Ghost Recon: Wildlands Jadi Beta Tersukses Ubisoft

Reading time:
March 2, 2017
Ghost Recon Wildlands closed beta (1)

Untuk sebuah game yang menjadikan multiplayer sebagai fokus, masa beta memang menjadi sesuatu yang jauh lebih esensial. Bagi gamer, ini jadi kesempatan terbaik untuk mendapatkan gambaran lebih jelas soal game tersebut, sebelum akhirnya memutuskan untuk membelinya langsung di hari rilis atau tidak. Sementara bagi developer, kesiapan server, pemusnahan bug dan glitch yang masih bertahan, hingga proses balancing untuk pengalaman gaming yang lebih optimal bisa lahir dari beta seperti ini. Satu yang pasti, seberapa ramai masa beta biasanya juga mewakili seberapa kuat hype yang ada. Seperti yang terjadi dengan Ghost Recon: Wildlands.

Dengan masa open beta yang diselenggarakan selama 4 hari di akhir bulan Februari 2017 kemarin, Ghost Recon: Wildlands berhasil memecahkan rekor Ubisoft selama ini. Setelah sempat dipegang oleh game dari Massive Entertainment – The Division, GR: Wildlands secara resmi menempatkan diri sebagai game Ubisoft dengan masa open beta teramai. Ia berhasil mengundang 6,8 juta pemain lintas platform, atau 400.000 lebih banyak dari masa beta The Division. Ubisoft menyebut bahwa lebih dari 60% pemain ini bermain kooperatif secara online, dengan tak lebih dari 2 milyar menit dihabiskan dengannya. Gamer yang ikut masa beta akan mendapatkan misi eksklusif dan bonus di versi final nantinya.

Ghost Recon: Wildlands kini memegang rekor masa beta teramai untuk Ubisoft.
Ghost Recon: Wildlands kini memegang rekor masa beta teramai untuk Ubisoft.

Ghost Recon: Wildlands sendiri rencananya akan dirilis pada tanggal 7 Maret 2017 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Bagimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang menjajal masa open beta kemarin? Apakah ia berakhir membuat Anda tertarik membeli versi finalnya nanti?

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…