JagatPlay NgeRacau: Tips Nge-Review Game ala Plad!

Reading time:
November 23, 2017
ttl72

Oke, gua akan mulai dengan satu pernyataan jelas dulu: judul kalimat di atas sama sekali tidak didesain buat ngegedeiin ego gua dengan berusaha menyombongkan diri sejenisnya. Ini hanya merupakan reaksi dari salah satu pertanyaan yang terkadang dilemparin ke gua lewat akun sosial media personal. Benar sekali, soal gimana caranya nge-review video game itu sendiri, at least dari apa yang gua tawarin di JagatPlay. Sesuatu yang sangat bisa dimengerti, karena selalu ada konotasi “super positif” mengikuti kata “Reviewer Game”. I mean, di pekerjaan mana lagi lu bisa nemuin kerjaan dimana lu dibayar untuk main game dan nulis. Walaupun kenyataannya tidak seindah yang dibayangin, namun enggak heran kalau banyak gamer yang mulai tertarik buat masuk ke pekerjaan ini. Sesuatu yang akhirnya mendorong gua buat nulis ini NgeRacau.

Tentu saja, ini ditujuin buat gamer yang memang berniat untuk merasakan video game mereka sendiri dan kemudian nulisin itu pengalaman dari apa yang mereka rasaiin. Ini artikel tidak ditujukan untuk lu pada yang memang sekedar pengen nyari traffic site, nerjemahin artikel review di luar sono, dan kemudian didesain seolah-olah lu yang nulis atas nama jadi yang tercepat. Gua berharap artikel NgeRacau ini bisa ngejangkau gamer yang memang punya passion untuk nulis review dengan gaya mereka sendiri, terlepas apapun motivasinya, dari sekedar latihan nulis, pengen bikin situs gaming sendiri dan ngembangin itu, pengen kerja jadi reviewer game di situs lain, atau sekedar pengen jadi “Personality” di sosial media biar rada ngetop. Ingat pula, review itu bukan sekedar nulis news. News adaah berita, sementara review adalah presentasi pengalaman lu pakai satu produk tertentu.

Sekali lagi, gua tidak menuliskan ini untuk ngelakuin masturbasi ego kalau seolah-olah gua punya hak dan kemampuan yang sudah cukup buat “ngajarin” lu pada gimana caranya nulis review “yang baik dan benar”. Karena seperti yang lu tahu, review gua sendiri terkadang masih ngaco, apalagi dengan serangkaian typo gak terhindarkan (yang gua yakin juga pasti ditemuin di artikel NgeRacau ini) yang seringkali dibantuin ama pembaca buat diedit. Yang gua tulisin di sini adalah pengetahuan personal yang gua kumpulin selama gua kerja jadi reviewer game di enam tahun terakhir ini. Gua rasa pasarnya sih jelas, ya buat bantuin lu pada yang selama ini mengaku suka sama gaya penulisan review di JagatPlay.

Jadi, mari kita mulai:

Gua Mesti Mulai Dari Mana?

ryv knnw pv1 11

Ini mungkin salah satu pertanyaan yang paling seringkali dilemparin ke gue. Oke, banyak yang tertarik buat jadi reviewer game, tetapi bingung mesti mulai dari mana. Sepertinya kebanyakan gamer berpikir bahwa untuk jadi seorang reviewer game, lu cuman kudu jago main game, which is sebuah pemikiran yang salah. Karena tidak seperti seorang gamer Professional yang kinerjanya diukur dari bagaimana jagonya dia bermain game, seorang reviewer Professional itu diukur dari kemampuannya menulis. Jadi itu dua hal yang sangat berbeda. Lu bisa jago sekali main Dark Souls 3 misalnya, tetapi lu belum tentu bisa jadi reviewer game untuk Dark Souls 3 karena lu gak bisa nulis. Sementara lu bisa jadi enggak terlalu jago main Dark Souls 3, tapi lu bisa jadi reviewer game untuk Dark Souls 3 selama lu punya kemampuan untuk mendeksripsikan pengalaman lu ke dalam bentuk tulisan. Ingat, gamer professional dan reviewer professional itu adalah dua pekerjaan yang berbeda.

