Review HyperX Alloy FPS: “Senjata” Portable!

Reading time:
May 29, 2017
HyperX Alloy FPS
HyperX Alloy FPS

Peripheral gaming yang seharusnya punya fungsi sama, memang tak pernah sama. Di luar usaha tiap brand untuk menciptakan satu identitas yang kuat, ia berakhir terbagi ke dalam beberapa kelompok yang berbeda. Yang mengincar kenikmatan ketik optimal memilih menghadirkan versi mekanikal, sementara yang lain bertahan dengan membran untuk mengejar pasar niche yang memang lebih suka cita rasa konvensional. Keyboard lain hadir dengan begitu banyak tombol untuk mengakomodasi beragam fungsi makro yang bisa ditawarkan, sementara tak sedikit keyboard gaming yang justru membuang “ekstra tombol” untuk mencapai bentuk yang ringkas. Preferensi personal akan menentukan produk seperti apa yang Anda pilih nantinya. Tapi perlu diingat, tak sedikit pula produk di luar sana yang mampu menggabungkan beberapa daya tarik tersebut ke dalam satu ruang yang sama. Seperti yang berusaha dilakukan oleh HyperX via Alloy FPS ini.

Desain dan Fitur

Padat, ringkas, dan solid akan jadi tiga kesan pertama Anda ketika melihat Alloy FPS untuk pertama kalinya.
Padat, ringkas, dan elegan akan jadi tiga kesan pertama Anda ketika melihat Alloy FPS untuk pertama kalinya.

Seperti nama yang ia usung, Anda sepertinya sudah bisa mengantisipasi apa yang akan ditawarkan dan tidak ditawarkan oleh produk yang satu ini. Alloy FPS seperti namanya adalah sebuah keyboard mekanikal yang didesain dengan satu tujuan – memenuhi apa yang Anda butuhkan ketika mencicipi sebuah game FPS. Ini berarti sebuah keyboard dengan teknologi yang mampu merespon perintah dengan cepat, akurat, tetapi tetap mempertahankan desain ergonomis dan nyaman di saat yang sama. Maka desain seperti ini pulalah yang And abisa dapatkan dari HyperX. Ringkas, elegan, dan mumpuni di saat yang sama.

Walaupun tidak hadir sebagai keyboard TKL, HyperX mendesain Alloy FPS dengan pondasi yang jelas – membuatnya juga jadi sebuah keyboard gaming yang portable. Sesuatu yang bisa mudah Anda bawa-bawa untuk menikmati game-game FPS favorit Anda dimanapun Anda berada, terutama ketika terlibat dalam scene kompetitif yang ada. Anda bertemu dengan sebuah keyboard yang berhasil tampil cukup ringkas, sembari mempertahankan jumlah tombol standar yang ada. Triknya? Dengan memotong semua bagian “ekstra” tak penting di sisi-sisi keyboard, yang akhirnya membuat penempatan tuts yang ada terlihat lebih padat. Kabel juga didesain untuk bisa dicabut pasang untuk kian memperkuat identitas tersebut.

Keping besi menjadi pondasi tuts, yang diperkuat dengan bahan plastik untuk bagian dasarnya.
Keping besi menjadi pondasi tuts, yang diperkuat dengan bahan plastik untuk bagian dasarnya.
Tidak mengusung konsep RGB, HyperX Alloy FPS hanya mengusung LED berwarna merah.
Tidak mengusung konsep RGB, HyperX Alloy FPS hanya mengusung LED berwarna merah.

“Sayangnya”, secara kosmetik, Anda tidak akan bertemu dengan sistem RGB Lighting di sini. Bersama dengan sebuah logo HyperX keren yang tersemat di bagian Space, Alloy FPS hanya memuat LED berwarna merah di bawahnya. Semuanya dibangun di atas rangka plastik dikombinasikan keping besi berwarna hitam yang juga memuat satu ekstra slot USB di bagian belakang. Sayangnya, untuk alasan yang tidak jelas, slot tersebut diposisikan HyperX sekedar sebagai charging station saja. Jadi, Anda bisa menggunakan untuk mengisi beragam perangkat wireless, namun tak bisa digunakan untuk menghubungkan dan membuat peripheral lain dikenali. Atas alasan apa desain ini diambil? Kami sendiri juga tidak mengerti.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh HyperX Alloy FPS ini? Berikut adalah spesifikasi PC resmi yang ia usung:

  • Switch:Cherry MX
  • Type:Mechanical
  • Backlight:Single color, RedLight effects:6 LED modes and 5 brightness levels
  • Connection type:USB 2.0 (2 USB connectors)
  • USB Passthrough:Yes (mobile phone charging only)
  • Polling rate:1000Hz
  • Anti-ghosting:100% anti-ghosting
  • Key rollover:6-key / N-key modes
  • Media control:Yes
  • Game mode:Yes
  • CableType:Detachable,braided
  • Length:1.8m

Dimensions

  • Width:441.65mm
  • Depth:129.38mm
  • Height:35.59mm
  • Weight (keyboard and cable):1049g

HyperX Alloy FPS, Seberapa Nyaman?

