisa menebak apa yang menjadi fokus gameplay sebuah “Gravity Rush 2”? Benar sekali, gravitasi. Seperti halnya seri pertamanya, Kat punya kemampuan untuk mengendalikan dan mengubah titik utama gravitasi yang ia inginkan. Jadi tak seperti manusia seperti kita yang selalu menunjuk bawah ke arah yang sama, Kat punya kemampuan untuk mengubah kata “bawah” tersebut ke titik manapun yang ia inginkan. Jika ia memilih langit sebagai pusat gravitasi, maka ia akan “jatuh” ke barisan awan, yang di mata kita, terlihat seperti terbang cepat menuju ke angkasa. Jika ia memilih pusat gravitasi tersebut di dinding terdekat, maka ia bisa menempel di dinding. Anda mengerti konsepnya. Namun tentu saja, setiap kali manipulasi gravitasi tersebut terjadi, ada bar resource yang akan secara perlahan akan habis.
Dari sisi gameplay, Gravity Rush 2 sebenarnya tak banyak berbeda. Dengan kemampuan mengendalikan gravitasi ini, Anda bisa bergerak bebas dalam skema open-world yang unik. Bahwa tak hanya bisa mengeksplorasi setiap kota dari satu sisi saja, tetapi juga dari sisi sebaliknya jika Anda inginkan. Dengannya juga, Kat bisa terbang, berselancar cepat dengan menggunakan Gravity Slide, hingga mengangkat dan melemparkan barang dalam satu radius tertentu yang ia inginkan. Untuk urusan terakhir ini, ketika bertarung, Anda bisa menggunakannya sebagai sumber serangan proyektil jika dibutuhkan.


Kat memang akan bertemu dengan banyak musuh di perjalanannya, dari sekedar manusia, mecha yang terlihat futuristik, hingga sebuah monster hitam bernama Nevi yang terus mengganggu kedamaian kota tanpa asal-usul yang jelas. Dan tentu saja, di beberapa titik, Anda harus berhadapan dengan para boss yang hadir dengan ukuran lebih besar dan tingkat kesulitan lebih kompleks untuk bisa dikalahkan. Kat sendiri punya kemampuan bertarung tangan kosong atau menggunakan tendangan terbang menggunakan gravitasi untuk beradaptasi dengan situasi dan varian musuh yang lain. Anda akan punya banyak opsi dan cara untuk menundukkan musuh yang ada, walaupun kami sendiri, lebih berakhir jatuh memilih serangan proyektil untuk menyelesaikan sebagian besar masalah tersebut.
Terdengar sangat familiar untuk Anda yang sempat memainkan Gravity Rush pertama dulu? Tenang saja, bukan berarti seri kedua ini tak punya inovasi sama sekali.Seiring dengan progress cerita, Kat akan diperkuat dengan dua varian gaya serangan selain yang Anda kenal bernama Lunar Style dan Jupiter Style. Lunar Style akan membuat gravitasi di sekitar tubuh Kat lebih rendah, membuatnya terasa ringan dan melayang. Sementara di sisi lain, Jupiter Style hadir dengan efek sebaliknya, membuat tubuh Kat berakhir menjadi lebih berat dari yang seharusnya. Kombinasi keduanya sepertinya berakhir seklise yang Anda bayangkan. Berat tubuh yang lebih ringan dan berat ini juga akan menentukan damage serangan, kecepatan serangan, dan solusi untuk beberapa puzzle spesifik. Untungnya? Ada Runes yang bisa Anda gunakan pula sebagai equipment untuk memperkuat efek tertentu dari setiap gaya ini.


Sisanya? Eksplorasi dengan menggunakan kemampuan gravitasi Anda. Ada begitu banyak mineral berwarna pink bertebaran di kota-kota yang Anda singgahi sebagai resource untuk memperkuat Kat itu sendiri layaknya sebuah game RPG. Terbagi ke dalam beberapa kategori, Anda bisa membuat Kat memiliki serangan fisik lebih kuat, tendangan gravitasi lebih efektif, kemampuan untuk mengangkat benda sebagai proyektil lebih banyak, hingga serangan spesial yang lebih efektif. Untuk urusan terakhir ini, Anda bisa menggunakannya ketika bar power Anda terisi penuh. Bergantung pada style yang Anda pilih, serangan spesial berdurasi pendek ini akan mampu melemparkan damage signifikan dalam waktu dekat.

Maka jika sekedar menilik dari sisi gameplay saja, kehadiran dua style – Lunar dan Jupiter menjadi inovasi yang ditawarkan oleh Sony Japan untuk Gravity Rush 2. Berita baiknya? Mereka juga menyempurnakan beberapa hal lainnya yang sempat jadi keluhan di seri pertama, seperti sistem kamera misalnya. Walaupun belum bisa dibilang sudah berjalan dengan semestinya, namun keluhan soal kamera yang seringkali berakhir tak responsif ketika Anda berganti titik gravitasi jarang Anda temukan di seri kedua yang lebih intuitif ini. Sayangnya di beberapa titik, terutama ketika Anda berganti gravitasi di ruang sempit atau ketika butuh melakukannya dengan cepat saat bertarung dengan musuh berukuran kolosal, masalah klasik ini masih akan Anda temui. Namun setidaknya, tak lagi sesering seri pertamanya.
Terasa familiar dan dekat dengan seri pertamanya, namun tetap menyuntikkan beberapa mekanik baru dan penyempurnaan di sisi teknikal lainnya, Gravity Rush 2 berakhir menjadi sebuah seri sekuel yang memang seharusnya dan sepantasnya.










