Review Resident Evil 7: Awal Baru yang Menjanjikan!

Reading time:
February 2, 2017

Game VR Terbaik Saat Ini!

Tak sekedar gimmick, VR di Resident Evil 7 membuatnya jauh lebih imersif dan fantastis.
Tak sekedar gimmick, VR di Resident Evil 7 membuatnya jauh lebih imersif dan fantastis.

Jika ada satu hal yang berhasil dilakukan Resident Evil 7 dengan jauh lebih fantastis, adalah fakta bahwa ia berakhir menjadi game AAA pertama yang bisa dimainkan, dari awal hingga akhir dengan menggunakan Virtual Reality. Bukan sekedar misi tambahan, bukan sekedar gimmick, tetapi sebuah game penuh untuk VR yang pantas untuk dilirik. Hanya tersedia untuk Playstation VR di Playstation 4 saat ini, tak ada kata lagi yang lebih tepat untuk menjelaskan fitur VR di Resident Evil 7 ini selain mengharuskan Anda untuk menikmatinya sendiri. Karena percaya atau tidak, Virtual Reality adalah cara terbaik untuk menikmati game survival horror dari Capcom yang satu ini.

Super imersif dengan engine yang masih terlihat indah terlepas dari kompromi resolusi rendah yang harus dilakukan untuk bisa menikmatinya di Playstation VR, Resident Evil 7 terlihat sangat menyeramkan ketika Anda terjun langsung ke dalamnya. Perspektif orang pertama yang dipilih untuk mengakomodasi hal tersebut, dan ragam scene brutal yang dihidangkan langsung di depan mata Anda, membuat pengalaman tersebut bahkan lebih baik. Apalagi dengan desain Audio 3D yang dimiliki Playstation VR,memainkannya bersama dengan headset akan cukup untuk membuat Anda berteriak seperti anak perempuan. Dan kami, tak berusaha hiperbola dengannya.

Kesiapan Capcom untuk memastikan pengalaman VR Anda maksimal juga terlihat dari ragam opsi yang mereka sediakan, sesuatu yang pantas disyukuri. Anda bisa mematikan fitur-fitur kecil seperti cipratan darah ke “wajah” Anda atau apakah Anda terus membutuhkan reticle atau tidak. Namun yang paling esensial adalah kesempatan untuk memilih mode putaran kamera. Anda bisa memilih antara “Smooth” seperti layaknya game FPS di televisi bekerja, atau “Angle” yang membuatnya berputar dalam sudut yang sudah Anda tentukan sebelumnya. Opsi ini benar-benar sangat membantu. Menjajal game ini dalam mode “Smooth” berakhir dengan perut mual untuk kami, hanya dalam 5-10 menit permainan. Namun dengan mode perputaran berbasis derajat (30 derajat untuk kami), Resident Evil 7 bisa dimainkan dalam kondisi super nyaman, dari awal hingga kami “membereskan” Jack Baker. Senyaman itu apalagi dengan dukungan user-interface yang juga “bersih”.

Desain user-interface yang adaptif juga membuatnya lebih nyaman untuk dicicipi.
Desain user-interface yang adaptif juga membuatnya lebih nyaman untuk dicicipi.

Dan tak hanya sekedar opsi seperti ini saja, gamer yang mencicipinya di Playstation VR juga akan mendapatkan dukungan fitur yang tak ada di sesi gameplay konvensional biasa. Sensasi first person-nya menjadi lebih realistis, karena sistem bidiknya kini berdasarkan pada tracking kepala Anda. Reticle akan bergerak sesuai dengan gerak kepala Anda dengan begitu mengalir, membuat sistem menembak menjadi lebih cepat dan sederhana. Kerennya lagi? Dengan menggunakan sistem yang sama, Anda kini juga bisa menggunakannya untuk mengintip beragam sudut demi keuntungan strategis tertentu, sesuatu yang tak bisa Anda lakukan di sesi gaming konvensional karena tak adanya fitur tersebut. Dengannya, apalagi untuk sesi gameplay dimana Anda harus menghindari sergapan sumber ancaman, Anda bisa menggunakannya untuk mengintip dari celah kayu ataupun jendela sekalipun. Fantastis!

Setelah ada kecemasan bahwa VR akan berujung pada sebuah gimmick saja, Resident Evil 7 hadir untuk mendobrak dan menghancurkan keraguan tersebut. Bahwa sebuah game AAA, dalam format penuh yang juga bisa dinikmati dalam mode non-VR, bisa menggunakannya untuk pengalaman gameplay yang lebih imersif, menyeramkan, menegangkan, dan membuat Anda tak ingin kembali ke cara-cara gaming konvensional. Resident Evil 7 tak bisa dipungkiri, adalah game VR terbaik di pasaran saat ini, mengalahkan Batman: Arkham VR sekalipun.

