Ubisoft Buka Cabang Baru, Dikepalai Mantan Dev. Battlefield

Reading time:
August 9, 2017

Bisnis sepertinya mengalir kencang untuk Ubisoft. Terlepas dari ragam kritik terhadap produk populer mereka dan beragam kontroversi yang ia timbulkan, ia masih salah satu developer / publisher raksasa di industri game. Kemampuan mereka untuk mengeksploitasi franchise populer mereka dengan efektif sekaligus terus menantang diri untuk menelurkan lebih banyak produk game baru memang salah satu kekuatan utama. Kini, untuk memastikan diri bisa merampungkan salah satu proyek teranyar mereka yang cukup diantisipasi, Ubisoft mengumumkan kehadiran cabang studio baru di Stockholm, Swedia.

Kehadiran studio baru ini akan bersandingan dengan studio Ubisoft yang lain – Massive, otak di belakang game multiplayer The Division yang juga terletak di Swedia, tepatnya di Malmo. Ubisoft Stockholm sendiri akan dikepalai oleh Patrick Bach – mantan kepala studio EA DICE, developer dari seri Battlefield yang bertempat di kota yang sama. Studio baru ini akan difokuskan untuk membantu kerja Massive untuk mengembangkan proyek teranyar mereka, termasuk game Avatar berbasis Snowdrop Engine yang sempat diumumkan sebelumnya.

Ubisoft membuka cabang baru di Stockholm dengan fokus untuk membantu studio mereka yang lain - Massive untuk merampungkan proyek terbaru.
Ubisoft membuka cabang baru di Stockholm dengan fokus untuk membantu studio mereka yang lain – Massive untuk merampungkan proyek terbaru.

Sayangnya, game Avatar tersebut sendiri masih belum memiliki detail jelas soal kualitas visual, gameplay, ataupun cerita seperti apa yang akan diusung. Apakah kerjasama antara studio baru dan lama ini akan menghasilkan sebuah produk yang fantastis di masa depan? Kita tunggu saja.

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…