Review Resident Evil 7: Awal Baru yang Menjanjikan!

Reading time:
February 2, 2017

Desain yang Cerdas

Resident Evil 7 juga memberikan
Resident Evil 7 juga memberikan “hadiah” jika rajin melakukan eksplorasi. Tak semua senjata PASTI akan Anda dapatkan.

Jika ada satu hal yang menurut kami juga pantas dipuji dari Resident Evil 7 adalah desain beberapa konten di dalamnya yang terhitung cerdas. Bahwa ada motivasi ekstra untuk mengeksplorasi, seperti misalnya, karena tak ada kepastian bahwa Anda akan mendapatkan semua senjata yang ada. Anda bisa saja melewatkan senjata esensial seperti Shotgun atau Machine Gun jika Anda termasuk gamer yang tak terlalu senang eksplorasi atau sekedar mencari solusi untuk sebuah puzzle yang terhitung sederhana. Namun bukan karena hal itu saja, kami menyebutnya “cerdas”.

Karena percaya atau tidak, game ini ternyata memuat beberapa kejutan yang membuat kami, yang sempat mengeksekusi scene gameplay yang sama berulang kali untuk kepentingan review, terkadang menemukan konten animasi yang baru di dalamnya. Sebagai contoh? Ketika Anda pertama kali dikejar oleh Jack Baker selepas scene makan malam, misalnya.

Scene potong kaki? What?!
Scene potong kaki? What?!

Jika terkejar dan ia melihat Anda, Jack akan menyerang Anda dengan membabi buta, berusaha membunuh Anda dengan hal tersebut. Namun ketika terperangkap di satu ruangan, untuk alasan yang tak jelas, tiba-tiba kami bertemu dengan scene dimana Jack berhasil memotong kaki kami. Benar sekali, memotong kaki kami! Sembari menunggu di sudut ruangan, ia menggoda Anda untuk merangkak dan mengambil potongan kaki Anda sebelum menghabisi Anda. Kami juga sempat menemukan animasi pertarungan melee melawan Mia di gameplay ketiga kami. Wow!

Tak hanya itu saja, Capcom juga memberikan kebebasan ruang bagi Anda untuk tak mengikuti pakem mereka dan menempuh pertempuran boss dengan cara yang berbeda. Salah satu contohnya? Ketika Anda melawan Jack Baker di garasi rumah yang memuat mobil di dalamnya. Di gameplay pertama kami, kami mengalahkannya dengan hanya mengandalkan senjata api saja. Dengan handgun yang kami arahkan ke kepala dengan efektif, Jack yang sudah lemah tiba-tiba menggunakan mobil tersebut untuk menyerang, yang kemudian harus Anda serang kembali hingga ia tertabrak, terbakar, dan memicu scene selanjutnya.

Ada banyak jalan menuju Roma. Di gameplay pertama, kami mengalahkan Jack dengan
Ada banyak jalan menuju Roma. Di gameplay pertama, kami mengalahkan Jack dengan “cara biasa”.
Di gameplay kedua yang juga kami streaming, kami mengalahkannya dengan mobil tanpa menggunakan sebutir pun peluru.
Di gameplay kedua yang juga kami streaming, kami mengalahkannya dengan mobil tanpa menggunakan sebutir pun peluru.

Namun di gameplay kedua kami, kami berhasil mengalahkannya dengan cara berbeda. Alih-alih dengan senjata api, kami kini mengambil kendali mobil lebih cepat dari Jack, dan kemudian menggunakannya untuk menabrak Jack berkali-kali hingga ia kalah, tanpa mengorbankan sebutir peluru pun. Membuat kami cukup bertanya-tanya, animasi dan solusi alternatif apa lagi yang sebenarnya disuntikkan Capcom di Resident Evil 7 yang belum kami temukan.

Walaupun tidak terdengar sesignifikan yang dibayangkan, namun apa yang ditawarkan Capcom dengan desain seperti ini tentu saja membuat Resident Evil 7 kian terlihat menarik dan menyegarkan di saat yang sama. Bahwa Anda punya kebebasan tersendiri untuk memilih metode “solusi” untuk tiap tantangan yang dilemparkan. Good choice, Capcom!

Kritik “Resident Evil 4”

Ada banyak elemen
Ada banyak elemen “nostalgia” yang disertakan Capcom di dalamnya.

