Menjajal Beta ORBIZ: Game Zombie Racikan Dev. Indonesia!

Reading time:
February 28, 2017
Orbiz jagatplay (1)

Selalu menjadi sebuah pemandangan yang menyenangkan dan melegakan di saat yang sama, ketika melihat sebuah video game lahir dari developer game yang berasal dari Indonesia. Tentu saja, kita tak bisa mengenakan kacamata ekspektasi yang sama ketika membicarakan game-game AAA dengan budget jutaan USD yang hadir dengan kompleksitas visual, cerita, dan juga musik, misalnya. Walaupun demikian, bukan berarti game-game racikan developer Indonesia ini bisa dipandang sebelah mata. Di tangan yang tepat, konsep yang menarik bisa berakhir fantastis dengan semua keterbatasan tersebut. Apakah Orbiz adalah salah satunya? Ini yang jadi pertanyaan utama.

Bagi Anda yang tak terlalu familiar, Orbiz merupakan game zombie dengan pendekatan tema retro yang diracik oleh Anoman Studio, sebuah studio developer yang berlokasi di Jakarta Timur, Indonesia. Zombie yang ia usung tidak lantas membuat genrenya jatuh pada survival horror, yang biasanya melekat pada mayat-mayat hidup yang satu ini. Anoman memutuskan untuk membangun sebuah game action top-down dengan elemen multiplayer offline dengan empat karakter utama yang didesain dengan satu tujuan – bersenang-senang. Bahwa desainnya yang kuat dibalut dengan presentasi sederhana yang tak kacangan akan menjadi salah satu nilai jual yang ada.

Lantas, bagaimana dengan ORBIZ yang kini sudah tersedia di Steam sebagai sebuah game Early Access ini? Apakah ia pantas untuk dilirik? Menjajalnya selama beberapa ronde, kami punya impresi tersendiri soalnya:

Presentasi Jempolan

Presentasi retro neon yang gila adalah salah satu kekuatan Orbiz.
Presentasi retro neon yang gila adalah salah satu kekuatan Orbiz.

Anda mungkin bisa tidak suka dengan mekanik gameplay atau tema besar yang diusung oleh ORBIZ Itu sendiri. Namun sulit rasanya untuk tidak memberikan acungan dua jempol untuk presentasi keseluruhan game ini, yang memang didesain dengan pendekatan retro yang optimal. Anda sendiri diceritakan sebagai empat orang teman masa kecil yang tiba-tiba terserap ke dalam dunia lain karena sebuah buku misterius bernama Orbiz. Di planet-planet kecil tersebut, mereka bertemu dengan banyak makhluk aneh yang tiba-tiba berusaha mencabut nyawa mereka.

Maka presentasinya lah yang bisa dibilang “menjual” game ini pada kami. Bahwa ketika mereka berbicara soal pendekatan game zombie dengan atmosfer retro di sini, maka itu juga yang akan Anda dapatkan. Anda bisa melihat warna-warna cerah dengan visual berbasis piksel jelas yang menjadi pondasinya, mengingatkan Anda pada game seperti Far Cry: Blood Dragon atau film nyeleneh “Kung Fury” yang melebur pendekatan visual seperti ini. Desain untuk setiap karakter, terutama di menu pemilihan karakter juga terlihat serius, walaupun tak ditranslasikan dengan baik ke model karakter chibi ketika gameplay.

Desain karakter yang pantas diacungi jempol.
Desain karakter yang pantas diacungi jempol.

Yang fantastis adalah pemilihan musik yang juga tepat. Walaupun kami tak tahu apakah Anoman Studio menggunakan stock musik gratis, berlisensi, atau mungkin lahir dari otak kreatif mereka sendiri, musik di Orbiz memainkan peranan cukup penting bagi kami untuk menikmatinya. Ia mendukung tema dan atmosfer yang seharusnya, apalagi dengan perbedaan untuk setiap level yang Anda hadapi. Siapapun yang menangani aspek musik untuk game ini memang pantas untuk mendapatkan penghargaan tersendiri. Di atasnya, Anda juga berhadapan dengan desain musuh, terutama boss, yang uniknya berbeda-beda setiap kali kami menempuh playthrough baru. Setiap boss ini memiliki bentuk dan keunikan serangan tersendiri.

Butuh perbaikan dari sisi bahasa Inggris.
Butuh perbaikan dari sisi bahasa Inggris.
Ketidakjelasan UI juga membuat Anda secara
Ketidakjelasan UI juga membuat Anda secara “otomatis” mengambil semua senjata di tanah, mau tak mau.

Namun sayangnya, seperti halnya sebuah game beta, tak semuanya sempurna. Ada begitu banyak kekurangan yang bisa dibicarakan dari game dari masalah presentasi. Dari yang sederhana seperti penggunaan bahasa Inggris yang masih berantakan untuk sebuah game yang mengejar pasar Internasional, user-interface yang membuat kami otomatis mengambil senjata apapun yang ada di tanah walaupun kami tertarik, hingga begitu banyak ketidakjelasan dari sisi UI seperti jumlah damage yang Anda hasilkan atau seberapa besar serangan efek area musuh yang Anda hadapi. Orbiz memang masih butuh penyempurnaan untuk tak hanya tampil menarik dari sisi kosmetik dan presentasi saja, tetapi juga gameplay.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…