EA Cabut Sementara Sistem Microtransactions di Star Wars: Battlefront II

Reading time:
November 17, 2017
star wars battlefront 2

Kontroversi yang penuh amarah dan sumpah serapah, ini mungkin kata yang tepat untuk menjelaskan kondisi industri game selama beberapa hari terakhir ini ketika membicarakan Electronic Arts (EA). Bagaimana tidak? Perusahaan raksasa yang selama ini memang terkenal “mata duitan” membawa level ketamakan mereka ke tingkat lebih tinggi lewat rilis Star Wars: Battlefront II yang berakhir mengusung sistem layaknya sebuah game mobile free to play. Semua sistem permainan seolah didesain untuk mendorong Anda mengeluarkan uang nyata untuk membeli lootbox yang ditawarkan sebagai pondasi, yang juga membuka kekhawatiran Pay to Win. Setelah perang terbuka yang dilancarkan fans untuk melawan kebijakan ini, sebuah titik terang akhirnya muncul.

Dengan keberatan fans yang disuarakan nyaring di forum-forum besar, bahkan membuat media mainstream sekelas CNN dan BBC sekalipun sadar soal masalah Star Wars Battlefront II ini, EA akhirnya mulai “sadar”. Lewat post blog resmi mereka, EA menyebut bahwa mereka mendengar dengan jelas apa yang menjadi keluhan gamer. Oleh karena itu, mereka memutuskan untuk mencabut sistem microtransactions dari Star Wars: Battlefront II saat ini. Tidak ada lagi opsi untuk membeli Crystals – mata uang yang di beberapa hari sebelumnya bisa digunakan untuk membuka hero dan membeli lootbox untuk memperkuat Star Cards yang ada. Semua progress kini harus dicapai dengan memainkan game itu sendiri!

star wars battlefront 21
Membuahkan hasil, protes keras fans akhirnya membuat EA mencabut sistem microtransactions dari SWBF II. Namun ingat, hanya untuk sementara!

Walaupun demikian, perjuangan ini tentu saja belum berakhir. Mengapa? Karena pencabutan ini hanya bersifat sementara. EA menyebut bahwa mereka akan kembali mengimplementasikan microtransactions ini di masa depan begitu mereka sudah mengubah dan menyesuaikan konten Star Wars Battlefront II itu sendiri. Masih belum jelas seperti apa pendekatan baru ini dan apakah ia akan mengatasi kekhawatiran masalah Pay to Win atau tidak nantinya. Gamer sendiri di dunia maya, setidaknya di Reddit, masih waspada dengan pernyataan yang satu ini. Karena bukan tidak mungkin, EA bisa berakhir mengkhianati gamer dengan kembali menghidupkan sistem microtransactions yang sama begitu gamer membelinya nanti.

Namun tetap harus diakui, ini tentu saja sebuah progress yang pantas untuk diacungi jempol. Bahwa suara keras dan lantang gamer yang menolak untuk jadi korban eksploitasi franchise game yang mereka cintai bisa membawa perubahan tersendiri, apalagi jika diikuti dengan tindakan nyata seperti boikot dan pembatalan proses pre-order misalnya. Bagaimana dengan Anda sendiri? Berapa banyak dari Anda yang akan tertarik mencicipi SWBF II setelah perubahan “kecil” ini?

Source: EA

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…
May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…