Resident Evil 7 Tembus 3,5 Juta Kopi

Reading time:
April 27, 2017
Resident-evil-7-jagatplay-part-2-13-600x338-1-600x338

Tidak ada berita yang lebih membahagiakan lagi selain menemukan bahwa kerja keras developer yang terlihat jelas lewat kualitas dan inovasi yang mereka suntikkan, berakhir terbayarkan manis lewat data penjualan yang ada. Hal inilah yang terjadi dengan Capcom dan franchise survival horror andalan mereka – Resident Evil. “Kegilaan” untuk mengubah sudut pandang gameplay menjadi orang pertama, membangun engine baru – RE Engine untuk memfasilitasi hal tersebut, serta membawa atmosfer surviaval horror yang kentara menjadi menjadi perubahan yang disambut dengan baik. Strategi yang membuat angka penjualan tersebut  naik cukup cepat sejak data terakhir yang dibagi oleh Capcom sendiri.

Dalam laporan finansial terbaru mereka, Capcom hadir dengan berita baik. Mereka telah berhasil menjual tak lebih dari 3,5 juta kopi Resident Evil 7 lintas platform sejak ia dirilis beberapa bulan  yang lalu. Sementara game andalan mereka lain yang baru tersedia di Jepang saat ini – Monster Hunter XX, juga berhasil terjual fantastis dan sudah menembus angka 1,7 juta kopi. Walaupun keduanya gagal memenuhi “target penjualan” yang sempat ditetapkan oleh Capcom sebelumnya, namun mereka menyebut angka ini sebagai performa yang solid dan sebuah awal yang baik.

Capcom sudah berhasil menjual lebih dari 3,5 juta kopi Resident Evil 7 lintas platform.
Capcom sudah berhasil menjual lebih dari 3,5 juta kopi Resident Evil 7 lintas platform.

Namun sayangnya, performa menjanjikan ini gagal diperlihatkan oleh dua judul game Capcom yang lain – Dead Rising 4 dan Monster Hunter Stories yang angka penjualannya jauh berada di bawah apa yang diinginkan oleh Capcom. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang sudah menyelesaikan Resident Evil 7 saat ini?

Source: Gematsu

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…