Nintendo Ingin Lepaskan Identitas “Konsol Anak-Anak”

Seberapa sering Anda mendengar komentar bahwa Nintendo adalah konsol “anak-anak”? Sebuah stigma yang sepertinya sulit untuk dihilangkan, terlepas dari beberapa fakta yang bisa menentang pertanyataan tersebut dengan mudah. Fakta bahwa Nintendo masih mengandalkan game-game seperti Mario, Zelda, atau Kirby yang memang punya cita rasa kartun, atau game baru seperti Splatoon yang hadir tanpa kekerasan seolah memperkuat dan mempertegas kondisi tersebut. Namun bukan gamer saja yang merasa demikian, Nintendo juga tampaknya menyadari stigma yang terus melekat kuat pada diri mereka ini. Sesuatu yang hendak mereka ubah dengan Nintendo Switch.
Hal inilah yang disampaikan oleh beberapa publisher Jepang, seperti yang dilansir oleh Wall Street Journal. Menurut pengakuan beberapa publisher dan developer, Nintendo saat ini menyambut game-game dengan konten kekerasan dan sensual dengan tangan terbuka. Dukungan konten seperti ini untuk Switch dipercaya Nintendo bisa menghilangkan stigma bahwa mereka hanya membuat konsol “keluarga”. Oleh karena itu, game-game seperti Nights of Azure 2 dan Shinobi Refle: Senran Kagura menemukan tempatnya di konsol itu. Menariknya lagi? Tak berhenti di sana saja, para developer juga menyebut akan ada lebih banyak game “dewasa” menuju Nintendo Switch di masa depan.

Perubahan kebijakan ini bahkan sempat membuat Takuya Aizu, Chief Executive Inti Creates yang saat ini mempersiapkan Gal Gun 2 terkejut. Ia sempat mengira bahwa game yang mereka racik tidak akan menarik Nintendo sama sekali. Namun yang terjadi, justru sebaliknya. Pembicaraan dengan Nintendo justru menghasilkan feedback positif. Para developer menyebut bahwa Nintendo kini jauh lebih aktif untuk menarik game-game “dewasa” seperti ini di Switch dibandingkan dengan geenrasi-generasi sebelumnya.
Apakah strategi seperti ini akan berhasil? Bagaimana menurut Anda sendiri?
Source: Wall Street Journal via Nintendo Everything