Kesimpulan

Resident Evil 7 adalah sebuah awal baru yang menjanjikan. Bahwa setelah beragam kritik yang sempat dilemparkan kepadanya, Capcom berhasil membuktikan dengan jelas bahwa keberanian mereka untuk menghadirkan perubahan signifikan sekelas sudut pandang permainan akhirnya, terbayarkan manis.
Resident Evil 7 adalah sebuah awal baru yang menjanjikan. Bahwa setelah beragam kritik yang sempat dilemparkan kepadanya, Capcom berhasil membuktikan dengan jelas bahwa keberanian mereka untuk menghadirkan perubahan signifikan sekelas sudut pandang permainan akhirnya, terbayarkan manis.

Resident Evil 7 adalah sebuah awal baru yang menjanjikan. Bahwa setelah beragam kritik yang sempat dilemparkan kepadanya, Capcom berhasil membuktikan dengan jelas bahwa keberanian mereka untuk menghadirkan perubahan signifikan sekelas sudut pandang permainan akhirnya, terbayarkan manis. Resident Evil 7 adalah sebuah seri Resident Evil yang sudah lama kita rindukan, sebuah seri yang akhirnya membawa kita kembali ke akar survival horror yang terus kita dengungkan. Dengan engine baru yang terlihat memesona dan  mendukung VR dengan begitu fantastis, hingga mekanik gameplay yang akan terus membuat Anda berpikir, menimbang, mengatur, dan mengambil keputusan untuk sekedar bertahan hidup, apalagi di tingkat kesulitan lebih tinggi, membuat Anda merasa bernostalgia di atas format yang baru.

Walaupun demikian, bukan berarti game ini tak punya kekurangan sama sekali. Selain reaksi dan animasi karakter utama yang tak menarik serta puzzle yang menurut kami, berakhir terlalu sederhana untuk ukuran game Resident Evil, Capcom juga gagal membuat salah satu fitur barunya – “Pilihan” untuk jadi sesuatu yang istimewa. Tanpa berusaha membocorkan konten apapun, akan ada titik dimana Anda diminta untuk memilih satu di antara dua pilihan dengan konsekuensi berbeda. Jika Anda memilih satu pilihan yang lebih tak populer (yang mungkin tak diprediksi Capcom), alih-alih bertahan dengannya, Capcom memutuskan untuk membunuh pilihan Anda tersebut beberapa menit setelah Anda memilihnya. Dan kemudian “memaksa” Anda untuk menggunakan pilihan satunya lagi yang sepertinya, memang diskenariokan lebih pantas untuk cerita utama.

Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Resident Evil 7 adalah sebuah game Resident Evil yang luar biasa. Bahwa seperti bertemu dengan saudara yang sudah lama merantau dengan begitu banyak kabar buruk mengitari sosoknya, ia kini kembali dengan bentuk yang nyaris sempurna. Ia mungkin terlihat berbeda, namun jauh di dalam lubuk hati terdalam, Anda tahu dan mengerti bahwa sosok yang berada di depan Anda ini adalah saudara yang sudah lama Anda rindukan. Saudara yang ceritanya ingin Anda dengar lebih jauh dan hendak Anda ajak ikut berpetualang bersama. Welcome back, Resident Evil!

Kelebihan

Pengalaman VR yang ia tawarkan membuatnya pantas disebut sebagai yang terbaik di pasaran saat ini.
Pengalaman VR yang ia tawarkan membuatnya pantas disebut sebagai yang terbaik di pasaran saat ini.
  • RE Engine
  • Pengalaman VR yang luar biasa
  • Sensasi survival horror yang kembali
  • The Baker Family
  • Beberapa referensi ke seri lawas
  • Cerita yang cukup memancing rasa penasaran
  • Atmosfer yang mencekam dan menakutkan
  • Replayability

Kekurangan

Mengapa meminta kami memilih, kalau akhirnya ia dibunuh 2 menit setelahnya, Capcom??!!
Mengapa meminta kami memilih, kalau akhirnya ia dibunuh 2 menit setelahnya, Capcom??!!
  • Karakter utama yang tak terasa natural
  • Sistem pilihan yang berakhir bodoh
  • Puzzle yang terlalu sederhana

Cocok untuk gamer: pencinta genre survival horror, penggemar berat Resident Evil klasik

Tidak cocok untuk gamer: yang hanya tahu Resident Evil dari seri keenam, menginginkan sensasi action lebih kentara

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…