Preview Yakuza 0: Jadi Preman itu Menyenangkan!

Reading time:
February 1, 2017
Yakuza 0 part 1 jagatplay (1)

Rasa rindu yang mendalam mungkin adalah reaksi yang paling tepat ketika membicarakan game-game yang tiba-tiba tak lagi mendapatkan translasi versi barat, terlepas dari eksistensi seri terbarunya yang terus dilepas di pasar Jepang. Kasus seperti inilah yang mungkin sempat terjadi dengan Yakuza beberapa tahun yang lalu, ketika SEGA tak memperlihatkan ketertarikan untuk membawanya keluar Jepang untuk waktu yang lama. Namun kehadiran Playstation 4 dan popularitasnya yang tak lagi terbendung, cukup untuk mendorong mimpi untuk menikmatinya kembali jadi kenyataan. Ditenagai dengan performa lebih kuat dan visualisasi lebih baik, awal perjalanan Kazuma Kiryu dan Goro Majima yang selama ini kita kenal akhirnya tiba lewat Yakuza 0! Dan kini, dengan bahasa yang bisa kita mengerti!

Kesan Pertama

Sebagai gamer yang sudah lama tak mencicipi seri Yakuza, sejak era Playstation 2, Yakuza 0 terlihat memanjakan  mata di Playstation 4. Walaupun masih terlihat penuh dengan detail resolusi rendah di beberapa titik lingkungan dan model karakter NPC yang ada, ia mengerjakan model karakter yang signifikan dalam cerita dengan luar biasa. Presentasi detail wajah yang pantas diacungi jempol, dengan emosi raut muka yang jelas terlihat di beragam adegan, lengkap dengan voice acts yang hidup, membuat presentasinya jadi bagian yang pantas diacungi jempol. Walaupun harus diakui, animasi gerakan yang diusung masih terlihat sedikit kaku, bahkan untuk cut-scene pre-render sekalipun. Jika Anda cukup mengikuti film drama, lepas, atau variety show di Jepang, Anda mungkin akan merasa familiar dengan beberapa wajah yang berperan di sini karena kemiripan yang ada.

Sementara dari sisi gameplay, Anda akan bertemu dengan game Yakuza yang kini lebih “kaya”. Baik Goro ataupun Kiryu bisa bertarung dengan tiga gaya berbeda, yang bisa diadaptasikan untuk beragam kondisi pertarungan, dengan efek yang masih brutal. Salah satu yang menarik adalah sistem uang yang kini diposisikan sebagai satu resource utama esensial untuk beragam fungsi, dari berbelanja item, makan untuk memulihkan HP, hingga memperkuat kemampuan tarung Anda sendiri. Misi utama dengan dialog panjang dan cerita yang menarik akan ditemani segudang misi sampingan yang bisa Anda picu dalam skema open-world yang terbatas. Kerennya lagi? Anda tak akan bisa memprediksi seperti apa konten misi sampingan ini, sehingga ia selalu menarik. Bayangkan saja, salah satu misi meminta kami untuk mengajarkan seorang Dominatrix bagaimana caranya mengaplikasikan karakter BDSM dengan baik dan benar.

Satu yang pasti, Yakuza 0 terasa seperti sebuah game menyenangkan yang pendekatannya, terasa sangat berbeda dengan game-game “open-world” serupa dari developer Barat. Tak ada lagi game yang akan membuat Anda ingin hidup seperti seorang preman selain seri Yakuza, dan seri yang satu ini tak banyak berbeda. Ada begitu banyak mini-game dan meta-game yang bisa Anda nikmati di sini, dari sekedar menjadi agen real-estate untuk uang cepat, bermain bowling, hingga yang sempat membuat kami tidur kemalaman kemarin – mengotak-ngatik dan bermain mobil Tamiya. Atau jika Anda ingin yang lebih nakal, Anda bisa menonton dan ikut berpartisipasi dalam pertempuran wanita-wanita seksi beragam kostum dalam ring atau sekedar mengikuti kencan lewat telepon.

Kami sendiri sudah menghabiskan belasan jam dengan Yakuza 0 ini, dan saat ini, masih berada di permukaan cerita karena adiksi mini-game dan meta-game yang sulit untuk diabaikan begitu saja. Sembari menunggu waktu yang lebih proporsional untuk melakukan review, dan menikmati beragam mini-game normal dan “nakal” yang ia tawarkan, izinkan kami melemparkan segudang screenshot fresh from oven ini untuk membantu Anda mendapatkan gambaran apa itu Yakuza 0. Super fun, for sure!

Klik Gambar untuk Memperbesar!

Yakuza 0 part 1 jagatplay (219) Yakuza 0 part 1 jagatplay (14) Yakuza 0 part 1 jagatplay (45) Yakuza 0 part 1 jagatplay (57) Yakuza 0 part 1 jagatplay (63) Yakuza 0 part 1 jagatplay (79) Yakuza 0 part 1 jagatplay (90) Yakuza 0 part 1 jagatplay (103) Yakuza 0 part 1 jagatplay (118) Yakuza 0 part 1 jagatplay (119) Yakuza 0 part 1 jagatplay (158) Yakuza 0 part 1 jagatplay (161) Yakuza 0 part 1 jagatplay (197) Yakuza 0 part 1 jagatplay (203) Yakuza 0 part 1 jagatplay (210)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…