25 Game RPG Jepang Klasik yang Harus Anda Mainkan!

Reading time:
May 3, 2017
feat-image-toplist

Menghargai daya tarik sebuah game JRPG memang sesuatu yang bisa dicapai dengan mudah. Dengan sebagian besar genre yang lebih menuntut Anda untuk terus bermain secara aktif, dengan garis cerita yang terus melemparkan ke Anda ragam momen sinematik yang terlalu sayang untuk dilewatkan, JRPG memang terasa bertolak belakang. Sebuah dunia fantasi yang harus dicerna lewat begitu banyak dialog, desain karakter yang absurd, hingga sistem pertarungan yang kompleks menghiasinya. Namun begitu Anda sudah mulai memahami daya tarik seperti apa yang ia tawarkan, bahkan lewat sistem pertarungan turn-based sekalipun, maka rasa cinta Anda akan selalu melekat pada genre yang sudah dihiasi dengan begitu banyak judul raksasa yang satu ini. Sebuah cinta yang akan sulit untuk dilupakan begitu saja.

Namun mengingat generasi gaming yang kini kian bergeser ke usia yang lebih muda, banyak gamer di luar sana, mungkin termasuk Anda, yang tidak sempat merasakan masa keemasan kesuksesan JRPG di masa lampau. Ketika beberapa judul lahir setiap tahun dengan kualitas yang tak pernah sekalipun mengecewakan, dengan masing-masing tetap mempertahakan identitas kuat mereka masing-masing. Sebagian besar JRPG ini mungkin mulai terasa tak relevan dari sisi visual apalagi jika dibandingkan dengan visualisasi generasi saat ini, namun tetap memuat konten cerita, musik, hingga mekanik gameplay yang bahkan bisa menandingi rilis game terbaru sekalipun. Sebagian besar dari mereka kini bahkan sudah berusia lebih dari belasan tahun.

Dengan bulan Mei 2017 yang bisa dibilang tak terlalu dipenuhi judul raksasa “wajib” yang harus dimainkan, apalagi jika Anda baru sempat jatuh hati dengan JRPG setelah pesona Persona 5 yang dirilis beberapa waktu lalu, maka tak ada lagi waktu yang lebih tepat untuk membawa Anda masuk ke dalam genre favorit kami yang satu ini. Apalagi mengingat bahwa hampir sebagian besar konfigurasi PC saat ini juga dengan mudahnya bisa menangani emulator untuk Playstation 1 dan Playstation 2 yang akan menjadi platform dasar dari sebagian besar judul yang kami pilih di bawah ini. Judul-judul yang karena kualitasnya, terlepas dari ada atau tidaknya versi rilis ulang dalam format Remastered atau tidak, tetaplah game yang terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja.

Berbeda dengan format artikel toplist dari JagatPlay selama ini yang berbentuk lebih deskriptif, kami kini memutuskan untuk “membongkar” setiap judul ini dengan dua point utama: mengapa Anda harus mencicipinya dan mengapa Anda harus melewatkannya jika tak satupun point positif yang kami sertakan menarik minat Anda. Anda tentu bisa melihatnya sebagai sebuah rekomendasi personal yang kami lemparkan atas nama untuk memperkenalkan lebih dalam kepada Anda, sensasi JRPG yang sesungguhnya. Sudah siap?

Lantas, dari semua game JRPG klasik yang sempat dirilis ke pasaran, mana saja yang menurut kami harus Anda cicipi? Berikut adalah 25 game teratas pilihan JagatPlay:

  1. Thousand Arms

thousand arms date

Alasan Harus Memainkan:

  • Gameplay unik dengan sistem pertarungan 1 vs 1. Karakter companion berperan sebagai support di belakang
  • Sistem “pacaran” dengan beberapa karakter wanita, dengan pengaruh pada kemampuan serang / magic karakter
  • Humor di dalam cerita yang kental
  • Anda berperan sebagai blacksmith dengan sistem crafting pedang yang jadi fokus utama
  • Desain karakter ala anime yang kental
  • Tidak melihat cerita dan dirinya sendiri terlalu serius, penuh momen “ringan”
  • Dihiasi dengan lagu “Depend on You” dari Ayumi Hamasaki

Alasan Melewatkan:

  • Visual sprite yang mungkin akan terasa usang
  • Sistem pertarungan 1 vs 1 dihiasi dengan animasi yang lambat, terkadang memakan waktu
  • Karakter pendukung tidak terasa signifikan
  • Cerita tidak terlalu menarik
  1. Saga Frontier 2

saga frontier 2

Alasan Harus Memainkan:

  • Kualitas visual sprite yang masih terlihat relevan di generasi gaming saat ini
  • Cerita terhitung menarik
  • Desain pertarungan cantik dengan tingkat kesulitan cukup tinggi
  • Gaya game Squaresoft yang sangat kental
  • Cita rasa unik JRPG yang akan sulit Anda temukan lagi saat ini
  • Musik yang lumayan memorable

Alasan Melewatkan:

  • Sangat menitikberatkan cerita pada dialog, sehingga butuh perhatian ekstra
  • Butuh waktu untuk dinikmati dan dicerna
  1. Xenosaga

xenosaga

Alasan Harus Memainkan:

  • Karakter-karakter yang terhitung memorable, seperti sosok Android dengan senjata keren bernama KOS-MOS, misalnya
  • Cerita yang lumayan memancing rasa penasaran, apalagi jika Anda sempat mencicipi Xenogears sebelumnya
  • Sistem pertarungan turn-based yang solid
  • Punya beberapa misi sampingan yang menarik untuk dikejar, walaupun tidak punya konten cerita yang terhitung mendalam

Alasan Melewatkan:

  • Cerita yang lumayan kompleks untuk dinikmati begitu saja
  • Dipenuhi dengan sub-judul “bodoh” dan sok-filosofis di setiap iterasi yang baru
  • Animasi serangan masih terasa kaku
  • Voice acts bahasa Inggris yang sayangnya, sulit untuk direkomendasikan
  1. Ar Tornelico

ar tonelico

Alasan Harus Memainkan:

  • Tema musik yang terikat dengan sangat baik di dalam gameplay
  • Desain karakter ala anime yang solid
  • Multiple ending dengan tingkat replayability tinggi
  • Sistem pertarungan yang butuh elemen strategi tersendiri
  • Sedikit elemen dating di dalamnya
  • Musik yang memorable

Alasan Melewatkan:

  • Cukup membutuhkan grinding, terutama untuk mendapatkan ending terbaik
  • Multiple ending disederhanakan menjadi sekedar pilihan
  1. Wild Arms 5

wildarms 5

Alasan Harus Memainkan:

  • Cita rasa yang berbeda dengan seri Wild Arms sebelumnya
  • Kualitas visual dan gameplay yang masih terasa “modern” dibandingkan dengan rilis game generasi terbaru
  • Sistem grid di pertempuran menambahkan lapisan strategi tersendiri
  • Cerita yang lumayan menarik dengan tema Wild West yang kentara

Alasan Melewatkan:

  • Elemen puzzle yang tak “seberat” seri Wild Arms sebelumnya
  • Tingkat kesulitan yang rendah
Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…