Review Farpoint: Batu Loncatan!
Kesimpulan

Farpoint memang tidak terasa istimewa sebagai sebuah game FPS. Namun jika mengingat bahwa ia adalah sebuah proyek game VR yang didesain untuk mengikuti kompleksitas cerita, panjang gameplay, dan sinematik sebuah game AAA, maka Anda akan mulai memahami daya tarik seperti apa yang hendak ia sertakan di dalamnya. Sejauh ini, ia memang mengeksekusi banyak elemen tersebut dengan tepat. Namun kekuatan terbaiknya mau tak mau, harus diakui terletak pada kehadiran Aim Controller milik Playstation 4 yang fenomenal. Akurasi membaca perintah, sensasinya di tangan, dan integrasinya pada gameplay yang ada – terutama ketika Anda membidik tiap senjata yang ada, membuatnya terasa luar biasa. Menyempurnakan Farpoint yang sudah cukup baik di awal.
Walaupun demikian, bukan berarti game ini tak hadir tanpa kekurangan. Selain keluhan soal desain dunia yang terasa hambar dan gameplay yang mudah terasa repetitif karena tak adanya sense of progress dari sisi karakter, Farpoint juga memuat beberapa masalah. Varian musuh yang akan mulai terasa kurang mengancam dengan cepat serta sistem checkpoint dari satu area ke area lain yang sangat jauh akan jadi catatan ekstra lainnya. Sementara untuk urusan Aim Controller, kami harus mengakui tak terlalu nyaman dengan beratnya, apalagi untuk proses penggunaan yang lama.
Namun terlepas dari kekurangan tersebut, Farpoint berhasil menempatkan diri sebagai salah satu game VR yang wajib dimainkan untuk para pemilik Playstation VR. Seperti halnya Batman: Arkham Knight dan Resident Evil 7 sebelumnya, ia memang terhitung berhasil menawarkan cita rasa sebuah game AAA dalam format VR dengan eksekusi masalah teknis dan gameplay yang terhitung nyaman. Sebuah seri yang pantas dilihat sebagai batu loncatan untuk lebih banyak judul di masa depan yang mungkin tertarik untun meracik konsep, konten, hingga sensasi gameplay yang serupa.
Kelebihan
- Detail visual
- Aim Controller yang fantastis
- Sensasi gameplay action yang pantas diacungi jempol
- Opsi untuk meminimalisir motion sickness
- Dukungan mode multiplayer
Kekurangan
- Desain dunia terasa hambar
- Tidak ada sense of progress untuk karakter utama
- Checkpoint jauh dari satu titik ke titik lainnya
- Aim Controller yang terasa berat untuk penggunaan jangka waktu lama
- Cerita tak terlalu menarik
Cocok untuk gamer: yang tidak terlalu memiliki masalah motion sickness, tertarik dengan konsep game action AAA di VR
Tidak cocok untuk gamer: yang mudah pusing dengan game FPS konvensional sekalipun, tidak punya PSVR