HyperX Alloy FPS, Seberapa Nyaman?
HyperX Alloy FPS, Seberapa Nyaman?

Kenyamanan tentu adalah sesuatu yang menjadi fokus desain HyperX ketika meracik Alloy FPS ini. Dengan desain tuts yang cukup tinggi dengan rangka dari metal namun berpondasi plastik, ia juga terlihat seperti keyboard gaming yang siap untuk menemani Anda untuk waktu yang sangat lama. Daya tahan menjadi sesuatu yang tak perlu dikhawatirkan, di luar kemampuannya untuk tampil optimal dengan basis Switch Cherry MX yang menjadi teknologi di bawah, ia juga memuat beragam fitur standar yang sepertinya mendefinisikan nama yang ia usung – sebuah keyboard mekanikal yang memang didesain untuk  game FPS terfavorit Anda.

“Ditenagai’ Switch dari Cherry MX, ia menawarkan setidaknya tiga varian warna untuk dipilih.
Keycap beda warna juga disertakan di dalam paket penjualan.
Keycap beda warna juga disertakan di dalam paket penjualan.

Gamer PC yang sudah mengenal beragam produk peripheral gaming sebelum ini, khususnya keyboard, sepertinya tak akan asing lagi dengan nama Cherry MX. Switch mekanikal yang sudah “malang-melintang” di industri peripheral dan terkenal karena kualitas dan daya tahannya yang satu ini memang selalu bisa diandalkan. Ditawarkan dalam varian warna dengan sensasi feedback dan tingkat kebisingan tekan yang berbeda pula, HyperX juga menawarkan opsi tersebut via Alloy FPS ini. Setidaknya ada tiga varian Cherry MX bisa Anda pilih – Brown, Blue, dan tentu saja, Red. Kami sendiri berkesempatan untuk menjajal dua varian – Brown dan Blue, dua switch terfavorit kami dari semua warna Cherry MX. Menawarkan feel berbeda, pilihannya akan bergantung pada preferensi Anda sendiri. Satu yang pasti, dengan fitur anti-ghosting yang ia sematkan pula, teknologi mekanikal Alloy FPS ini menawarkan apa yang Anda butuhkan dari sebuah keyboard mekanik dengan embel-embel “gaming”.

Namun tentu saja, ada pilihan yang patut dipertanyakan dari HyperX untuk Alloy FPS ini. Pertama? Seperti yang kami bicarakan sebelumnya, yakni membuat port USB yang ia sematkan di bagian belakang tak lebih dari sebuah port charging saja. Mengapa mereka tidak membuatnya sebagai port yang berfungsi semestinya? Kami sendiri sulit menerka alasannya. Plihan kedua adalah membuat keyboard gaming yang sudah punya kenyamanan ini, ternyata tak fleksibel.

Hanya untuk charge? WHY?
Hanya untuk charge? WHY?
Tanpa dukungan perangkat lunak, ragam efek LED Alloy FPS diatur dengan kombinasi tombol FN + tombol arah.
Tanpa dukungan perangkat lunak, ragam efek LED Alloy FPS diatur dengan kombinasi tombol FN + tombol arah.

Memang bisa dimengerti karena mereka menyandang nama “FPS” di dalamnya, namun tidak menyertakan perangkat lunak pendukung dan dukungan fitur makro yang seharusnya jadi standar saat ini, tentu saja mengundang lebih banyak tanda tanya besar. Terlepas dari statusnya sebagai sebuah peripheral yang didesain untuk portable, menghadirkan fitur macro on-the-go tanpa dukungan software tertentu adalah opsi rasional yang bisa dijajal untuk membuat Alloy FPS ini punya performa lebih solid. Namun setidaknya, Anda bisa mengatur efek LED merah menyalanya lewat kombinasi tombol sederhana. Satu-satunya fungsi kosmetik yang ia miliki.

Walaupun mempromosikan diri sebagai produk untuk genre
Walaupun mempromosikan diri sebagai produk untuk genre “FPS”, kualitas switch-nya yang super nyaman membuatnya tetap bisa dimaksimalkan untuk beragam genre yang lain.

Malahan, kami menguji keyboard ini di game non-FPS, yakni DOTA 2, dan berujung jatuh cinta padanya. Setidaknya dari versi Switch Brown yang lebih kami pilih karena sensasi di jari yang menurut kami lebih nyaman dibandingkan Blue untuk varian produk ini, ia bekerja dengan fantastis. Sensasi nyaman karena ragam fitur seperti anti-ghosting membuatnya bisa diandalkan untuk eksekusi runtut perintah yang cepat tanpa masalah. Menggunakannya untuk aktivitas yang lebih produktif, seperti mengetik artikel review ini misalnya, juga terasa maksimal dan nyaman. Tak ada yang perlu Anda khawatirkan dari HyperX Alloy FPS ini untuk urusan performa.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…