JagatPlay di E3 2017: Wawancara dengan David Bonacci (Ace Combat 7)

Author
Jey Nelson
Reading time:
June 16, 2017

Sejak Tokyo Game Show, mungkin sudah kelihatan bahwa salah satu game yang kami tunggu-tunggu di 2017 adalah Ace Combat 7 (AC7). Dengan konsep yang kembali ke akar dari Ace Combat, ditambah dengan mode VR yang membuat kami kegirangan seperti anak kecil yang baru mendapatkan mainan baru, AC7 menjadi incaran pertama kami ketika kami diundang untuk hands-on di booth Bandai Namco di E3.

Untungnya selain mode non-VR yang telah kami ulas beberapa hari yang lalu, kali ini Bandai Namco juga menawarkan mode VR untuk demo. Tanpa pikir panjang kami langsung mengambil headset VR dan memakainya layaknya helm pesawat tempur dan mencoba memulai game.

David Bonacci - Brand Manager Bandai Namco (Ace Combat 7)
David Bonacci –  Bandai Namco Brand Manager for Ace Combat 7

ALL ABOARD THE HYPE TRAIN! 

Hype yang digadang-gadang selama ini bahwa mode VR AC7 akan membawa anda layaknya pilot pesawat tempur sungguhan ternyata terbukti. Seluruh area kokpit bisa dilihat bahkan kita bisa “mengintip” dari sudut samping untuk melihat ke bawah. Awalnya tentu saja  kepala sedikit pusing karena gerakan yang cepat dan mata yang belum terbiasa dengan manuver pesawat tempur yang sangat fluid khas Ace Combat, namun ketika battle dimulai, rasa pusing pun hilang digantikan dengan excitement yang begitu tinggi. Efek cuaca dan matahari yang didesain dan diimplementasikan dengan baik, serta AI wingman yang sangat membantu kita dalam membasmi musuh-musuh yang bisa muncul di hadapan anda kapan saja, membuat AC7 (VR) sangat kami tunggu kemunculannya.

Kami juga beruntung bisa mewawancari David Bonacci selaku Brand Manager Bandai Namco untuk Ace Combat.

Ace Combat 7 E3 2017 jagatplay

A: Bisa tolong ceritakan soal Ace Combat 7?

David Bonacci: Yups, tentu saja. Sebenarnya sangat menyenangkan melihat fans sangat aktif. Memang seharusnya tidak mengejutkan sama sekali. Tetapi menyegarkan melihat fans begitu tertarik dan penuh hype pada Ace Combat 7, hingga beberapa di antaranya bahkan terlibat secara emosional dengannya. Sudah menjadi tugas kami untuk menghadirkan semua hal yang mereka minta, bahkan lebih. Dan melihat apa yang kami tawarkan dengan Ace Combat 7 saat ini, kami agak tidak terkejut melihat seberapa tertariknya mereka. Saya kira ini memang game yang memang sudah lama mereka nantikan.

Sudah sangat lama sejak seri terakhir Ace Combat dirilis. Saya pikir Ace Combat 6 sudah dirilis lebih dari 10 tahun lalu. Bahkan 20 tahun, sejak seri pertama dirilis di Playstation pertama. Ace Combat 7 adalah seri yang akan “kembali ke akar” dan semua hal yang sempat membuat seri Ace Combat fenomenal di masa lalu, akan kembali di seri ketujuh ini. Kita akan kembali ke Strangereal, kita akan mendapatkan mekanik gameplay klasik, cita rasa grafis yang sinematik, cerita yang dalam, semua hal yang membuat franchise ini keren. Dan evolusi teknologi yang kita suntikkan ke dalamnya akan membuatnya jadi seri Ace Combat terbaik yang pernah ada.

A: Berbicara soal fitur, selain tambahan konten untuk VR, apakah ada tambahan teknologi, seperti misalnya membuat animasinya lebih halus mungkin?

David Bonacci: Saya pikir salah satu inovasi teknologi yang kami sertakan di sini adalah Unreal Engine 4. Jadi, kami mengambil semua keuntungan yang ditawarkan oleh engine yang satu ini. Kami juga mengintegrasikan beberapa hal baru di sini, seperti teknologi yang kami sebut sebagai TrueSky. Ia akan meracik awan yang indah dan memanjakan mata, yang juga akan berpengaruh penting. di sisi gameplay.

Sebagai contoh? Jika Anda mencicipi demo di belakang saya ini, pesawat Anda akan bergetar hebat jika memasuki awan seperti di dunia nyata. Kamu juga akan bisa melihat di cockpit bagaimana kondensasi akan terbangun di situ. Jika kamu terlalu lama berada di awan, kondensasi tersebut akan berubah jadi es, dan merusak sudut pandang Anda serta merusak performa pesawat itu sendiri. Es di sayap pesawat tentu saja bukan sesuatu yang baik. Jadi, Anda harus berhadapan dengan itu. Kamu juga akan melihat pengaruhnya ke radar Anda. Jika kamu sudahmengunci musuh dan bersama-sama masuk ke dalam awan, akan banyak gangguan di sana. Partikel-partikel di awan akan membuat radar Anda bermasalah dan membuat kunci target tersebut tidak stabil. Jadi, kamu bisa menggunakannya untuk kepentingan strategis. Jadi, ia menambahkan hal baru ke dalam franchise Ace Combat.

A: Tentang VR, apakah ini berarti semua game akan bisa dimainkan dalam VR? Atau hanya beberapa misi saja?

David Bonacci: Tidak. Akan ada yang namanya “VR Mode” nanti. Jadi, mode campaign keseluruhan akan bisa dimainkan dalam cara tradisional, non-VR. Tetapi untuk para pemilik Playstation 4, akan ada mode baru bernama “VR Mode”, gratis, dengan waktu gameplay sekitar beberapa jam yang terbagi ke dalam beberapa misi.

A: Berbicara soal berita bahwa Ace Combat 7 adalah seri sekuel langsung dari Ace Combat 5, apakah benar?

Bonacci menegaskan bahwa gamer pendatang baru yang tidak pernah mencicipi Ace Combat sebelumnya akan tetap bisa menikmati cerita Ace Combat 7 ini sebagai seri terpisah.
Bonacci menegaskan bahwa gamer pendatang baru yang tidak pernah mencicipi Ace Combat sebelumnya akan tetap bisa menikmati cerita Ace Combat 7 ini sebagai seri terpisah.

David Bonacci: Kamu tahu, bahwa event di Ace Combat 7 memang terjadi di dunia dan waktu yang sama dengan Ace Combat 5. Tetapi kamu tidak perlu familiar atau harus tahu soal event yang terjadi di seri-seri sebelumnya untuk mencicipi seri yang satu ini. Seseorang yang belum pernah memainkan Ace Combat sebelumnya akan bisa memainkan Ace Combat 7 dan langsung “masuk” ke dalam cerita yang ia tawarkan. Jadi, kita akan kembali ke Strangereal, mengikuti semua event yang sempat terjadi di dunia Strangereal,  tetapi bukan seri sekuel dimana Anda harus punya pengetahuan sebelumnya.

Halo fans Ace Combat di Indonesia, saya ingin memberi tahu bahwa ini adalah seri Ace Combat yang sudah lama kamu tunggu. Penantian panjangmu sudah selesai! Bersiaplah untuk Ace Combat 7!

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…