Terus gua mesti mulai dari mana? Mengingat pekerjaan seorang reviewer itu memang berfokus pada tulisan, maka skill pertama yang mesti dilatih tentu saja menulis. Untuk gua pribadi, menulis memang jadi salah satu aktivitas favorit gua di luar main game, bahkan sebelum gua gabung ke Jagat dan jadi reviewer game (yang notabene gak ada hubungannya sama pendidikan sebagai Sarjana Psikologi). Gua cukup terbantu dengan naluri alay gua di masa lalu yang mendorong gua untuk mengekspresikan banyak hal lewat tulisan, cerita pendek, dan puisi. Jadi ketika masuk ke dalam dunia review-mereview, gua sudah punya basic tersendiri. Tetapi apakah lu harus ngelakuin hal yang sama? No need. Lu bisa enggak se-alay gua dan adalah seorang pemuda / pemudi super cool yang penuh ekspresi, misalnya. Yang perlu lu lakuin sebenarnya “hanya” belajar menulis. Belajar menuangkan apapun yang bisa lu ekspresiin secara eksplisit itu ke dalam bentuk tulisan. Pelan, pasti, dan konsisten.

Lu tahu apa yang menarik dari menulis? Semua orang mulai dari titik nol yang sama, lalu bergerak bareng menuju kemahiran yang gua yakin, akan naik seiring dengan frekuensi nulis yang lu lakuin. Semakin banyak lu nulis, semakin mahir lu. Enggak perlu malu sama tulisan awal lu yang super “sampah” dan pendek di awal, karena pelan tapi pasti, itu tulisan akan kian membaik dari segi kuantitas dan kualitas seiring dengan semakin banyak lu nulis. Percaya atau enggak, waktu pertama kali gua ditest masuk Jagat yang waktu itu baru jalan sekitar 3 bulan, gua diminta buat submit review gua soal Final Fantasy XIII. Review yang setelah gua pikirin hampir 2 hari 2 malam, cuman berakhir jadi 5 paragraf pendek soal experience gua di salah satu game Final Fantasy paling linear tersebut. Sekarang kalau berkaca dengan mindset saat ini, ada banyak hal yang sebenarnya bisa gua bicaraiin, tetapi terkunci pada bagaimana cara menuangkan itu dalam format yang lebih rapi dan sesuai.

Yang lu temuin adalah semacam trope anime-anime klise gitu. You know, yang kisah karakter utamanya itu sebenarnya punya kemampuan hebat, tapi di masa lalu disegel oleh kekuatan misterius yang terletak di dada, punggung, atau pantat sekalipun. Seiring dengan progress cerita, dia mulai bisa belajar ngelepasin seal tersebut, dan kekuatan utamanya pun keluar dahsyat. Sebenarnya, nulis bisa jatuh ke perumpamaan yang sama. Yakinlah, semua orang yang baru belajar nulis, akan ketemu dinding yang sama – gimana caranya gua mengekspresikan dan menuangkan ide di otak gua dengan tulisan yang bagus dan rapi. Saran gua? Peduli setan dengan “bagus dan rapinya” dulu, dan fokus ke penuangannya terlebih dahulu. Biarin otak lu wujudin dulu apa yang mau lu tulis, sisanya bisa diedit belakangan biar kelihatan lebih solid ama rapi.

Jadi, gua mesti mulai dari mana? Kalau lu memang pemula yang baru tertarik, semuanya dimulai dari belajar nulis dulu. Belajar nuangin pengalaman lu ke dalam bentuk tulisan. Belajar ngebangun kerangka tulisan dan ide pokok ala pelajaran mengarang Bahasa Indonesia di SD / SMP untuk runtut yang lebih mengalir. Belajar dari review hal-hal kecil yang bisa lu racik jadi review, dari sekedar pen PILOT yang baru lu beli dari toko buku tadi hingga celana dalam merk GT-Man yang ternyata dibeliin sama Emak di pasar pagi. Belajar untuk komit dan konsisten ngelakuin itu hingga lu mencapai dua kualitas yang akan sangat membantu: Satu, lu terbiasa nulis. Kedua, lu punya gaya tulisan lu sendiri. Kalau udah, mari lanjut ke tahap berikutnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…