Apakah Resident Evil 7 benar-benar tak lagi terasa seperti seri Resident Evil? Sebegitu signifikan ia terasa berbeda?Alih-alih berbeda, Capcom justru terasa melemparkan beberapa desain yang akan langsung mengingatkan pada seri-seri Resident Evil lawas. Sebuah nostalgia dalam bentuk yang baru. Kita tak hanya berbicara soal desain beberapa item seperti First Aid Kit atau Green Herb, atau kembalinya petualangan Anda ke dalam sebuah rumah besar sebagai “arena permainan” utama. Salah satu puzzle seperti ketika Anda berusaha mencuri shotgun dengan perangkap yang membutuhkan sebuah shotgun palsu, misalnya, adalah jelas sebuah tribut untuk puzzle ikonik serupa yang sempat dilepas Capcom di seri Resident Evil pertama. Desain seperti ini tentu saja pantas untuk diacungi jempol. Anda bahkan disuguhi dengan sistem “belanja’ item berbasis koin, walaupun dengan format berbeda.

Sistem
Sistem “belanja” dengan menggunakan koin bahkan kembali.

Namun jika Anda melihat reaksi di dunia maya, banyak keluhan terkait seri ketujuh ini. Salah satu yang paling sering terdengar adalah “Apa jadinya Resident Evil 7 tanpa sosok zombie?”. Karena memang, sepanjang permainan Anda di seri ketujuh ini, Anda tak akan bertemu dengan sosok monster yang satu itu dan justru berhadapan dengan monster hitam yang terbelenggu lumpur yang menjijikkan. Tetapi, apakah ini sebuah kritik yang rasional? Bahwa memang, sebuah seri Resident Evil membutuhkan “zombie” untuk bisa disebut sebagai sebuah seri Resident Evil? Ini adalah pertanyaan besarnya.

Karena percaya atau tidak, semua kontroversi terkait Resident Evil 7 ini sebenarnya sempat terjadi di Resident Evil 4 di masa lalu, ketika ia diperkenalkan oleh Capcom. Karena jika Anda belum tahu, Capcom kini punya kebiasaan untuk melemparkan perubahan signifikan untuk Resident Evil 7 untuk setiap rilis tiga seri utama. Resident Evil berubah dari kamera fixed menjadi third person shooter dari Resident Evil 3 ke Resident Evil 4, dan kemudian berubah jadi first person shooter dari Resident Evil 6 ke Resident Evil 7. Dan apa yang terjadi sekarang, adalah apa yang sempat didengungkan oleh kelompok fans yang sama dengan Resident Evil 4 di masa lalu.

Plaga di Resident Evil 4 juga sempat mendapatkan kritik yang sama ketika diperkenalkan.
Plaga di Resident Evil 4 juga sempat mendapatkan kritik yang sama ketika diperkenalkan. “Zombie” yang bisa menggunakan senjata, berorganisasi, dan bergerak cepat ini lebih mirip manusia daripada zombie.
Keluhan yang sempat terjadi di Resident Evil 4, kini berulang di Resident Evil 7 dengan esensi yang nyaris sama.
Keluhan yang sempat terjadi di Resident Evil 4, kini berulang di Resident Evil 7 dengan esensi yang nyaris sama.

Karena Resident Evil 4 juga melemparkan perubahan signifikan yang sama. Tak ada lagi “Zombie” yang kini digantikan oleh para Ganado / Plaga yang berbentuk manusia yang lebih sehat, lebih lincah, dan bisa menggunakan senjata. Maka seperti reaksi gamer terhadap RE7 saat ini, minimnya kehadiran zombie di seri keempat yang bahkan meminta Anda melawan troll raksasa tersebut, juga jadi sesuatu yang mendapatkan pertentangan besar. Lantas, apakah signifikan? Anda bisa bertanya berapa banyak gamer yang kini tak ragu menyebut Resident Evil 4 sebagai salah satu seri Resident Evil terbaik yang pernah mereka cicipi. Jika para pengeluh ini berargumentasi bahwa “Plaga / Ganado = Zombie”, maka mereka juga seharusnya mengkategorikan The Baker Family di dalam satu rumpun yang sama karena sifat yang serupa.

Maka seperti yang kami bicarakan di awal, perubahan memang bukan hal yang mudah untuk diterima. Namun melihatnya dari kacamata yang tak bias menjadi begitu penting untuk menilai kualitas Resident Evil 7 dari apa yang menjadi kebiasaan Capcom selama ini. Ini adalah sebuah jawaban mereka untuk sebuah franchise yang kian monoton dan kian tercabut dari akarnya. Orang mungkin mengenal Resident Evil karena ia memuat zombie di masa lalu, namun bukan berarti, zombie adalah yang mendefinisikan franchise ini. Resident Evil 4 melakukannya dengan Plaga dan seri ketujuh ini mengintepretasikan mayat yang sulit mati tersebut via The Baker Family. Tak ada yang bisa dikeluhkan di sana.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…